
“ Meskipun murid-murid mu itu sudah sangat terlatih?”
“ Tidak, mereka semua pun tidak cukup terlatih. Mereka semua masih bisa dibilang pemula, jadi wajar saja jika mereka semua tidak bisa berhasil mengalahkan seseorang yang sudah sangat terlatih.”
“ Tapi murid-murid mu itu sudah belajar dari mu lebih dari 500 tahun, jika di bandingkan dengannya dia hanya berlatih selama beberapa tahun. Kenapa dia bisa sehebat itu?”
“ Aku juga tidak tahu kenapa, tapi sepertinya dia sangat ambisius.”
Lalu dewa Zyuen menyuruh dewa Vict untuk menghentikan pertarungan, pertarungan tersebut pun di hentikan.
“ Guru, kami belum kalah. Biarkan kami untuk mengalahkan nya!”
“ Untuk saat ini Kalian tidak akan bisa mengalahkan nya, meskipun dia kalah itu karena jumlah kalian yang jauh lebih unggul, kalian tidak akan bisa mengalahkan nya satu lawan satu.”
“ Meskipun begitu, aku tetap ingin mengalahkan nya. Aku tak peduli meskipun aku menang karena unggul dalam jumlah.”
“ Setelah mengatakan semua itu, apakah kau masih mengaku muridku?”
“ Kalau soal itu....”
__ADS_1
“ Aku ingin memiliki murid yang berkualitas, aku tidak peduli dengan kuantitasnya. Jika kamu masih ingin menjadi muridku seharusnya kamu sudah mengerti.”
“ Tentu saja, aku tidak akan mengecewakan anda!”
“ Kami juga!”
“ Baguslah kalau begitu.”
Setelah mengelap keringat nya dan melakukan peregangan, Shou mendatangi Dewa Zyuen.
“ Kenapa tadi kamu menghentikan kami, padahal aku belum mengalahkan satu pun dari mereka.”
“ Sebenarnya aku tidak mau mengakui ini, tetapi kamu juga sudah tahu bukan siapa yang akan menang?”
“ Tentu saja tidak!”
“ Sudah ku kira.”
“ Eh, apa yang sudah kau kira?”
__ADS_1
“ Aku mengira kamulah yang akan menjadi lawanku selanjutnya karena aku sudah dipastikan bisa mengalahkan semua muridmu, Karena itu kamu ingin memperlihatkan kehebatanmu pada mereka supaya mereka bisa lebih termotivasi lagi setelah melihatmu mengayunkan pedang.”
“ Heh, kenapa kau bisa tahu semua itu?”
“ Tentu saja aku tahu, tetapi sebaiknya kau tidak melakukan itu.” Seketika ekspresi Shou berubah drastis, dia terlihat menjadi sangat sedih.
“ Apakah itu pernah terjadi sebelumnya?”
Shou pun mengangguk
“ Saat aku berumur 11 tahun dan masih di dunia ku, aku pernah mengalahkan seorang guru besar kendo di dojo miliknya, guru besar tersebut sangat di hormati dan di segani oleh semua muridnya. Dia juga sangat terkenal di berbagai kota, waktu itu juga ada sekelompok Kru TV yang merekam semua pertandingan kami, dan ketika guru besar kendo tersebut berhasil ku kalahkan dia berkata seperti ini padaku, Dasar monster pergilah kau dari sini kau telah berhasil membuatku malu di hadapan semua muridku dan juga di hadapan semua orang yang menonton ini, kau pikir dimana harga diriku sebagai seorang guru besar setelah di kalahkan oleh bocah umur 11 tahun, pergilah kau dari sini jangan pernah kembali lagi!”
Shou pun meneteskan air mata, Dewa Zyuen beserta beberapa muridnya pun termenung. Dewa Zeno dan Vict pun menghampiri mereka dan terkejut melihat ekspresi mereka dan juga tidak tahu apa yang menjadi penyebab nya.
“ Hei, apakah kau tahu kenapa mereka bisa jadi seperti ini?” Bisik Dewa Zeno.
“ Tentu saja aku tidak tahu, lebih baik kamu tanya saja sendiri pada mereka!”
“ Kamu saja yang tanya pada mereka, aku tidak tahu bagaimana mengatakan nya.”
__ADS_1
“ Aku juga tidak tahu, mereka semua terlihat sangat sedih dan sedang memenungkan sesuatu.”
“ Apakah Shou telah.....”