
“ Dia ini benar-benar hebat, teknik berpedang nya sangat sempurna dia bahkan tidak memberikan celah sedikit pun untuk menyerang nya, sepertinya aku harus menggunakan teknik ini!” Ujar Shou dalam hati.
Lalu dia mundur beberapa langkah dan Dewa Zyuen pun mengejarnya dan berusaha memojokkannya, namun dalam seketika Shou berputar 360 derajat sambil mengayunkan pedang nya dan membuat Dewa Zyuen terhenti dan melompat ke belakang, dalam waktu itu Shou berlari ke arahnya dengan sangat cepat, Dewa Zyuen pun terkejut dan segera membuat posisi bertahan. Shou pun melompat ke atasnya dan berputar-putar bersama pedangnya, Dewa Zyuen pun bersiap untuk menahan serangan tersebut dan akhirnya kedua pedang itu saling beradu satu sama lain menciptakan momentum yang sangat luar biasa hingga terasa ke seluruh ruangan tersebut bahkan momentumnya sampai bisa di rasakan oleh beberapa Dewa yang berada jauh dari arena tersebut.
“ Apakah mereka menggunakan sihir?” Tanya Dewa Zeno terkejut setelah melihat percikan api yang luar biasa dari kedua pedang tersebut yang bahkan sampai menutupi tubuh dua orang yang sedang beradu pedang tersebut.
“ Apakah kita harus menghentikan nya, sepertinya ini akan gawat.” Ujar Dewa Vict khawatir.
“ Jangan!” Ucap salah seorang murid dewa Zyuen. “ Tolong jangan dihentikan, kalau dihentikan dewa Zyuen pasti akan sangat marah, lagipula sepertinya dia sangat menunggu-nunggu momen seperti ini.”
“ Momen dimana kedua orang yang sangat ahli berpedang bersaing satu sama lain dan menciptakan pemandangan yang sangat luar biasa tanpa mengandalkan sihir sedikitpun, momen ini memang pasti sangat di tunggu-tunggu oleh sang dewa pedang Zyuen.” Ujar Dewa Zeno.
Mereka semua pun kembali memperhatikan Shou dan Dewa Zyuen yang saling bertarung satu sama lain.
“ Hyaaahhhh!”
“Hyaaahhhh!”
__ADS_1
Beberapa lama kemudian muncul sebuah Cahaya putih di tengah-tengah percikan api tersebut, Cahaya tersebut semakin besar dan terus membesar hingga menyelubungi dewa Zyuen dan Shou bahkan semakin membesar lagi dan membuat arena tersebut retak sedikit demi sedikit.
“ Apakah mereka benar-benar tidak memakai sihir?” Tanya Dewa Zeno tak percaya. Seisi ruangan tersebut bergetar dan tiang-tiang penyangga nya pun mulai retak.
“ Sepertinya kita harus pergi dari sini, tempat ini sebentar lagi akan hancur.” Ujar Dewa Vict.
“ Heh, lalu bagaimana dengan mereka?”
“ Aku yakin mereka berdua tidak akan mati, tapi kalau kita tetap berada disini mungkin saja kita lah yang akan mati.”
“ Heh?”
Setelah mereka keluar dari kuil tersebut, puluhan Dewa lainnya sedang bersiaga dan bersiap untuk masuk kedalamnya.
“ Apa yang terjadi?” Tanya salah seorang dewa.
“ Dewa Zyuen sedang bertarung dengan seorang manusia!” Jawab Dewa Zeno.
__ADS_1
“ Manusia, kenapa seorang manusia bisa berada disini?”
“ Itu tidak penting, sekarang kita harus membantu nya!” Ucap salah seorang dewa lain.
“ Iya, kita harus masuk ke dalam dan mengalahkan manusia itu!” Ujar yang lainnya.
“ Jangan, itu pilihan buruk. Lebih baik kita menggunakan sihir kita untuk menahan kuil ini supaya tidak hancur!” Ujar Dewa Vict.
“ Bukannya lebih baik kita melenyapkan sumber masalah itu saja, jika dia lenyap pastinya masalah nya akan lebih cepat selesai.”
“ Jangan, sebenarnya mereka hanya bertanding!” Ujar salah seorang murid dewa Zyuen.
“ Pertandingan seperti apa yang membuat kekacauan sebesar ini?”
“ Duel pedang.”
“ Mana mungkin duel pedang bisa sampai membuat dunia kita ini bergetar, apa mereka menggunakan sihir kuat?”
__ADS_1
“ Tidak, mereka tidak menggunakan sihir sama sekali mereka hanya beradu pedang.”