
" Aku tidak boleh menyerah begitu saja, aku harus menyerang balik mereka."
Tiba-tiba mata Lorrie terlihat begitu dingin, dengan tenang Lorrie mengeluarkan sihir spear of winds.
Sihir tersebut berbentuk tombak dari angin, melesat dengan kecepatan tinggi dan menghancurkan kedua misil es milik Lisa.
Kemudian dia mengeluarkan sihir spear of winds lagi, kali ini dia menargetkan Lacasina dan Lisa.
Kedua gadis itu pun sudah mengantisipasi serangan balik dari Lorrie, mereka berdua sudah mengaktifkan barrier tak terlihat dari tadi.
" Oh iya, aku baru ingat. Shou sudah membuatkan kita alat sihir yang bisa menciptakan sebuah tameng tak terlihat seperti sihir Shield milik Shou."
Kemudian Lorrie melemparkan beberapa lagi spear of winds nya, namun dia tak berhasil menembus pertahanan Lisa dan Lacasina sama sekali.
" Sepertinya dia berniat melukai kita, sebaiknya kita juga mulai serius." Gumam Lisa.
" Tentu saja, aku akan membuat hujan peluru sehingga dia tidak bisa mengelak maupun bertahan."
" Sepertinya mereka mulai serius, jika didiamkan sebentar lagi pasti akan ada yang terluka." Gumam Dewi Ruzmi.
" Apakah anda tidak bisa menghentikan mereka?"
Rosse kelihatan sangat khawatir dan ingin menolong mereka, tetapi dia tidak cukup kuat untuk menghentikan mereka semua sekaligus.
" Tentu saja bisa, tapi…."
" Pemeran utamanya telah datang. "
Dewi Raffsha menunjuk ke satu arah.
" Shou!"
" Aku akan mengeluarkan sihir terkuatku, tahanlah kalau kalian bisa. The Blazing Of Tornado!"
__ADS_1
Sihir tersebut sangat kuat, puataran angin yang diciptakannya bisa menyedot apapun yang berada didekatnya.
Sihir tersebut melaju ke arah Lisa dan Lacasina. selagi melaju kecepatannya serta kekuatannya semakin meningkat secara drastis
" Kalau begitu kami juga!" Gumam Lisa.
" Combination of ice and soil, Ice and land stroms!"
Kedua serangan pamungkas itu saling beradu, keduanya saling bergesek dan menciptakan percikan api.
Hembusan angin dan dinginnya es bisa terasa dengan jelas, tanah kerasnya pun berpercikan ke segala arah.
Kedua kekuatan itu masih saling beradu, namun kedua belah pihak tidak bisa menahan efek dari serangan nya.
Lisa dan Lacasina terlempar oleh hembusan blazing tornadonya Lorrie, dan Lorrie juga mendapatkan banyak luka gores dari percikan es dan juga peluru tanah.
" Yaampun…."
Kemudian Lorrie yang sudah kelelahan tidak bisa mempertahankan sihir fly nya dan terjatuh ke bawah.
Namun sebelum semuanya jatug ke tanah Shou berhasil menangkap mereka bertiga sekaligus dengan sihir cloning nya.
" Shou!" Ucap Lisa pelan.
Penglihatannga masih samar-samar, namun ia tetap bisa mengenali nya.
Sedangkan Lacasina sepertinya kondisinya lumayan baik, dia masih tersadar seratus persen dan hanya mendapat luka lecet.
" Terimakasih Shou!" Gumamnya.
Sedangkan Lorrie sudah tak sadarkan diri, dia mendapat luka yang agak parah dibandingkan kedua perempuan itu.
Mereka bertiga kemudian dibawa oleh cloningnya Shou ke depan yang asli nya.
__ADS_1
" Cure heal!"
Kemudian tiba-tiba semua luka yang dialami ketiga orang Itu menghilang tanpa bekas sedikit pun.
Bahkan Lorrie dan Lisa pun bisa kembali sadar dengan penuh.
Lorrie membuka mata nya.
" Dimana ini?"
" Tentu saja di Arsy." Jawab Shou.
" Shou, oh ternyata seperti itu. Kamu menyelamatkanku, terimakasih! "
" Sebenarnya apa yang kalian lakukan hingga saling melukai seperti ini?" Tanya Shou heran.
" Kalau soal itu…."
Lisa tidak bisa melanjutkan perkataan nya.
" Aku hanya bilang kepada mereka…"
Sebelum Lorrie melanjutkan perkataan nya, Lisa dan Lacasina menatap Lorrie dengan tajam, ia pun hanya bisa menelan ludah nya.
" Ada apa, apa yang kamu bilang pada mereka? " Tanya Shou semakin heran.
" Dia memancing-mancing emosi kami dengan mengucapkan sesuatu yang paling dibenci kami." Jelas Lacasina.
" Iya, dia benar-benar membuat kami marah!"
Lisa terlihat masih kesal, kalau saja tidak ada Shou, Lorrie pasti akan di hajar lagi oleh nya.
" Ya sudahlah. Lorrie sekarang sudah tahu bagaimana konsekuensinya jika mengatakan sesuatu yang buruk pada kalian, perkataan itu bisa lebih tajam daripada pedang, jika salah menggunakan nya bisa saja akan melukai diri sendiri."
__ADS_1