
" Eh, kenapa senjata ini terus berbalik ke sini?" Tanya Balx bingung.
Chentya terus menambahkan jumlah shuriken yang ditambahkan ke arah Balx.
" Itu adalah sihir mirror, jadi semua senjata yang ku arahkan kepadamu meskipun ditangkis tetap akan memantul lagi ke arah mu." Jawab Chentya.
" Lagi-lagi kau melakukan trik yang licik." Balx kesal.
" Memangnya kapak yang terus berputar itu tidak termasuk kategori licik, aku tidak bisa mendekatimu jika kapak itu terus berputar-putar disana."
Balx pun terlihat semakin kesal.
" Itu karena kau duluan yang menggunakan sihir menghilang itu!"
" Yah, bagaimana pun cara nya yang menang adalah yang bisa membuat lawan tak berdaya." Gumam Chentya sambil mengacungkan pedang nya.
" Kalau begitu aku akan menggunakan sihir ini, jangan salahkan aku jika kau terluka."
" Coba saja jika kau bisa!" Ucap Chentya meremehkan.
Balx terlihat memokuskan diri diantara suara dentingan shuriken yang beradu dengan puluhan kapaknya.
" Hell Drider!"
Tiba-tiba semua kapak yang berputar-putar itu berubah menjadi warna merah, dan di selimuti oleh api.
__ADS_1
Pancaran dari api tersebut cukup terang, bahkan panas nya juga bisa dirasakan oleh para prajurit yang berada ratusan meter dari nya.
" Wah, hebat. Panasnya sampai bisa terasa ke sini." Gumam salah seorang prajurit memuji nya.
" Komandan Chentya juga sangat hebat, dia memperlihatkan sihir spesial yang biasa digunakan oleh assasin." Gumam yang lainnya.
* Assasin adalah seorang pembunuh yang beraksi secara diam-diam, gerakannya yang lincah dan rapu itu membuat nya di panggil Ghost killer.
" Hei, dia itu tidak bisa dibandingkan dengan orang seperti itu. Dia adalah salah satu orang terkuat di dunia, wajar saja jika dia bisa menggunakan satu atau dua sihir assasin."
" Wah, lihat itu komandan Chentya melakukan gerakan baru lagi!"
" Sial, semua shuriken ku meleleh gara-gara api itu. Jika begini aku sudah benar-benar tidak bisa mendekatinya sama sekali, dia tidak memiliki celah satu pun, kecuali.."
Kemudian Chentya melihat ke arah bawah.
Tiba-tiba muncul asap hitam yang menghalangi pandangan, semua objek dalam radius 30 meter tertutup oleh asap tersebut.
" Uhuk, uhuk. Kemana dia, jangan-jangan dia menggunakan racun untul menyerang ku!" Gumam Balx sambil menutupi hidungnya.
" Kalau benar, aku hanya perlu menyingkirkan semua asap ini, Splash winds!"
Beberapa saat kemudian angin berhembus kencang meniup semua asap-asap tadi.
" Dia tidak ada, kemana dia pergi?"
__ADS_1
Balx melihat ke sekeliling.
" Aku disini!" Ucap Chentya yang berada tepat di belakang nya.
" Sial!"
Lalu Balx langsung mengarahkan sebagian kapak-kapak nya yang berputar itu untuk menyerang Chentya.
Suara senjata beradu pun terdengar, Chentya menahan dua kapak yang berputar itu secara bersamaan. Kemudian kapak yang ketiga nya melesat dari arah belakangnya, dan mengenainya.
Tetapi setelah terkena serangan itu dia tiba-tiba berubah jadi potongan kayu.
" Apa?" Ucap Balx tak percaya.
Lalu Balx pun melihat ke sekeliling nya dengan teliti.
" Aku disini." Ucap Chentya yang berada di atasnya. Dia melayang dengan menaiki pedang nya.
Dengan spontan Balx mengarahkan kapak-kapak nya ke arah Chentya, namun setelah kena dia berubah lagi menjadi kayu.
" Apa-apaan ini, dia membuat ku pusing." Ujar Balx kesal.
" Jika segitu saja kau sudah pusing, bagaimana kalau kau menyelesaikan permasalahan yang rumit?"
Seketika Balx langsung mengarahkan kapaknya lagi, namun lagi-lagi Chentya berubah menjadi potongan kayu.
__ADS_1
" Arrrgh!" Balx semakin kesal.
Lalu tiba-tiba Chentya muncul dari berbagai arah, dia berjumlah sepuluh dan Balx pun dengan segera mengarahkan kapak-kapaknya ke sepuluh Chentya tersebut.