
" Wah, benar-benar terbaca. Ini sangat hebat!" Ujar Lisa takjub.
" Dengan begini kita bisa memasak sesuatu dari dunia nya Shou."
Lacasina melihat satu persatu judul makanan nya.
" Curry Rice, sepertinya ini sangat enak." Gumamnya.
" Mana-mana?"
Rosse langsung melihat ke arah buku tersebut dan mencari tulisan ' curry rice '
" Yang ini!"
Lacasina menunjuk ke sebuah gambar nasi dengan campuran daging beserta bahan pelengkap lainnya.
" Kau benar, ini terlihat sangat lezat. Tapi kelihatan nya pedas, apakah Shou suka pedas?"
" Kenapa kamu malah menanyakannya padaku, bukankah selama ini yang paling sering membuatkan makanan untuk nya itu dirimu?"
Rosse pun kelihatan malu sendiri.
" Baiklah, ayo kita hidangkan ini!" Ujar Lisa.
" Eh?" Rosse terkejut.
" Tak apa-apa, aku yakin Shou akan menyukainya meskipun ini pedas, yang penting rasanya lezat!"
Lisa terlihat sangat bersemangat.
__ADS_1
" Aku juga setuju, ayo kita buat ini!" Ucap Lacasina.
" Eh, baiklah kalau begitu. Lorrie, apa kamu mau ikutan juga?" Tanya Rosse.
Lorrie menghela nafasnya, setelah itu dia memasukkan pil tadi ke dalam mulutnya.
" Lorrie, kamu tidak usah meminumnya. Kami bisa memberitahu resepnya kepadamu. "
Lorrie tidak memedulikannya, dia mengambil segelas air dan meminumnya beserta pil tersebut.
Lorrie terdiam sebentar, kemudian dia mendekat ke arah Rosse dan kemudian mengambil buku resep yang ada di tangannya.
" Aku benar-benar bisa membacanya." Ucap Lorrie pelan.
Rosse, Lisa dan Lacasina pun terlihat senang.
Mereka bertiga pun langsung merebut kembali buku resep tersebut.
" Kami juga belum selesai membacanya." Gumam Lisa.
" Eh..., kalau begitu baca nya sama-sama saja, aku juga ingin lihat!" Ujar Lorrie.
" Tidak mau!" Ujar Lisa.
" Eh....., dasar pelit!"
Lorrie pun menjulurkan lidahnya dan memegang kedua telinganya dengan pelan.
Kemudian Rosse melirik ke arah Lorrie dan memberikannya buku resep tadi.
" Eh, kenapa kamu memberikannya padaku, bukannya kalian masih belum selesai membacanya?"
__ADS_1
" Ini adalah salinannya, yang aslinya masih dipegang oleh Lisa, dia benar-benar tak ingin memberikannya kepadamu."
Kemudian Rosse tertawa kecil.
" Sebenarnya ada dendam apa dia denganku, sampai-sampai dia tidak mau meminjamkan buku resep itu padaku."
Lorrie menghela nafas, Rosse yang melihat itu malah tertawa kecil lagi.
" Oh iya, tadi kau bilang ini adalah salinannya, berarti asalnya buku ini hanya satu, bagaimana kau mendapatkan nya?" Tanya Lorrie heran.
" Tentu saja dengan sihir." Jawab Rosse.
" Dengan sihir,apakah itu benar?" Ucap Lorrie tak percaya.
" Iya, meskipun tidak sebaik shou. Kalau dia mungkin bisa membuat jutaan buku seperti ini dalam sekejap." Gumam Rosse.
" Wah hebat, sihir apa yang kau gunakan?" Tanya Lorrie lagi.
" Sihir Cloning, seperti yang Shou gunakan untuk memperbanyak dirinya." Jawab Rosse.
" Hebat, kau bisa menggunakan sihir segila itu. Sejak kapan kamu bisa menggunakan nya?" Tanya Lorrie lagi.
" Aku baru bisa membuat replika seperti buku itu baru-baru ini, padahal aku mempelajarinya sudah sampai bertahun-tahun."
" Eh?" Lorrie terheran.
" Kenapa?" Tanya Rosse.
" Ku kira kamu mempelajarinya baru-baru ini, setelah aku mendengar kamu mempelajarinya selama beberapa tahun rasanya agak terkejut."
" Sihir itu tidak semudah yang kamu kira, Jika kamu ingin menggunakan nya kamu harus tahu seluruh struktur yang ada di dalam objek yang akan kamu salin." Jelas Rosse.
__ADS_1
" Kedengarannya memang terlihat sulit." Lorrie mengerutkan dahinya.