
“ Awas Shou,dia akan menyerang mu!” Ucap Riss.
“ Arrrgh!” Ucap Shou. Dia tidak sempat menghindari serangan monster tersebut dan akhirnya terpental sampai beberapa meter. Riss pun segera berlari ke arahnya
“ Shou,kau tidak apa-apa?” Tanya Riss.
“ Tak apa-apa, aku hanya terkena sedikit goresan. Tapi monster itu cukup kuat juga, akan sulit jika Kita melawannya tanpa menggunakan sihir.” Jawab Shou.
“ Iya, jika kita bisa menggunakan sihir Kita pasti kita akan bisa mengalahkan nya.” Ujar Riss.
“ Meskipun begitu aku belum tentu yakin bisa melawannya.” Ujar Shou.
“ Kenapa?” Tanya Riss.
“ Bisa saja monster ini masih menyembunyikan kekuatan nya.” Jawab Shou. “ Menurutku dia masih menahan diri.” Lanjutnya.
“ Apa?” Ucap Riss tak percaya.
__ADS_1
“Apakah kau ingat gerakannya sebelum dan setelah terkena serangan dari kita ?” Tanya Shou.
“ Benar juga, gerakannya yang sekarang lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan sebelum kita menyerangnya.” Ujar Riss.
“ Dia menuju ke sini, bersiaplah!” Ujar Shou sambil berusaha untuk berdiri.
“ Apa yang harus kita lakukan Shou?” Tanya Riss.
“ Ada 2 cara, yang pertama kita akan kabur dari sini dan mempersiapkan diri untuk melawannya kembali yang kedua kita akan terus bertarung dan mencari kelemahan nya. Dalam faktor keamanannya aku sarankan cara yang pertama.” Jelas Shou.
“ Meskipun begitu, kita takkan mungkin dibiarkan begitu saja oleh nya Kan?” Ucap Riss.
“ Sepertinya malam ini akan jadi malam yang panjang.” Ujar Riss.
“ Ya, menurutku juga begitu.” Ujar Shou. Monster tersebut pun semakin mendekat ke arah mereka dan bersiap untuk menerkam mangsanya.
“ Ayo Riss!” Ucap Shou sambil berlari ke arah monster tersebut.
__ADS_1
“ Ya, Ayo!” Ucap Riss sambil mengikuti nya.
Mereka pun menyerang monster tersebut dari segala arah dan membuat monster tersebut terluka di sekujur tubuhnya. Tetapi kali ini anehnya tiba-tiba luka yang dimiliki monster tersebut tiba-tiba menghilang.
“ Apa maksudnya ini, kalau begini kita takkan bisa mengalahkannya.” Ujar Riss. Kali ini dia keliatan lebih ketakutan, tangan dan kakinya pun gemetaran.
“ Riss, jangan lengah!” Ucap Shou sambil menangkis serangan monster tersebut yang diarahkan kepada Riss.
“ Hyaaahhhh!” Ucap Shou sambil melancarkan serangan balasan, monster tersebut pun terluka dan tak lama kemudian lukanya pun hilang. Monster tersebut pun menyerang balik ke arah Shou hingga membuat Shou terpental. Kali ini Shou terluka cukup parah, namun dia tetap bangkit lagi sambil mengambil pedangnya yang terlempar, meskipun pedangnya tak kasat mata namun pedang itu sekarang dipenuhi darah sehingga Shou dengan mudah menemukannya.
“ Kenapa, kenapa kau berbuat sampai sejauh itu?” Tanya Riss. “ Padahal kau tidak bisa menang, tetapi kenapa kau tetap melawannya?” Lanjutnya.
“ Kita masih belum tahu kelemahan nya, jika kita menemukannya kita pasti bisa menang.” Ucap Shou sambil tersenyum ke arah Riss.
“ Kita tidak mungkin bisa mengalahkan nya, Kekuatan nya jauh diatas Kita. Meskipun kita tahu kelemahan nya belum tentu kita bisa mengalahkan nya.” Ujar Riss.
“ Meskipun begitu, aku akan mengalahkan monster ini!” Ucap Shou. “ Meskipun ini adalah kutukan dari dewa, seharusnya dia tidak melibatkan orang-orang yang tidak bersalah.” Lanjutnya. Lalu dia berlari ke arah monster tersebut dan melancarkan serangan ke arahnya. Tetapi setelah terkena serangan shou, monster tersebut tidak mendapatkan luka sekalipun. Shou pun di hempaskan dengan mudah hingga belasan meter.
__ADS_1
“ Hentikan Shou, percuma saja kau tidak akan bisa mengalahkan nya!” Ujar Riss.
“ Tidak, aku tidak akan kalah oleh monster terkutuk seperti ini. Aku tidak akan membiarkan dewa itu berbuat seenaknya!” Ujar Shou sambil berusaha bangkit kembali.