Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Memanfaatkan kesempatan yang ada


__ADS_3

Dalam sepuluh menit Shou terus-terusan membuka halaman buku dan membacanya tanpa memghiraukan Dewi Laxmi sedikitpun.


" Jika terus seperti ini, waktu yang telah diberikan mereka akan sia-sia. Sebaiknya aku mengajaknya ke tempat lain dimana aku bisa menunjukkan kemampuanku." Gumam Dewi Laxmi dalam hati.


Setelah beberapa saat dia terpikirkan satu tempat.


" Shou!" Ujar Dewi Laxmi memanggilnya.


Tapi Shou tidak menghiraukan panggilannya dan hanya asik membaca buku yang sedang dipegangnya.


" Shou!" Sekali lagi Dewi Laxmi mencoba untuk memanggilnya.


Namun Shou hanya bergumam sendiri membicarakan isi buku yang ia baca.


" Oh, ternyata zat asam yang dicampur dengan buah mana bisa menjadi obat penyembuh instan, kita hanya perlu memasukkan sihir Cure heal dan Recovery kedalamnya dan itu akan menjadi salah satu obat terbaik yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan luka dalam seketika."


" Shou!" teriaknya sekali lagi.


" Wah, ternyata sihir tanah juga bisa digunakan untuk menciptakan rumah. Rumah yang dibuat oleh Loxium Alexa ini sangat bagus, jika dia bisa menggunakan sihir elemen lainnya seperti batu, marmer, kayu, kaca, berlian, perak, emas, dan juga besi atau baja, dia bisa menciptakan rumah yang sangat mewah dan juga kokoh, selain itu dia bisa menciptakan rumah kayu yang sederhana tetapi elegan."


" Jika terus seperti ini, dia hanya akan menghabiskan semua waktunya untuk membaca buku, padahal Shelly dan bocah itu sudah memberikan kesempatan yang sangat langka ini padaku, aku tidak boleh tinggal diam, aku harus membawanya ke tempat dimana dia tidak akan melepaskan pandangannya dari diriku." Gumam Dewi Laxmi dalam hati.


Lalu dia terpikirkan satu tempat yang cocok.

__ADS_1


Setelah itu dia melangkah ke arah Shou.


" Shou!" Ucap Dewi Laxmi agak keras disamping telinga Shou.


" Ada apa?" Tanya Shou.


Dia kelihatan sudah tidak sabar untuk melanjutkan bacaannya.


Dewi Laxmi menghela nafas sejenak


" Aku ingin mengajakmu ke tempat lain."


" Eh?"


" Apakah aku bisa tinggal disini lebih lama lagi, setidaknya sampai aku menyelesaikan buku ini."


" Tidak!" Ucap Dewi Laxmi tanpa pikir panjang.


Dia tidak ingin kesempatan terbaiknya ini disia-siakan begitu saja.


" Eh…..?" Ucap Shou terkejut.


" Aku tahu kamu suka membaca buku, tetapi setidaknya kamu harus memperhatikan diriku, sejak tadi aku memanggil-manggilmu tetapi kamu malah mengacuhkanku, kelima indra mu itu hanya terfokus pada buku yang kamu baca." Gumam Dewi Laxmi.

__ADS_1


Kemudian dia memalingkan wajahnya.


Shou merasa bersalah, dia memang sangat suka membaca buku, tetapi yang membuatnya bisa membaca buku di tempat itu ialah dewi Laxmi, dia merasa kurang sopan padanya karena tanpa sadar ia mengacuhkannya.


" Aku benar-benar minta maaf, kamu sudah merelakan waktumu untuk menemaniku berkeliling, tetapi setelah sesampai disini aku malah mengacuhkanmu dan tidak menghiraukanmu sama sekali, sampai-sampai aku tidak sadar kamu memanggilku dari tadi. "


" Ya sudahlah, lagipula sekarang aku sudah tidak memikirkannya lagi sama sekali." Gumam Dewi Laxmi.


" Sekali lagi aku minta maaf!" Ujar Shou.


" Jangan terlalu dipikirkan, aku sudah memaafkanmu." Gumam Dewi Laxmi.


" Benarkah?" Tanya Shou memastikan.


Dewi Laxmi pun tersenyum


" Tentu saja!" Jawabnya.


Shou pun merasa senang sekaligus lega, dia juga tersenyum ke arah dewi Laxmi.


" Sepertinya rencanaku berhasil, Shou pasti sekarang setidaknya memiliki sedikit perasaan padaku, jika semuanya terus berjalan dengan lancar dalam waktu dekat aku pasti bisa meluluhkan hatinya." Gumam Dewi Laxmi dalam hati.


Kemudian mereka pergi dari tempat tersebut sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


__ADS_2