
Gadis iblis yang kini tak bisa melakukan perlawanan apa pun terhadap Shou hanya bisa pasrah menjalin kontrak dan menjadi budak dari seorang manusia.
“Puluhan ribu tahun terkurung di dalam pohon beringin terkutuk dan berakhir menjadi budak dari makhluk rendahan, aku sudah tak punya muka lagi sebagai ratu iblis.”
“Oh, pantas saja kekuatanmu jauh lebih kuat dibanding semua iblis yang pernah kutemui.” timpal Shou tampak tak terkejut sama-sekali.
“Kamu tidak terkejut?” tanya iblis itu.
“Tidak, aku sudah membaca semua ingatanmu barusan. Ratu iblis pertama, Rezina. Dikhianati oleh suami sendiri yang haus akan kekuasaan, ternyata kau tidak seburuk yang aku duga. Meskipun rata-rata iblis menginginkan kekacauan, kau berpikir sebaliknya. Mengendalikan kaum yang menyukai kekacauan bukanlah hal yang mudah, bahkan secara perlahan mengubah sifat mereka.”
Rezina menghela nafas, “Sekarang aku tak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin mereka lagi, tak ada harapan lagi untuk membuat kerajaan iblis seperti yang kuharapkan.”
“Siapa suruh kau malah menyerang kami lebih dulu, padahal kau terlepas dari segel berkat bantuanku.” ujar Shou.
“Iya, iya, aku minta maaf atas itu tuanku.”
“Kamu kelihatan tidak ikhlas, tapi aku tak memedulikannya. Sekarang kamu telah menjadi budakku, tentu harus segera dilatih agar tidak kalah dari orang lain.”
__ADS_1
Shou membantu Lorrie, Lacasina, dan juga Rosse memulihkan diri. Mana mereka telah penuh kembali, fisiknya pun sedang dalam keadaan prima.
“Aku ingin kalian berlatih tanding mumpung di sini kosong, Rezina melawan kalian bertiga.” ucap Shou.
“Tapi pedangnya itu sangat mengerikan, apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Lorrie.
“Rezina dilarang menggunakan pedangnya, setiap luka yang kalian terima akan langsung kusembuhkan, aku juga akan memastikan bahwa setiap orang tidak akan kehabisan mana. Bagaimana?”
Lorrie sebenarnya ingin menolak, karena itu berarti mereka akan terus bertarung tiada henti tanpa batasan waktu. Tapi karena Rosse yang terlalu bersemangat, dia tak memiliki kesempatan untuk menghindari latihan ini.
“Ah, seluruh tubuhku rasanya remuk. Shou, bisakah kau menggunakan sihir untuk menghilangkan rasa sakit ini?” tanya Lorrie.
“Benar, aku juga sangat kelelahan sekarang. Bahkan aku tak memiliki tenaga lagi untuk mengangkat gelas.” ujar Rosse.
“Kalau begitu, lebih baik kamu segera pulang untuk istirahat Rosse. Besok kita akan ambil libur, jadi kamu bisa beristirahat sepuasnya.” jelas Shou.
“Bagaimana denganku? Untuk tidur saja sepertinya akan sulit, tidak nyaman dengan situasi tubuhku saat ini.”
__ADS_1
“Kalau kamu lebih enak berendam di kolam air panas, coba saja nanti.” Shou memberi saran.
“Aku juga sepertinya sudah cukup mengantuk, aku ingin pulang dan tidur lebih awal.” ujar Lacasina.
“Baiklah, sampai jumpa!”
“Sampai jumpa!”
Sepulang makan malam, Shou memberi Rezina pelatihan super berat tanpa henti dan terus memaksanya melampaui batas. Latihan itu menjadi pengalaman terburuk bagi Rezina, bahkan lebih buruk daripada dikurung di dalam pohon selama puluhan ribu tahun.
Rezina tidak diberi waktu istirahat sedikit pun, bahkan rasa kantuk yang luar biasa terpaksa ia tahan selama 30 jam sampai seluruh anggota party little dream berkumpul kembali.
“Shou, sekarang Rezina kelihatan sangat takut padamu. Apa yang kamu lakukan padanya?” tanya Lacasina yang melihat mantan ratu iblis itu menjaga jarak dan tatapan dari tuannya.
“Aku hanya memberinya latihan yang cukup ketat kemarin, setelah mentalnya sembuh dia akan berkali lipat lebih kuat dari sebelumnya.”
Lorrie dan anggota party yang lain menelan saliva, sedikit tatapan dari Rezina membuat mereka semua berkeringat dingin. Padahal Rezina tidak mengeluarkan hawa membunuh sama sekali, dia langsung memalingkan wajah karena takut salah seorang teman tuannya itu mengadu.
__ADS_1