
" Kamu bukanlah manusia sepenuhnya, sebenarnya apa kamu ini sebenarnya?" Tanya tabib.
" Itu merupakan rahasia pribadiku, sekarang aku harus segera pergi lagi karena kaisar saat ini sudah aman." Ucap Wolfred.
" Hei, kamu masih belum menjelaskan semuanya, kenapa selama 3 hari ini kamu menyembunyikan yang mulia?" Tanya tabib lagi.
" Tentu saja untuk melindunginya, untuk lebih jelasnya bisa kau tanyakan sendiri pada orangnya." Jawab Wolfred.
Kemudian Wolfred melirik ke arah Shou.
" Namamu Shou bukan?" Tanyanya.
" Iya, namaku adalah Shou. Ada perlu apa denganku?"
" Tidak, hanya saja aku menyarankan jika kamu ingin pergi ke taman bunga lebih baik ke cloravia saja, disana ada taman bunga yang sangat luas dan indah, aku hanya ingin memberitahumu itu saja, sampai jumpa!"
Kemudian pria bernama Wolfred itu pun menghilang seketika, sepertinya ia menggunakan sihir teleport dan entah kemana.
" Yang mulia apakah anda baik-baik saja?" Tanya tabib.
" Tidak apa-apa, sejak dulu anda memang selalu seperti ini ya?"
__ADS_1
" Ini adalah kewajiban saya sebagai tabib kekaisaran, sudah sewajarnya jika saya bertindak seperti ini."
" Apa maksud dari perkataan nya itu ya, aku yakin ada maksud lain dalam perkataan nya itu." Gumam Shou dalam hati.
Setelah beberapa lama kemudian, mereka pergi ke dalam istana.
Semua orang yang berada disana sangat terkejut melihat kaisar yang saat ini sedang berjalan dengan santai.
Informasi itu pun menyebar ke seluruh penjuru istana dengan cepat. Balx, Chentya dan Thev dengan segera mencari keberadaan kaisar yang sedang berkeliling di dalam istana.
" Yang mulia, apakah itu dirimu?" Tanya Chentya tak percaya.
" Kamu bohong, aku tak percaya bahwa kamu ini adalah yang mulia. Yang mulia saat ini sedang beristirahat dengan tenang di alam sana." Ujar Balx.
" Apa-apaan kamu ini, dia benar-benar yang mulia kaisar." Jelas Tabib.
" Bukannya saat itu kamu yang pertama kali mengatakan bahwa yang mulia itu sudah tiada, kenapa saat ini kamu dengan mudah nya bilang bahwa orang yang berada di depan ku ini merupakan kaisar yang pernah bertukar cawan kesetiaan denganku, mana mungkin!" Balx masih saja tidak percaya, bahwa yang di depannya ini merupakan kaisar yang sesungguhnya, yang pernah bertukar cawan kesetiaan dengannya.
Chentya dan Thev juga terlihat agak ragu-ragu.
" Wajar saja jika kalian tidak percaya dengan perkataan nya, lagipula awalnya juga ia tak mempercayainya." Ujar Shou.
__ADS_1
" Oh iya Shou, maaf baru menyadarinya. Selamat datang kembali di kekaisaran, sepertinya rencanamu itu berjalan dengan baik lagi." papar Thev.
" Tidak juga, aku menjanjikannya satu minggu tetapi ternyata aku terlambat satu hari." Ujar Shou.
" Shou, apakah benar dia yang mulia?" Tanya Chentya.
" Tentu saja. " Jawab Shou.
" Tetapi bagaimana bisa…." Sebelum Chentya melanjutkan perkataan nya Shou menyela.
" Mari kita bicarakan ini di tempat lain, lebih enak jika ada teh hijau juga."
" Siap, siap. Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkannya, kamu ini memang sangat suka teh hijau." Ujar Chentya.
" Chentya, apa kamu ini sudah percaya bahwa yang mulia ini adalah yang asli?" Bisik Thev.
" Entahlah, tapi kalau memang asli sepertinya Balx dalam masalah besar." Bisiknya juga.
" Hei, aku bisa mendengarkanmu." Ujar Balx.
" Bagaimana jika dia memang yang mulia kaisar yang asli, tadi aku benar-benar membentaknya, hukuman apa yang pantas bagiku ini?" Gumam Balx dalam hati
__ADS_1