
“ Tapi aku tidak bisa melampaui mu!” Ujar Lorrie.
“ Semua orang punya bakatnya masing-masing, meskipun kau tidak bisa melampaui ku di bidang sihir aku yakin kau pasti bisa melampaui ku dalam bidang lainnya.” Ujar Shou.
“ Dalam bidang lainnya?” Tanya Lorrie.
“ Iya, misalnya saja dalam berbisnis kau lebih hebat daripada ku atau ada pengetahuan yang kau ketahui sedangkan aku tidak tahu sama sekali.” Jelas Shou.
“ hmmm....” Ucap Lorrie.
“ Daripada kamu bingung lebih baik kau segera mencoba tongkat sihir mu.” Ujar Rosse.
“ Baiklah!” Ujar Lorrie.
Mereka semua pun satu per satu mencoba tongkat sihir baru nya.
Keesokan harinya
“ Wah, aku sudah tidak sabar pergi ke akademi!” Ujar Lorrie.
“ Iya aku juga sudah tidak sabar lagi!” Ujar Lisa.
“ Kalau begitu ayo Kita berangkat!” Ujar Shou.
“ Eh, tapi soal putri Chelly gimana?” Tanya Rosse. “ Kita kan yang bertugas mengawalnya, apakah kita akan menjemputnya terlebih dahulu?” Tanya nya lagi.
__ADS_1
“ Tidak, kita hanya di tugaskan untuk mengawalnya di akademi. Jika di luar akademi, dia sudah Punya pengawal pribadinya juga.” Jawab Shou.
“ Oh begitu!” Ucap Rosse. “ Padahal aku yakin kita bisa berteman dengan lebih baik.” Lanjutnya.
“ Kalau begitu kita tinggal berteman dengannya!” Ujar Riss.
“ Berteman dengannya?” Ucap Rosse. “ Mungkin itu ide yang bagus!” Lanjutnya.
“ Kalau begitu ayo Kita berangkat!” Ucap Shou.
“ Ya, aku sudah tidak sabar untuk memamerkan kehebatanku!” Ujar Lorrie.
Merekapun berangkat bersama ke akademi sihir, ketika sampai di depan gerbang akademi mereka berpapasan dengan Lusy.
“ Hallo juga kalian semua!” Ucap Lusy.
“ Wah, kelihatan nya kau sangat cocok memakai seragam itu!” Ujar Rosse.
“ Kamu juga terlihat sangat cocok!” Ujar Lusy. Tak lama kemudian muncul kereta kuda kerajaan dan berhenti di depan mereka. Lalu muncul seorang gadis dari kereta kuda tersebut.
“ Hallo, selamat pagi!” Ucap gadis tersebut.
“ Selamat pagi juga Putri Chelly!” Ucap Lusy agak gugup.
“ Selamat pagi juga Chelly!” Ujar Shou.
__ADS_1
“ Wah Shou, kau terlihat sangat keren!” Ucap Chelly. Dia pun melompat ke arah Shou dan Shou pun secara otomatis menangkapnya.
“ Eh?” Ucap Lusy terkejut. Rosse pun terlihat kesal begitu juga dengan Riss dan Lacasina.
“ Kamu ini seperti anak kecil saja!” Ucap Shou sambil menurunkan nya.
“ Jika aku bisa ditangkap mu seperti tadi aku tidak keberatan menjadi anak kecil lagi!” Ucap Chelly sambil tersenyum.
“ Eh?” Ucap Shou terkejut. “ Kalau begitu aku yang keberatan.” Lanjutnya.
“ Kalau begitu aku tidak masalah kan Shou?” Tanya Riss.
“ Apa maksudmu?” Tanya Shou balik.
“ Aku akan bertingkah seperti anak kecil dan melompat ke arahmu, setelah itu kamu harus menangkapku.” Jawab Riss.
“ Eh, maksudmu yang seperti barusan?” Tanya Shou memastikan. Riss pun mengangguk
“ Eh, meskipun kau ringan tetapi tetap saja...” Ucap Shou kebingungan. Tak lama kemudian bel pun berdenting.
“ Sepertinya sudah mau di mulai, ayo kita pergi!” Ucap Shou sambil berjalan masuk ke dalam akademi sihir. Rosse dan yang lainnya pun mengikuti nya
“ Wah, ternyata murid baru nya banyak juga!” Ucap Shou takjub.
“ Tentu saja, karena ini adalah salah satu akademi sihir terbaik di dunia. Akademi sihir ini sudah menghasilkan banyak penyihir-penyihir yang hebat. Dan juga ku dengar Thev si tombak keadilan juga dulunya masuk ke akademi sihir ini.” Jelas Chelly.
__ADS_1