Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Musuh yang lebih kuat


__ADS_3

“ hei, istirahatlah. Sepertinya Kalian sudah kelelahan!” Ujar Thev.


“ Diam, aku masih ingin bertarung!” Ucap Balx.


“ Terserah kau saja lah, aku akan Istirahat sejenak.” Ujar Chentya sambil berjalan ke arah Thev.


“ Iya, biarkan aku saja yang menghabisi mereka semua. Kalian diam saja disana!” Ujar Balx sambil terus menebas ular-ular itu.


“ Baiklah, sekarang giliranku!” Ucap Thev. Lalu dia pun bertarung bersama Balx yang sudah kelihatan sangat lelah.


“ Balx, lebih baik kau istirahat terlebih dahulu supaya kau bisa menebas Mereka lebih banyak lagi dengan kekuatan penuh." Akhirnya Balx yang sudah sangat kelelahan pun hanya bisa mengangguk dan menuruti perkataan Thev.


Beberapa menit kemudian jumlah ular itu semakin berkurang.


“ Sekarang jumlahnya tinggal sekitar 70 ekor, kalau begini kami bisa segera mencari tanaman obat itu.” Ujar Thev dalam hati. Dia bertarung bersama Riss dengan kerja sama yang sangat baik, mereka saling mengisi kekurangan sehingga Mereka bisa mengalahkan ular-ular itu lebih cepat dari Balx dan Chentya.Akhirnya Mereka pun berhasil mengalahkan semua ular-ular raksasa tersebut.


“ Apakah Istirahat Kalian sudah cukup?” Tanya Thev.


“ Sial, kenapa malah kau yang mengakhiri Mereka semua?” Tanya Balx kesal.


“ Itu karena dirimu yang terlalu terburu-buru dan tidak ingin mendengarkan ucapan orang lain.” Jawab Thev.


“ Sudah, Ayo Kita bergegas!” Ujar Chentya. Mereka pun segera bergegas untuk mencari tanaman obat itu lagi. Beberapa menit kemudian mereka sampai di jalan bercabang.


“ Kita harus lewat Mana Thev?” Tanya Balx ketika melihat 4 jalur yang berbeda.

__ADS_1


“ Tunggu sebentar!” Ujar Thev sambil memejamkan matanya dan memegang dinding gua. Dia mencoba untuk menyatu dengan alam untuk mencari arah yang harus Mereka tuju.


“ Ke arah Sana!” Ucap Thev sambil menunjuk sebuah jalur. “ Tapi disana kita akan menghadapi musuh yang lebih kuat!” lanjutnya.


“ seberapa kuat Mereka Thev?” Tanya Chentya.


“ Entah, tapi aku merasakan sesuatu yang sangat jahat disana!” Ujar Thev agak merinding.


“ Ayo Kita ke Sana!” Ujar Balx.


“ Tunggu dulu sebentar!” Ucap Thev.


“ Ada apa Thev?” Tanya Chentya.


“ Aku merasakan sesuatu yang sangat gelap disana, sangat gelap sekali. Gelapnya sangat pekat, berbeda dengan semua yang aku lihat selama ini.” Ucap Thev.


“ Mungkin saja ada musuh yang sangat hebat disana, lebih baik Kita beristirahat terlebih dahulu.” Ujar Chentya.


“ Aku setuju!” Ucap Thev.


“ Baiklah kalau begitu.” Ucap Balx. Mereka pun beristirahat dan makan untuk memulihkan energi mereka.


“ Sudah berapa lama Kita disini?” Tanya Riss.


“ Entah, mungkin hampir sehari karena aku sudah mulai mengantuk.” Ujar Thev.

__ADS_1


“ Itu akan sangat berbahaya bagi Kita, jika Kita kekurangan tidur maka Kita tidak akan bisa bertarung dengan baik.” Ucap Chentya.


“ Kalau begitu apakah kita Akan tidur terlebih dahulu sebelum melanjutkan nya?” Tanya Thev.


“ Mungkin itu bukan pilihan yang salah.” Ujar Chentya.


“ Kalau begitu kalian tidurlah, aku akan berjaga karena iblis punya kemampuan untuk tidak tidur selama beberapa Hari.” Ucap Riss.


“ Kalau begitu aku tidur, aku sangat mengantuk. Selamat malam!” Ucap balx langsung tertidur di dalam gua tersebut.


“ Apakah kau yakin Riss?” Tanya Thev.


“ Iya, cepatlah tidur. Kita Akan segera berangkat setelah Kalian selesai tidur.” Ucap Riss.


“ Baiklah kalau begitu, maaf merepotkanmu.” Ucap Thev. Dia pun berbaring di atas tanah dan tidur.


“ Kenapa kau tidak tidur juga?” Tanya Riss.


“ Aku tidak akan tidur.” Jawab Chentya.


“ Kenapa?” Tanya Riss lagi.


“ Aku sedang tidak ingin tidur, mungkin mereka juga memaksakan untuk tidur. Karena kami juga sangat khawatir dengan keadaan nya Shou.” Jawab Chentya.


“ Iya, aku juga sudah tahu.” Ucap Riss.

__ADS_1


“ Apakah kau mau mendengarkan cerita ku sambil menunggu mereka selesai tidur?” Tanya Chentya.


“ Tentu saja!” Jawab Riss. Chentya pun bercerita mengenai masa kecilnya sambil menunggu Thev dan Balx.


__ADS_2