Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Ada apa dengan Rosse?


__ADS_3

" Riss, kenapa kamu bersembunyi di belakangnya. Kalau mau petak umpet sebaiknya kamu mencari tempat yang lebih baik." Ujar Lorrie.


" Aduh!" kepalanya Lorrie terkena pukulan dari Rosse.


" Apa salah ku Rosse?" Tanya Lorrie.


" Hmmph!" Rosse malah memalingkan wajahnya.


" Riss, tenang saja. Kami adalah teman mu, jangan takut! " Ucap Lacasina.


Kemudian Lacasina pun mendekat ke arah Riss.


Riss terlihat semakin ketakutan, ia memegang lengan baju Shou dengan erat.


" Riss, tenang saja. Mereka adalah teman kita juga." Ujar Shou.


Ia kemudian memegang tangannya Riss, dan Riss pun akhirnya memperlihatkan dirinya.


Namun ia masih saja terlihat ketakutan, tangan serta kaki nya gemetaran.


Lacasina memegang kedua tangan Riss, seketika rasa takut nya itu menghilang entah kemana.


" Tenang saja, kami ini adalah teman mu." Kemudian Lacasina memeluk Riss cukup erat.


Riss terlihat semakin tenang, kemudian Rosse ikut berpelukan dengan mereka.


Lorrie hendak ingin berpelukan dengan mereka juga, namun sorot mata Rosse pada nya menandakan akan ada suatu hal yang buruk menimpa padanya jika ikut-ikutan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Lisa muncul sambil mengucek-ngucek mata nya.


" Shou, ternyata kamu sudah datang!" Ucap Lisa kurang jelas. Sepertinya ia masih belum sadar sepenuh nya.


" Oh, ada Riss juga. Sslamat datang!" Lanjutnya sambil menguap.


Riss pun tersenyum ke arah nya.


" Meskipun Riss kini sudah tidak ketakutan lagi, tetapi menyuruhnya tinggal disini bukanlah suatu hal yang baik untuk saat ini." Gumam Shou dalam hati.


" Hei teman-teman, apa kalian ingin pulang ke kampung halaman kalian?" Tanya Shou.


" Memangnya kenapa Shou?" Tanya Rosse melirik ke arah nya.


" Tidak, hanya saja menurutku saat ini lebih baik Riss tidak tinggal diistana, meskipun dia tak bersalah namun tetap saja sebagian orang diistana pasti membenci nya." Jelas Shou.


" Jadi maksudmu kita pulang ke rumah kita masing-masing supaya Riss bisa ikut bersama kita bukan?" Tanya Lacasina.


" Iya, benar!"


" Tetapi aku tak yakin soal itu, apakah aku boleh tinggal diistana saja?" Tanya Rosse.


" Tentu saja, tetapi kenapa?"


" Sebenarnya hubunganku dengan keluarga ku kurang baik, jadi…"


" Itu bukanlah alasan yang bagus, sebaiknya kamu juga ikut pulang ke rumah masing-masing." Ucap Shou. Sepertinya ia agak emosi setelah mendengar perkataan Rosse.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Shou, Rosse terlihat lebih murung.


" Sepertinya ini waktu yang cukup tepat untuk membuktikan pada orang tua ku!" Ucap Lorrie penuh percaya diri. " Namun sebelum itu aku ingin minta oleh-oleh untuk di bawa ke rumah ku." Lanjut nya sambil tersenyum.


" Itu soal mudah, nanti kita bisa meminta nya pada kaisar." Ucap Shou.


" Lalu bagaimana denganmu Lacasina? " Tanya Shou.


" Aku juga akan pulang ke rumah, sepertinya aku sudah cukup lama tidak pulang." Jawab nya.


" Kalau begitu untuk malam ini kita akan tidur diistana, namun untuk Riss jangan ada yang memberitahukan tentang keberadaannya, untuk saat ini aku akan menggunakan sihir invisible padanya, jadi ia takkan terlihat untuk sementara waktu."


Beberapa saat kemudian Riss pun menghilang, sebenarnya ia tak menghilang namun tak kasat mata.


" Aku akan menonaktifkannya ketika sudah sampai di kamar."


" Memangnya ia akan tidur bersama siapa, jika ia tidur sendirian di kamarnya pasti para pelayan akan menyadarinya." Jelas Lacasina.


" Benar juga, kalau begitu…" Sebelum Shou menyelesaikan ucapannya Rosse berkata " Dia akan tidur bersama ku saja."


" Baiklah kalau begitu. " Ucap Shou.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam istana dan mengantar Riss ke kamarnya Rosse.


" Aku juga akan makan malam disini saja Shou." Gumam Rosse.


" Baiklah kalau begitu, nanti aku akan antarkan makanan kalian kesini." Ujar Shou.

__ADS_1


Setelah itu Shou dan yang lainnya pergi untuk makan malam, sedangkan Rosse dan Riss diam di kamar.


__ADS_2