Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Kesal


__ADS_3

" Baiklah kalau begitu, aku akan memberikanmu beberapa pil pendeteksi kebohongan. " Gumam Dewi Laxmi.


" Hoamm…"


" Apakah kamu mengantuk?" Tanya Dewi Laxmi.


" Iya, sepertinya begitu." Gumamnya sambil menahan kantuk.


" Disini tidak ada ranjang, bagaimana kalau tidur di pangkuanku saja?" Dewi Laxmi menyarankan.


" Eh, bagaimana dengan yang lain. Kita belum mengabari mereka sama sekali." Gumam Shou.


" Tidak apa-apa, aku akan menggunakan sihir telepati untuk mengabari Shelly." Ujarnya.


" Ya, baiklah. Tapi apa benar tidak apa-apa jika aku tidur dipangkuanmu?" Tanya Shou.


" Tentu saja, tetapi sebaiknya kita pergi dulu ke tempat pertama kali kita datang. Sepertinya disana adalah tempat terbaik untuk tidur."


" Ya, baiklah."


Kemudian Shou menggunakan sihir teleport untuk berpindah ke tempat dimana ia pertama kali menginjakkan kakinya di arsy.


" Suasana seperti ini membuat ku semakin mengantuk, aku sudah tidak tahan lagi." Gumamnya sambil berusaha menahan kantuknya.


Kemudian Dewi Laxmi pun duduk dan menyuruh Shou untuk tidur di pangkuannya.


Baru beberapa detik, Shou sudah terlelap di pangkuannya Dewi Laxmi.


" Wajar saja, dia pasti sangat kelelahan setelah melewati beberapa permasalahan yang sulit. Meskipun begitu dia tetap berusaha untuk menutupi kelelahannya dan bersikap seperti baik-baik saja." Gumam Dewi Laxmi dalam hati.

__ADS_1


Dia mengelus-ngelus rambut Shou yang lembut.


" Entah kenapa rasanya aku ingin tidur ketika melihat Shou tertidur pula seperti ini. Jadi begini rasanya mengantuk itu, tidak buruk juga." Gumam nya.


Kemudian secara perlahan, dewi Laxmi menutupkan matanya.


" Ada pesan dari Laxmi." Ujar Dewi Shelly.


" Pesan apa?" Tanya Lorrie.


" Katanya dia sekarang sedang menemani Shou tidur, jadi dia tidak akan makan malam bersama kita." Jelasnya.


" Sepertinya mereka berdua tidak akan makan banyak malam ini." Ujar Lorrie.


" Benar juga, kalau begitu kita rahasiakan saja ini dari mereka." Gumamnya.


" Ide yang bagus, tapi apa yang harus kita bilang pada mereka?" Tanya Lorrie.


" Hmm…, tidak berbohong tetapi menutupi fakta, bolehlah aku setuju!"


Setelah itu Dewi Shelly mengajak Rosse, Lacasina dan juga Lisa untuk makan malam.


" Apakah kamu mau makan malam juga Raffsha? " Tanya Dewi Shelly.


" Nanti saja, aku ingin disini sebentar lagi." Jawabnya.


" Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu!" Ujar nya seraya melangkah pergi dari tempat tersebut.


" Kita mau pergi ke mana?" Tanya Lorrie.

__ADS_1


" Tentu saja tempat makan, disana juga ada dapur. Tetapi jika kalian sudah sangat lapar disana ada makanan instan." Jelasnya.


" Aku ingin memasak saja, ngomong-ngomong dimana Shou?" Tanya Rosse.


" Dia sedang ada keperluan dengan Dewi Laxmi, tidak bisa diganggu."


" Eh?" Ucap Lisa dan Lacasina serentak.


" Kenapa tidak bisa diganggu?" Tanya Lisa tak percaya.


" Itu rahasia." Jawab Dewi Shelly sambil tersenyum.


Lisa pun memasang wajah cemberut


" Padahal aku juga ingin membuatkan makanan untuknya. " Gumam Lacasina sedih.


" Yah…, mau bagaimana lagi. Lagipula kalian juga sudah berjanji tidak akan menghambat Shou kan?" Gumam Lorrie.


" Tapi dia juga manusia, dia juga perlu makan." Ujar Lacasina.


" Mereka pasti membawa setidaknya cemilan untuk dimakan." Ujar Dewi Shelly.


" Baguslah kalau begitu. " Gumam Rosse.


Mendengar itu Lisa dan Lacasina melirik Rosse dengan wajah yang tidak ramah.


Rosse pun terasa terintimidasi


" Ada apa kalian melihatku seperti itu? " Tanyanya agak gugup.

__ADS_1


" Kamu tahu kan perasaan kami pada Shou?" Tanya Lisa.


" Perasaan apa, aku tidak mengerti, hehe…" Jawab Rosse pura-pura tidak tahu.


__ADS_2