
Setelah Shou bersiap-siap untuk pergi ke hutan monster, demi kembali ke dimensinya, tak disangka dia dihampiri oleh seorang gadis kecil nan imut, dia terlihat ketakutan dan segera memeluknya.
“Eh, kamu sudah sadar?” Shou terlihat agak terkejut sekaligus senang, ”Baguslah, apakah lukamu masih terasa sakit?”
Gadis kecil itu pun memandang wajah Shou dan menggelengkan kepalanya, setelah itu dia langsung menyembunyikan wajahnya dibalik pakaian Shou.
“Kamu kenapa?” Tanya Shou lagi. Dia mengelus-ngelus rambutnya, kemudian jongkok dan memegang kedua pipinya yang imut itu.
“Apakah kamu takut dengan mereka?” Tanya Shou.
Gadis kecil itupun mengangguk.
Sepertinya aku tak bisa menitipkan anak kecil ini disini, aku juga khawatir dengan keselamatannya, apalagi tetua sudah tahu kebusukannya para manusia di dimensi ini, mungkin dalam pikirannya, dia ingin membabat habis para manusia, tapi itu jika dia berani.
Sepertinya dia tidak memiliki keberanian seperti putri Lina, jika putri Lina tahu tentang hal ini, sepertinya dia akan menyusun strategi untuk menghancurkan kaum manusia.
Shou berpikir lagi, Apa yang harus kulakukan, apa aku harus membawanya ke hutan itu lagi, tapi mungkin dia akan trauma, tapi jika aku mengantarkannya terlebih dahulu, itu akan lebih parah. Nantinya aku akan di cap pengintai dan akan diburu habis-habisan. Kalau seperti ini, tidak ada cara lain, aku hanya punya 1 pilihan.
“Hei, anu... Namamu siapa?” Tanya Shou pada gadis kecil itu
__ADS_1
“Erisa, namaku adalah Erisa.” Jawabnya belepotan, terutama ketika mengucapkan huruf “R” nya, membuat siapapun yang mendengarnya gemas dan ingin mencubitnya.
“Namamu sangat imut. Oh iya, Erisa, apa kamu mau ikut kakak pergi?”
Tanpa bertanya apa-apa,Erisa pun langsung meng-iya kan nya. “Mau ,aku mau ikut kakak!”
Shou pun mengelus-ngelus rambutnya, Erisa pun terlihat sangat nyaman, namun di satu sisi,ada orang yang iri melihatnya seperti itu.
Ketika Shou melirik ke arahnya, perempuan itupun memalingkan wajahnya dengan cemberut.
Yaampun, peri ku ini manja banget sih!
Shou menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Didalam perjalanan, Shou menyuruh Erisa untuk tidur, supaya dia tidak ketakutan jika tiba-tiba muncul segerombolan monster yang menyerang.
tapi Erisa tak bisa tidur, dan ingin mengobrol dengan Shou.
“Kak, kalau boleh tahu, nama kakak siapa?” Tanya Erisa.
__ADS_1
“Namaku Shou, salam kenal ya Erisa. Maaf tadi aku lupa mengenalkan diriku padamu.” Shou kemudian mengelus-ngelus rambutnya lagi, dan hal itu membuat gadis disampingnya itu mencubitnya dengan keras, Shou pun mengaduh.
“Kakak kenapa?” Tanya Erisa.
“Nggak kenapa-kenapa kok, mungkin tadi ada semut yang gigit jariku.”
“Semut itu apa kak?” Tanya Erisa.
“Semut itu semacam serangga yang berukuran sangat kecil, mereka ada yang berwarna hitam dan merah. Tapi hati-hati, meskipun kecil gigitan mereka cukup sakit, kalau 1 atau 2 semut tak apa-apa, bagaimana kalau mereka ada puluhan,ratusan bahkan ribuan.”
“Kak, aku takut!” Erisa memeluk Shou erat. Gadis imut itu membuat Shou gemas.Tanpa ia sadari, Shou mencubit kedua pipi Erisa yang mungil, tentu saja Erisa merasa kesakitan. Namun ekspresi lucu nya Erisa malah membuat Shou semakin gemas dan masih memainkan pipi nya.
Gadis lain yang ada di sampingnya menghentikan kelakuan Shou, dia tak suka Shou seperti itu. Dia memandang Shou geram, Shou pun menelan saliva nya.
“Kak, ada apa?” Erisa menarik lengan baju Shou.
“Peri itu bukannya baik, selalu tersenyum, kenapa dia marah sama kakak. Bukankah itu aneh, soalnya kakak baik.”
Ekspresi imut dan kepolosannya itu membuat Shou tenang kembali, dia tersenyum kemudian mencubit lagi pipi gadis kecil itu.
__ADS_1
“Emm..., gak jadi. Kakak jahat, selalu mencubitku. Pantas saja peri marah sama kakak, hmmph!” Erisa memalingkan wajahnya.
Shou masih merasa gemas namun agak puas, dia akhirnya bisa merelaksasi pikiran dan hati nya sebelum menghadapi kegelapan yang belum ia ketahui sampai saat ini.