Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Ritual


__ADS_3

Shou menghela nafas


“ Di dunia ini terdapat sangat banyak makhluk hidup. Manusia, hewan, iblis, monster, manusia setengah binatang, elf, dewa, dewi, dan banyak makhluk hidup lainnya yang tak terhitung lagi jumlahnya. Meskipun para iblis dan manusia saling bermusuhan, aku ingin melihat mereka bisa hidup berdampingan, para monster mungkin ditakuti oleh para manusia karena mereka sangat agresif dan juga sering kali mengganggu manusia tetapi aku juga ingin mereka terlihat lebih jinak dan akrab dengan manusia. Dewa dan dewi juga begitu, aku ingin melihat kalian bisa merasakan hidup berdampingan dengan mereka semua. Aku ingin melihat dunia ini dipenuhi oleh kedamaian dan juga keharmonisan, meskipun terlihat seperti keinginan egois dari seorang anak kecil tetapi aku sangat serius dengan hal ini, aku ini sepertinya memang seperti bocah saja.”


Tanpa ia sadari air mata nya mengalir dengan deras, Zeno yang melihat hal tersebut pun memalingkan wajahnya karena tidak tahan, bahkan dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk tidak meneteskan air mata nya tetapi hatinya berkata tidak.


“ Menurutku tidak begitu, aku yakin kamu pasti bisa melakukannya, kamu mempunyai potensi untuk mengabulkan impianmu itu. Waktu itu aku yakin bahwa gadis yang bersamamu itu adalah iblis, meskipun samar-samar aku bisa merasakan nya, dia sepertinya sangat akrab denganmu itu membuktikan bahwa kamu sudah menjalin hubungan baik dengan iblis, dan itulah yang menjadi bukti bahwa kamu bisa melakukannya, aku yakin kamu pasti bisa melakukannya!”

__ADS_1


Dengan air mata yang terus mengalir tiada henti, ia menundukkan wajahnya dan mengepalkan kedua tangannya.


“ Kenapa dia..., kenapa dia malah lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya, padahal saat ini dia akan melakukan ritual yang sangat beresiko, tetapi dia malah mengkhawatirkan orang lain. Seharusnya dia lebih mengkhawatirkan dirinya sendiri. Tidak, sejak awal juga dia tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya sendiri, dia mengkhawatirkan dirinya karena nasib dunia ini berada di punggungnya, jika dia berakhir disini makhluk-makhluk asing itu akan menguasai dunia ini, dia tidak ingin itu terjadi.” Gumam Dewa Zeno dalam hatinya.


“ Terimakasih Dewa Zeno, aku akan selalu mengingat kata-kata mu itu.”


Beberapa jam kemudian dewi lasty beserta dewa-dewa lainnya sudah menyelesaikan tempat ritual nya, para dewa dan dewi pun berbaris dengan rapi di tempat ritual tersebut membentuk sebuah lingkaran, di tengah-tengah mereka shou sudah siap dengan mengenakan pakaian serba putih yang hampir sama dengan dewa-dewa lainnya.

__ADS_1


Para dewa dan dewi mulai merapalkan mantranya dan pilar-pilar di seputar tempat tersebut mengeluarkan cahaya dengan warna yang berbeda-beda. Cahaya-cahaya tersebut kemudian berkumpul di atas Shou dan berputar-putar dengan kecepatan yang stabil.


Shou yang sedang bersila itu tiba-tiba kehilangan kesadaran nya, namun tubuhnya itu masih mempertahankan posisinya tanpa bergeser sedikit pun.


“ Dimana ini?” Tanya Shou heran.


Tanpa gravitasi, tanpa beban, tanpa ada tempat pijakan, seperti itulah tempat yang dirasakan Shou saat ini. Tempat tersebut sangat luas dan sangat indah, warna warni terhampar sejauh mata memandang, dan berbagai fenomena alami terus berlangsung sehingga temkat tersebut terlihat lebih hidup.

__ADS_1


Shou pun berkeliling di tempat tersebut, dia sangat takjub dengan apa yang dilihatnya saat ini.


“ Apakah ini luar angkasa, indah sekali. Namun benda-benda luar angkasa disini lebih banyak dari yang ku tahu dan sepertinya aku tidak melihat matahari, seharusnya itu menjadi pusat dan semua yang berada di sini mengelilinginya, meskipun ini berada di galaksi yang berbeda seharusnya tetap saja ada yang menjadi pusat nya, namun semua yang berada di sini berbeda, mereka bergerak tanpa titik acuannya, semuanya terlihat lebih bebas disini.”


__ADS_2