Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-42 Menaklukkan


__ADS_3

Lacasina, Lorrie, dan Rosse mengeluarkan kemampuan bertarung terbaiknya demi menandingi gadis iblis di hadapan mereka. Kemampuan iblis itu sangat mengerikan, terutama pedangnya yang memiliki kutukan. Setiap makhluk hidup yang tergores pedang tersebut akan membusuk, sementara makhluk yang tidak hidup seperti pedang dan tanah akan terkorosi.


Efek dari pedang ini sangat kuat, bahkan tembok besar sepuluh lapis yang diciptakan oleh Lacasina runtuh perlahan hanya karena sentuhan kecil dari pedang tersebut.


“Bagaimana ini?” Lacasina mulai pesimis, kekuatan elemennya sama-sekali tak berguna di hadapan pedang itu.


Lorrie juga tak lebih optimis, sejak awal pedangnya telah berkarat dan hancur dengan mudah. Kegiatannya saat ini hanya bisa mengalihkan perhatian, mengandalkan Lacasina dan Rosse untuk serangan kuat.


Rosse melancarkan begitu banyak sihir tingkat tinggi, membuat seluruh hutan radius ratusan kilo meter terbabat habis. Lacasina juga tiada hentinya menembakkan peluru dari dalam tanah, ia pun kini hampir mencapai batasnya.


“1 jam ya, kapasitas mana mereka meningkat cukup drastis dalam beberapa bulan ini. Hanya saja Rosse masih boros dalam menggunakan mana, ditambah dia tidak terlalu memedulikan lingkungan sekitar.” Shou menghela nafas, dia menggunakan sihir teleportasi dan menghalau serangan dari gadis iblis itu di saat genting.

__ADS_1


“Apa!? Bagaimana mungkin kamu bisa menghalau pedang kehancuran ini, bahkan dengan tangan kosong.”


Shou menggunakan sedikit dorongan dan membuat iblis itu terpental puluhan meter. Belum juga sempat beristirahat, Shou menghantamnya lagi berulang kali dari berbagai arah.


“Kita tadi dihajar habis-habisan oleh gadis itu, tapi kini Shou menghajarnya hingga tak berdaya. Sebenarnya seberapa kuat ketua party kita ini?” Lorrie berdecak kagum.


“Andai saja gadis itu tidak membawa pedang anehnya, aku juga bisa membakarnya menjadi abu.” jelas Rosse.


“Membakarku saja tidak mampu, apa lagi membakar gadis kuat itu. Jangan terlalu melebihkan kemampuanmu, nanti akan malu sendiri bila tak bisa membuktikannya.” jelas Lorrie meledek.


“Orang yang bodoh pasti akan mendengarkanmu.” Lorrie menghilang perlahan dan muncul di samping Rosse, kemudian langsung merebut tongkat sihirnya.

__ADS_1


“Kembalikan padaku!” pinta Rosse memaksa.


“Dengan begini kekuatan sihirmu dan keakuratannya akan berkurang drastis, bagaimana kamu akan melakukannya?”


“Bisakah kalian berhenti!? Shou masih bertarung dan kalian malah sibuk berkelahi. Jika memiliki waktu luang sebaiknya pakai untuk memulihkan diri, waspada dengan situasi tidak terduga.”


Rosse dan Lorrie akhirnya diam, mereka menuruti apa yang dikatakan Lacasina. Shou juga kini telah membuat gadis iblis itu babak belur, terus menyerangnya selagi memiliki niatan untuk melawan.


Fisik iblis ini sangat kuat, ditambah memiliki kemampuan untuk beregenerasi tanpa batas. Pedangnya juga sangat aneh, tidak bisa dikendalikan oleh orang lain. Pemulihan mananya pun lumayan cepat, setidaknya setengah kali dariku. Meskipun aku jauh lebih kuat darinya dalam segala hal, sangat disayangkan jika gadis ini dibunuh olehku. Bagaimana jika menjadikannya sebagai budak? Sepertinya akan sangat menguntungkan bagiku.


“Kenapa berhenti memukuliku?” gadis itu terheran, luka parahnya sudah sembuh seketika saat Shou menghentikan serangannya.

__ADS_1


“Seharusnya kamu tahu jika ini terus berlanjut siapa yang akan terbunuh. Aku hanya ingin menawarkan kontrak tuan dan budak agar kau bisa melanjutkan hidup, tapi tentu saja kau memiliki hak untuk menolak.” jelas Shou.


Lorrie, Lacasina, dan Rosse benar-benar terkejut dengan keputusan yang dibuat oleh Shou. Apalagi gadis itu sangat mengerikan, tentu saja akan sangat berbahaya meskipun telah terikat oleh kontrak perbudakan.


__ADS_2