Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
King Griphon


__ADS_3

Semuanya waspada, mereka juga merasakan hal yang sama seperti thev. Lalu thev mengeluarkan benda seperti bola tadi untuk menerangi Gua tersebut.


“ Aku bisa merasakan nya, tetapi aku tidak bisa melihatnya.” Ujar balx.


“ Ya, dia terasa sangat dekat namun tak Ada tanda-tanda kehidupan disini.” Ujar chentya.


“ Apakah Kita harus kembali terlebih dahulu, mungkin king Griphon tahu tentang hal ini.” Ucap thev.


Tak lama kemudian balx tiba-tiba terpental.


“ Apa ini?” Tanya balx setelah terpental cukup jauh.


Yang lainnya pun ikut waspada, kini Mereka tahu bahwa musuh mereka tidak kasat Mata.


“ kacamata thermal!” ujar thev.


Dia pun memberikan sebuah kacamata kepada Riss. “ pakailah!” ucapnya sambil memberikan kacamata tersebut.


Akhirnya, Mereka semua memakai kacamata tersebut dan bisa melihat wujud dari ular tersebut meskipun hanya kelihatan secara kasarnya saja, tidak detail.

__ADS_1


“ Dia sangat besar!” ujar balx ketika bisa melihat ular raksasa tersebut menggunakan kacamata thermal.


“ Ayo Kita serang!” ucap chentya sambil menarik pedangnya.


Balx dan thev pun ikut mengeluarkan senjata nya. Lalu mereka bertiga pun menyerang ular raksasa tersebut dengan bersamaan.


“ keras sekali!” ujar chentya Setelah menyerang ular tersebut menggunakan pedangnya.


“ Ayo serang terus!” ujar balx sambil mengayunkan kembali kedua kapaknya. Mereka semua pun terus menyerang ular tersebut habis-habisan. Namun ular itu tidak mendapatkan dampak apapun, dia pun mengibarkan ekornya sehingga Mereka bertiga terpental cukup jauh. Lalu Riss pun menyembuhkan luka Mereka dengan sihir penyembuh.


“ Ayo Kita coba lagi!” ucap balx sambil berlari ke arah ular raksasa tersebut.


“ Balx, hentikan saja. Kita Akan kembali untuk mengatur ulang strategi!” ucap thev.


“ Diam, aku baru Kali ini mendapatkan musuh yang daya tahan tubuhnya sangat kuat seperti ini. Ini membuatku sangat bersemangat!” ujarnya sambil mengayunkan kapaknya. Namun, sebelum bisa mengenai tubuh ular raksasa tersebut dia langsung dikibas oleh ekornya hingga terpental lagi.


“ Sial, dia sangat hebat!” ucap balx.


“ Balx hentikan, jangan dilanjutkan lagi!” Ucap thev.

__ADS_1


“ Diam, aku baru saja bersenang-senang!” ujarnya.


“ Balx, Ayo Kita kembali. Ular-ular lainnya Akan segera kemari!” ujar thev ketika melihat sesuatu yang berdatangan.


“ Sial, Ayo cepat!” ucap balx yang akhirnya menurut. Mereka pun segera berlari untuk keluar dari Gua tersebut. Ular-ular itu pun mengejarnya, namun akhirnya Mereka berhasil keluar dari Gua tersebut.


“ Kenapa Mereka masih mengikuti Kita?” Tanya balx Setelah melihat ular-ular raksasa tersebut berdatangan mengejar Mereka.


“ Ayo Kita lari lebih jauh lagi!” ujar thev. Mereka pun kembali berlari kecuali Riss, dia terbang dengan kedua sayapnya yang tiba-tiba muncul.


“ Kenapa Kita terbang saja?” ucap balx baru menyadari hal tersebut dan terbang menggunakan sepatunya. Thev dan chentya pun mengikuti nya,sehingga Mereka tidak perlu berlari lagi.


“ Mereka sangat banyak.” ucap thev sambil melihat ke bawahnya.


“ Untung Kita mempunyai kacamata ini, jika tidak mungkin Kita Akan terjebak disana.” Ucap Balx


“ Ya, Setelah kembali dari sini Kita harus berterimakasih kepada nya.” Ucap chentya.


“ Bukannya ini semua demi dirinya, seharusnya dia yang berterimakasih kepada Kita.” Ucap Balx. Tak lama kemudian king Griphon muncul entah dari Mana, dengan secepat kilat dia menghalangi mulut Gua dan ular-ular raksasa itu pun berdesis cukup kencang. Mereka pun mendekat ke arah king Griphon, namun king Griphon tidak bergerak sama sekali dari tempat tersebut. Setelah ular-ular raksasa itu semakin dekat dan berniat mencengkram king Griphon, Mereka semua terbelah menjadi beberapa bagian.

__ADS_1


__ADS_2