Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Lacasina&Lisa


__ADS_3

" Kenapa kalian berdua jadi setuju dengan nya, memang nya kalian yakin keajaiban itu benar-benar ada?" Tanya Dewi Shelly.


" Ya, seperti itulah." Jawab Dewi Raffsha.


Dewi Laxmi juga mengangguk.


" Jika keajaiban itu benar-benar ada, buatlah keajaiban sekarang juga!"


" Bukankah tadi shou sudah memberikan banyak contohnya, salah satunya adalah sihir." Gumam Dewi Laxmi.


" Ya, boleh lah itu juga termasuk kategorinya, tetapi bukan itu yang kumaksud. Jika keajaiban itu benar-benar ada, aku ingin kalian menciptakan Olster sekarang juga!"


" Hmmm…., sepertinya persepsi mu tentang keajaiban jauh dari yang ku harapkan. Kamu terlalu menganggap remeh keajaiban, padahal itu adalah sesuatu yang paling rumit dan paling sulit dipelajari." Gumam Shou.


" Jika kalian tidak bisa membuatnya sekarang juga, aku tidak akan percaya dengan keajaiban!"


" Memaksa seperti itu tidak akan memicu munculnya keajaiban." Ujar Shou.


" Lalu apa yang harus aku lakukan supaya keajaiban itu muncul?" Tanya Dewi Shelly terlihat agak kesal.


" Hmmph, sepertinya daripada kita diam disini saja, lebih baik kita pergi ke arsy saja, aku akan menunjukkan sebuah keajaiban pada kalian disana." Ujar Shou.


" Tapi jika kami pergi ke arsy, membutuhkan setidaknya sepuluh tahun untuk kembali kesini dan tinggal beberapa menit." Jelas Dewi Laxmi.

__ADS_1


" Tak apa-apa, aku yakin kita bisa kembali dalam 3 hari, atau paling lama seminggu. Tapi sebelum itu kita harus mengabari kaisar supaya dia tidak khawatir."


Lalu mereka berlima pun pergi untuk menghadap kaisar.


" Pergi ke arsy?" Ucap Balx tak percaya.


" Apakah kamu akan lama shou?" Tanya kaisar.


" Tidak tahu, tetapi aku memperkirakan sekitar seminggu untuk menyelesaikan nya."


" Baiklah kalau begitu, sebaiknya kamu kabari juga teman-temanmu itu, jika aku yang memberitahu mereka sepertinya mereka akan agak kecewa."


" Siap, terimakasih yang mulia."


" Aku tidak bisa mengabari kalian saat pulang nanti, kemungkinan besar setelah selesai aku akan berteleportasi ke ruang makan."


" Kalau begitu kami tinggal siapkan makanan yang lezat untuk menyambutmu, aku juga akan membantu membuatkannya." Ujar Chentya.


" Aku akan sangat menantikannya, kalau begitu aku akan segera mengabari Rosse dan yang lainnya."


" Shou!" Teriak seseorang dari jarak jauh.


Ketika Shou berbalik, ternyata mereka adalah Rosse, Lorrie, Lisa dan juga Lacasina.

__ADS_1


Mereka berlari ke arah Shou.


" Akhirnya kami bisa berjumpa denganmu." Ujar Rosse.


" Shou, aku sangat merindukanmu!" Ucap Lisa sambil melangkah dan berniat memeluk nya, namun Lacasina menarik bajunya sehingga Lisa tidak jadi memeluk Shou.


" Jangan curang!" Gumam Lacasina pelan.


" Kamu yang curang, mengacaukan rencanaku yang sudah kupikirkan matang-matang setengah jam yang lalu." Ujar Lisa kesal.


" Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Shou kebingungan.


" Oh itu, bukan apa-apa tak usah dipikirkan." Ujar Lacasina yang kemudian tertawa kecil supaya Shou tidak curiga.


" Iya Shou, sebaiknya kamu tidak usah tahu, karena ini adalah urusan antar perempuan." Jelas Lisa.


" Sebaiknya kalian jangan bertengkar!" Ujar Shou agak khawatir.


" Tidak Shou, kami tidak bertengkar sama sekali. Kami hanya bersaing untuk menjadi nomor 1." Gumam Lacasina.


" Iya, kami bersaing untuk mendapatkan diri…."


Sebelum Lisa melanjutkan ucapannya, Lacasina menutup mulutnya dengan rapat.

__ADS_1


Shou yang melihat itu pun terlihat kebingungan dan hanya bisa melihat apa yang terjadi setelah nya.


__ADS_2