
" Tapi meskipun kita seorang Reiyu tetap saja kita masih memiliki perasaan sebagai manusia."
Sang kapten pun tertegun, dia juga sebenarnya memiliki perasaan yang sama namun dia tidak berani menentang atasannya.
" Tolong kapten, aku percaya bahwa kamu juga masih memiliki hati seorang manusia."
Sang kapten pun menjadi semakin bimbang, dan para bawahannya juga terus-menerus memohon kepadanya.
" Baiklah, tapi ini juga memiliki resiko yang sangat tinggi. Karena jika para atasan akan mengeksekusi kita di tempat jika tidak segera pergi dari sini, apakah kalian masih yakin tentang itu?"
" Kami yakin!" Ucapnya serentak.
" Sebelum itu aku ingin mengajak beberapa kapten pasukan lain yang ku kenal, semoga mereka bisa diajak kompromi."
Lalu sang kapten pun menekan beberapa tombol di ruang kemudi, kemudian terlihat beberapa wajah pada layar monitornya.
" Ada apa K-1035?" Tanya salah seorang dari layar monitor tersebut.
" Aku ingin memberitahu kalian sesuatu. "
Lalu Sang kapten pun menjelaskan pendapatnya kepada mereka.
" Oh, begitu. Aku paham, memang atasan kita kali ini memang sangat sadis dia bahkan rela mengorbankan anak buah nya begitu saja."
" Terimakasih K-905."
__ADS_1
" aku juga sependapat dengan mu K-1035, ayo kita pergi dari medan pertempuran ini."
" Hei, hei, apakah kalian yakin, jika ketahuan atasan maka kita akan di eksekusi di tempat."
" Kamu memang benar K-5076, tapi jika kita tetap berada disini kita sudah pasti akan mati dibunuh oleh nya dengan serangan kilatnya itu."
" Aku juga sependapat dengan K-2045, lebih baik kita pergi dari sini saja."
" Iya, aku juga setuju. Meskipun ini sangat beresiko, aku lebih baik mati di eksekusi daripada mati karena menuruti perintah dari atasan yang gila itu."
" Baiklah, aku juga akan ikut bersama kalian. Sebenarnya aku juga sudah muak dengan atasan gila itu."
Kemudian para kapten dari beberapa pesawat tempur lainnya pun setuju dengan rencana K-1035. Akhirnya dengan serentak mereka pergi dari medan pertempuran dengan kecepatan penuh, namun tiba-tiba ratusan ribu pesawat tempur lainnya pergi mengikutinya.
" Biarkan kami mengikuti mu, aku ingin pergi dari medan pertempuran yang gila ini, aku tidak ingin mati konyol begitu saja!".
" Baiklah kalau begitu. "
" Ada apa K-905?"
" Sepertinya pasukan lain juga memiliki pendapat yang sama dengan kita, mereka tidak ingin mati dalam pertempuran ini."
" Baguslah kalau begitu!"
Ratusan ribu pasukan tersebut pun menjauh dari arena pertempuran, pesawat-pesawat tempur yang tersisa pun mengikuti mereka.
__ADS_1
" Kenapa mereka pergi, dewi raffsha?"
" Sepertinya di dalam pasukan itu ada pemberontak yang tidak ingin mati dalam peperangan ini, kemudian para pasukan lainnya pun sama tidak ingin mati begitu saja, jadi mereka pun mengikuti para pemberontak itu supaya tidak terbunuh."
" Kenapa dewi bisa tahu tentang hal itu?" Tanya Shou heran.
" Aku bisa membaca perasaan orang lain dalam ruang lingkup yang cukup besar."
" Wah, eh…, kalau begitu dewi juga bisa membaca perasaanku."
" Tidak, aku tidak bisa membaca perasaan mu. Entah kenapa aku tidak bisa membacanya, seperti ada sesuatu yang melindunginya."
" Oh, begitu. Lalu kita sekarang harus bagaimana, mereka semua telah pergi meninggalkan kita."
" Kita harus pergi ke tempat akar permasalahan nya, markas pusat!"
" Oke."
Lalu mereka berdua pun terus melaju dengan sangat cepat menuju markas musuh.
" Sial, kenapa mereka malah memberontak dari ku, apakah mereka tidak tahu konsekuensinya jika tidak mematuhi perintah ku, dasar anak buah yang tak tahu diri!"
Orang yang sedang melihat monitor itu pun meneguk sebotol anggur sekaligus.
" Sial, aku harus melenyapkan mereka. Tetapi aku juga harus melenyapkan mereka berdua dulu, tapi jika aku ingin melenyapkan mereka berdua dulu, anak buah ku yang tak tahu diri itu sudah pasti melarikan diri."
__ADS_1