
Di sebuah ruangan kecil, Shou terlihat sangat fokus mengotak-ngatik sebuah cincin kecil dengan permata kecil berwarna merah di tengahnya.
Dia sepertinya sedang menyalurkan mana nya kedalam permata kecil tersebut sehingga permatanya bersinar lebih terang dan terlihat lebih indah.
Shou kemudian mengambil cincin lainnya yang sama-sama memiliki permata namun dengan warna-warna yang berbeda. Ia pun melakukan hal yang sama lagi seperti tadi.
" Sekarang tinggal ku cek saja!"
Kemudian Shou mengambil sebuah kotak kecil, di bagian atas tersebut terdapat kaca transparan sehingga kita dapat melihat isinya.
Didalamnya terlihat sebuah jarum kecil berwarna merah dan angka-angka berurutan yang di susun melengkung seperti busur.
Angka-angka tersebut merupakan bilangan cacah kelipatan 10 sampai seratus dan di pertengahan jarak antara angka ditandai dengan garis kecil.
Shou Kemudian memakai salah satu cincin, dia memilih warna merah terlebih dahulu.
__ADS_1
Ia mengarahkannya ke arah kotak tadi yang tak lain merupakan alat pengukur Olster, ia akan mencoba keefektinamun dari keempat cincin tadi dalam menghasilkan Olster.
Jarum kecil berwarna merah tersebut kemudian bergerak sedikit demi sedikit berputar ke arah kanan, dalam waktu 15 detik jarum kecil itu sudah berada pada batasnya tidak bisa berputar lagi, kemudian Shou melepaskan kembali cincinnya dan jarum kecil tadi pun bergerak kembali dengan cepat ke seperti semula.
Shou pun kembali menguji ketiga cincin lagi yang masih belum di cek, ia melakukan nya dengan sabar dan ulet meskipun terlihat di wajahnya bahwa ia sudah sangat mengantuk.
" Semuanya sempurna, dengan begini besok kita seharusnya sudah bisa kembali ke kekaisaran, hoam..."
Karena saking mengantuknya ketika ia duduk di kursinya dan bersandar pada meja yang ada di depannya ia langsung terlelap.
Mentari pagi sudah mulai menunjukkan jati dirinya, ia agak berbeda dengan mentari pagi yang ada di dunia bawah, di sini mentari pagi nya berwarna kebiru-biruan.
Terdengar suara pintu yang sedang dibuka oleh seseorang, ternyata ia adalah dewi Laxmi.
Ia ingin mengecek keadaan Shou karena dalam beberapa hari ini ia memang sering begadang sampai larut malam dan tertidur di sembarang tempat.
__ADS_1
Dewi Laxmi seperti sudah menyiapkannya dari tadi, ia membawa sebuah selimut yang agak tebal namun ringan dan sangat lembut sehingga membuat Shou tidak terganggu sama sekali.
Setelah itu dewi Laxmi melirik ke arah cincin-cincin yang bergeletak di depan Shou, setelah itu ia bergegas pergi dan menutup pintu nya dengan amat pelan.
" Selamat malam!" Gumamnya pelan sambil tersenyum melihat Shou dari sela-sela pintu.
Sang fajar sudah mulai naik ke atas, kehangatannya tembus melewati jendela dan mengarah ke arah Shou, beberapa saat kemudian Shou pun terbangun.
" Hoam..., selamat pagi! " Shou menguap lalu melakukan sedikit peregangan, selimut yang tadi di bawakan oleh dewi laxmi terjatuh ke lantai.
Shou pun bergegas mengambilnya dan merapikannya, setelah itu ia menaruhnya diatas meja.
Shou terlihat sangat senang, tentu saja karena ia akhirnya memecahkan cara untuk membuat keempat dewi agung tidak lagi terjeruji oleh tempat yang sangat indah ini, meskipun indah namun tidak bisa dinikmati bersama hanya akan terasa hambar seperti piknik ke taman yang sangat memukau mata namun disana kamu hanya sendirian saja.
Shou mengambil keempat cincin tersebut dan sudah tak sabar ingin kabar yang gembira ini.
__ADS_1