Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Masalah datang tiada henti


__ADS_3

“ Guru, guru, apa yang sedang terjadi?” Tanya Yu dengan penuh ketakutan.


Dewa Zyuen tidak mendengarkan ucapannya, karena suara gemuruh itu menggelegar dengan sabgat keras. Awan hitam itu kini semakin pekat, dan petir-petir itu menggelegar semakin kencang.


“ Petir merah, apa maksudnya ini?” Gumam Dewa Zyuen dalam hati.


Para dewa dan dewi berlarian untuk mencari tempat berlindung, sampai-sampai mereka melupakan para dewa yang sedang terpingsan.


Suara gemuruh nya semakin keras, salah satu sambarannya mengenai sebuah pilar penyangga sehingga pilar tersebut pun roboh.


“ Guru, awas!” Teriak Yu.


Lalu Dewa Zyuen mengeluarkan sihir pedang pembasmi dan membelah pilar tersebut menjadi beberapa bagian.


Setelah itu dia mencoba untuk memangku Shou, namun ketika baru saja memegang sedikit tubuhnya dia merasakan panas yang luar biasa.


“ Aggrh, sial!”


“ Guru, kita harus segera mencari tempat berlindung!”


“ Kau pergi duluan saja, nanti aku akan menyusul!”


“ Tapi guru....”

__ADS_1


“ Cepat, aku tidak bisa melindungi Shou dan juga dirimu sekaligus!*


“ Baiklah guru!”


Lalu Yu pun bergegas pergi untuk mencari tempat berlindung baginya.


Sementara itu, ternyata di alam bawah juga sedang mengalami kekacauan. Para monster kini semakin agresif dan menyerang pedesaan dan perkotaan. Para petualang dan para prajurit kesulitan untuk mengatasi monster-monster itu.


“ Hyaaaahhh!” Ucap Balx sambil mengayunkan kedua kapak nya ke arah seekor ancient giant.


*Ancient giant adalah monster raksasa yang tinggal di pedalaman hutan, mereka biasanya hidup berkelompok sekitar 5-6 ekor. Gerakan mereka lamban namun daya serang mereka sangat kuat, bahkan sekali pukulannya saja bisa merobohkan sebuah rumah di pedesaan.


“ Hahahaha, kau bukanlah tandingan Balx si kapak ganda.” Ucapnya sambil menyeringai.


“ Sebaiknya kau melihat ke arah belakang mu juga!” Jelas Chentya sambil menyarangkan pedangnya. ‘ click '


“ Hahaha, tenang saja. Karena di belakang ku ada kalian berdua.” Ucapnya sambil menyimpan kedua kapak nya di atas punggung.


‘ Sleb '


“ Sebaiknya kita harus segera pergi ke tempat lainnya!”


Lalu dia kemudian memutar-mutarkan tombaknya dan menapakkannya ke tanah

__ADS_1


“ Iya, masih banyak tempat yang harus kita lindungi.”


“ Ayo berangkat, kita basmi mereka semua!”


Lalu mereka pun pergi dari tempat tersebut


Di tempat lain Riss, Lorrie, Lacasina, Lisa dan juga Rosse berusaha sekuat tenaga untuk melindungi akademi dari gempuran monster.


“ Sial, jumlah mereka sangat banyak!” Ucap Lorrie dengan terengah-engah.


“ Kalau saja Shou ada disini mungkin saja mereka bisa di tangani dengan mudah.” Ujar Rosse sambil mengeluarkan sihir api beruntun nya.


“ Bagaimana pun juga kita harus melindungi akademi ini, murid-murid disini mungkin bertalenta namun mereka masih belum memiliki pengalaman bertarung asli untuk mempertaruhkan nyawa. Jadi mereka tidak akan mungkin bisa menghadapi monster-monster seperti ini, mereka sangat ganas dan agresif, sebelum mereka melancarkan serangan , mereka akan terlebih dahulu di habisi.”


“ Jika mereka berhasil menembus kita, maka murid-murid disini akan berda dalam bahaya. Kita harus berusaha sekuat tenaga!” Ujar Lisa.


Lalu dia menggunakan sihir pemulihan kepada Riss dan yang lainnya, luka-luka yang mereka dapatkan pun berkurang sedikit demi sedikit


‘Srtt, Srtt, Srtt, Srtt'


“ Wind slash!”


“ Sepertinya kita tidak akan cukup untuk memukul mundur mereka semua.” Ujar Lorrie sambil mengayunkan pedangnya ke arah monster-monster itu.

__ADS_1


“ Kita harus bertahan sedikit lebih lama lagi, para pengajar akan datang sebentar lagi setelah selesai mengevakuasi para murid.”


__ADS_2