Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Peri yang Energik


__ADS_3

Setelah beberapa jam,akhirnya Shou terbangun.Dia bangun dari pangkuan peri tersebut sambil memegang kepalnya yang pusing.


“Kamu siapa?” Tanya Shou dengan kesadaran yang belum sepenuhnya pulih.


“Aku adalah pendampingmu,master!” Jawab peri tersebut halus,dia tersenyum pada Shou dengan begitu manis.


Shou mengucek-ngucek matanya,ia pikir bahwa yang saat ini ia lihat bukanlah kenyataan.Seorang gadis cantik tanpa memakai apapun berkata pada Shou bahwa dia adalah pendampingnya,ia mencubit pipinya dengan cukup keras.


“Aduh!” Shou menggosok pipinya yang sakit.


“Ini bukan mimpi,master.Aku adalah pendampingmu.” Jelasnya.


“Tapi...,” Shou kemudian memandangi perempuan tersebut sekilas,dari atas sampai bawah.Setelah itu ia langsung memalingkan wajahnya. “kenapa kamu tidak memakai pakaian?” Tanyanya.


“Memangnya kenapa,apakah tuan tidak suka melihat tubuhku ini?” Perempuan tersebut mendekatkan wajahnya ke arah Shou,Shou pun terlihat semakin canggung.


“Kenapa,master kenapa,apakah aku ini sangat jelek,sampai-sampai master tak mau melihatku seperti itu.” Ucap perempuan tersebut semakin mendekat ke arah Shou.


“Bukan seperti itu,tapi...”


“Tapi apa master,master benar-benar tidak menyukaiku ya?” Perempuan tersebut menatap Shou seolah-olah dia ingin menangis.


“Bukan seperti itu,aku sangat menyukaimu kok.Cuma kalau kamu memakai pakaian.” Jelas Shou sambil memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Emm...,seperti itu ya.Jadi master suka perempuan yang memakai pakaian,tapi pakaian seperti apa ya,yang disukai oleh master.” Perempuan itu pun berpikir sejenak.Shou yang sedari tadi memejamkan matanya,terselamatkan oleh Ranzie.


“Pakailah dulu handuk ini,nanti aku akan menyiapkan pakaian yang disukai oleh mastermu.”


Perempuan itu pun kelihatan sangat gembira,dengan segera ia mengambil handuk tersebut dan memakainya.


“Shou,sekarang sudah tak apa-apa.”


Mendengar itu,Shou pun membuka matanya dan melihat ke arah perempuan tadi.


“Master,aku cantik kan?” Ucapnya penuh percaya diri.


“Iya,iya,kamu sangat cantik.” Timpal Shou.


Shou pun mulai tak paham dengan perkataannya, “Kenapa aku harus memelukmu?”


“Master tak ingin ya,hmm...”


“Bukan seperti itu,tapi...”


“Master banyak tapi-tapi nya,kalau tak mau peluk aku tinggal bilang iya aja.”


Shou terlihat kebingungan,namun ia tetap berusaha untuk mencari solusi terbaik.

__ADS_1


“Untuk sekarang sepertinya memang iya,” Shou mencoba untuk menjelaskan perlahan.Tapi,


Tuh kan,master tak sayang aku!” Perempuan itu berteriak dan menangis dengan kencang.Beberapa orang yang sedang berlalu lalang memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh perempuan tersebut itu pun memperhatikannya dan heran dengan kelakuannya.


Shou yang tak ingin diperhatikan oleh semua orang itu pun dengan segera membungkamnya dan memojokkannya ke pohon.


Perempuan itu terlihat terkejut sebentar,setelah itu ia langsung memeluk masternya dengan erat.


“Master,aku mencintaimu!” Shou berusaha untuk melepaskan diri dari genggamannya.Tapi tak seperti kelihatannya,perempuan cantik dengan lengan yang mungil nan lembut itu membuat Shou tak bisa berbuat apa-apa.Ia mencengkramnya dengan sangat erat,bahkan Shou pun sampai kesulitan bernapas.


“To...lo...ng lepask...kan aku!”


Meski Shou sudah berkata seperti itu,sepertinya gadis tersebut tak mempedulikannya.Entah memang sengaja atau tak mendengar suara Shou,gadis itu malah mempererat pelukannya.


“Hei hei hei,lepaskan dia.Kalau tidak,dia bisa mati!”


Setelah Ranzie berkata seperti itu,gadis itu akhirnya melepaskan pelukannya dan Shou pun bisa bernapas lagi dengan lega.


“Terimakasih,Ran. Kalau tidak ada kamu,mungkin aku sudah mati kehabisan nafas.” Ucap Shou terengah-engah.


“Eh...,padahal aku memeluknya tidak terlalu erat lho.Tidak terlalu erat kok master,beneran.” Dengan wajah polosnya itu,dia berupaya untuk mendapatkan maaf dari masternya supaya tidak dimarahi.


“Kamu ini seharusnya tahu,perbedaan kekuatan fisik manusia biasa dengan peri.” Ujar Ranzie menasihatinya.

__ADS_1


“Iya-iya,aku minta maaf.” Ucapnya ketus.Dia lebih rela dinasihati oleh masternya sendiri daripada oleh orang lain.


__ADS_2