Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-33 Goblin


__ADS_3

Rosse memberikan sebuah jubah dari kantong penyimpanan kepada gadis yang baru saja ia tolong karena pakaiannya telah compang-camping, sekalian memberinya minum untuk menenangkan diri.


“Tolong!” ucap gadis tersebut pelan.


Rosse tidak begitu jelas mendengar ucapan gadis tersebut, dia pun bertanya tentang apa yang baru dikatakannya.


“Tolong teman-temanku! Mereka sepertinya telah tertangkap oleh goblin. Kumohon padamu, mereka berdua temanku sejak kecil.” jelas gadis tersebut sambil meneteskan air mata, memegang kedua tangan Rosse dengan gemetar.


Rosse menghela nafas, “Baiklah. Tapi sebelum itu aku akan meminta persetujuan rekan timku yang lain, kita tidak boleh meremehkan lawan.”


Gadis itu mengangguk, mereka berdua bergegas pergi dari tempat tersebut.


“Shou!” teriak Rosse lantang, dia segera mendatangi Shou dan Lorrie yang sedang beradu pedang.


“Ada apa? Siapa dia?” tanya Shou beruntun.

__ADS_1


“Ada kabar buruk, temannya diculik goblin. Kita harus segera menolongnya!” ujar Rosse.


Shou menatap gadis yang dibawa oleh Rosse, kemudian mendekat dan menempelkan keningnya dengan milik gadis tersebut.


“Jangan lakukan perlawanan, aku ingin melihat ingatanmu untuk mempermudah pencarian.” jelasnya.


Gadis itu pun menurut, dia juga ikut memejamkan kedua matanya. Shou dapat melihat ingatan gadis tersebut dengan jelas, menghafal jalan dan memastikan kekuatan musuh dengan sihir penilai.


Beberapa saat berlalu, Shou membuka matanya kembali.


“Itu ..., aku ....” gadis tersebut terlihat bingung, tak tahu bagaimana cara menjelaskannya.


“Hei Shou, sekarang bukan saatnya menanyakan hal itu. Ayo kita segera tolong temannya!” ucap Rosse.


“Benar, mari kita tolong rekannya. Mungkin ada alasan mengapa mereka tidak melepaskan gelang itu, yang terpenting kita menyelamatkan mereka terlebih dahulu.” lanjut Lorrie.

__ADS_1


Shou menghela nafas, “Baiklah, aku akan menyelamatkan mereka berdua. Jika kalian ingin pergi ke sana, ikuti saja jejakku.”


Awan di langit menjadi mendung, suara gemuruh terdengar disertai sambaran petir. Warna mata Shou berubah menjadi biru safir yang begitu terang, sekujur tubuhnya pun kini bercahaya dan semakin terang di tiap detiknya.


Dalam sekejap mata Shou menghilang dari pandangan Rosse dan yang lain, menyisakan jejak hitam di sepanjang jalan.


Tak membutuhkan waktu lama, Shou telah menemukan sarang para goblin yang telah berevolusi itu. Meski monster tersebut bertambah kuat, ternyata sama-sekali bukan lawan Shou dalam mode seriusnya. Sebelum mereka merasakan sakit, semuanya telah terbakar menjadi abu. Entah itu puluhan atau ratusan, saat berjumpa dengan Shou tak ada yang bisa bertahan lebih dari satu detik.


Mode seriusnya Shou sangat menguras mental dan mana, dia tak bisa mempertahankannya lebih lama lagi.


Shou mulai berjalan dengan santai sambil memulihkan mananya, bersembunyi di balik kegelapan untuk mengecoh sejumlah besar goblin yang berdatangan.


Padahal goblin yang dibunuh Shou telah mencapai angka ribuan, jumlah mereka masih sangat banyak.


“Aku telah membunuh 5.454 goblin di dalam gua ini, mereka tak kunjung habis juga. Jumlah sebanyak ini hanya bisa dipimpin oleh King Goblin, urusan ini ternyata lebih merepotkan dari yang kuduga.”

__ADS_1


Di ujung paling dalam gua, terlihat dua orang yang memiliki wajah mirip sedang bersusah payah melepaskan gelang di pergelangan tangan mereka. Kedua lengan mereka diikat, jadi cukup sulit untuk melakukannya.


__ADS_2