
Di ruang makan, Shou nampak canggung. Meskipun raja sudah tak mengungkit-ngungkit hal itu lagi, Shou masih merasa cukup malu.
Mereka kemudian makan siang tanpa banyak berbicara, setelah selesai baru lah Raja Leophard mengajak Shou untuk mengamati permulaan yang ia buat.
Di lapangan besar itu, ratusan ribu ksatria suci berbaris dengan rapi. Shou naik ke atas podium bersama Raja Leophard dan keempat komandan tertinggi ksatria suci.
“Wahai prajurit ku yang setia, saat ini di luar gerbang para iblis sedang berbuat semena-mena pada rakyat kita. Kita tidak boleh berdiam diri terus menerus seperti ini, jika kita terus seperti ini maka hanya tinggal menunggu waktu sampai giliran kita. Sampai saat ini, kita tidak bisa melawan para iblis karena kekuatan mereka jauh diatas kita. Jika para iblis itu menyerang kita dengan kekuatan penuhnya, mungkin saat ini semua peradaban kita sudah rata dengan tanah.”
Mendengar itu, ratusan ribu ksatria suci itu merasa sangat kesal, marah, sedih sekaligus takut.
“Oleh karena itu, lihatlah kemari!” raja kemudian menunjuk ke arah Shou, “dia adalah harapan kita semua, dia memiliki strategi untuk memecahkan permasalahan kita.” Lanjutnya.
Raja kemudian berbisik pada Shou, “ sekarang giliranmu!”
__ADS_1
Shou menghela nafas, dia tak menyangka bahwa permulaan yang dimaksud adalah ini. Raja itu membebankan tanggung jawab sebesar ini pada Shou karena tak ingin terkena dampak yang terlalu besar jika strategi yang dimiliki oleh Shou tak berlangsung lancar.
“Perkenalkan, aku adalah perwakilan dari kekaisaran Rogio, Hayama Shou. Aku datang kemari untuk membantu kalian sekaligus membentuk aliansi dengan kerajaan kalian. Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu, bahwa aku membawa senjata jarak jauh yang memiliki daya rusak tunggal yang tinggi. Layaknya anak panah, setelah diluncurkan maka harus mengambil yang baru. Karena bahannya terbuat dari logam, maka membutuhkan konsumsi logam dalam jumlah tinggi. Dan kalian tahu sendiri, bahwa kalian tidak bisa keluar masuk gerbang seenaknya. Jika kalian melakukan hal yang menarik perhatian mereka, siapkan saja nyawa mu untuk membayarnya.”
Shou bergumam dalam hati, Kalau dipikir-pikir aku juga seharusnya menjadi pusat perhatian mereka. Kenapa para iblis itu tidak menyerang?
Shou kemudian melanjutkan pidatonya, “karena itu, dari total 125 ribu orang. Hanya akan ada 5 ribu orang terpilih yang dapat memakainya. Disisi lain, aku juga memiliki cara supaya kalian bisa bertahan sekaligus meningkatkan kemampuan.”
Beberapa menit berlalu, Shou telah menjelaskan sistem pertahanan yang sekaligus meningkatkan kemampuan.
Setelah Shou merasa puas dengan pidatonya, dia mengembalikan gilirannya pada Raja Leophard. Dan setelah raja memberi kata-kata penyemangat terakhir, dia membubarkan pasukan.
Keempat komandan tertinggi ksatria suci terlihat lebih menjunjung tinggi derajat Shou, mereka menjadi jauh lebih sopan dan hormat.
__ADS_1
Di kediaman istana, Shou berbincang-bincang dengan Raja Leophard perihal tadi.
“Kenapa kamu memberikan semua tanggung jawab ini padaku?” Shou terdengar kesal, “padahal disini rajanya itu adalah dirimu!” Lanjutnya.
Raja Leophard terlihat sangat bersalah, namun karena ke tidak beraniannya lah yang membuatnya terpaksa memindahkan beban ini pada Shou.
“Aku merasa buruk menjadi raja, ku harap kamu bisa menggantikanku!” Paparnya.
Namun Shou menolak, “tempat tinggalku bukan disini, lagi pula aku tidak ingin menjadi raja.”
“Aku pun tidak ingin menjadi raja.” Raja Leophard menghela nafas, “tugas ini terlalu berat untukku, aku bahkan tidak bisa melindungi anakku, apalagi untuk melindungi kerajaan ini aku tidak mampu.”
“Seorang raja tidak boleh berkata seperti itu. Jika bawahanmu mendengarnya, mereka pasti akan sangat kecewa.”
__ADS_1
“Makanya aku ingin memberikan tahta ini padamu!”
Raja terus bersikeras membujuk Shou supaya dia mau menjadi raja, namun tetap saja hal itu tidak bisa membuat Shou berubah pikiran.