Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Marah tidak menyelesaikan segalanya


__ADS_3

“ Kami pulang!” Ujar Lisa sambil membuka pintu.


“ Kemana yang lain?” Tanya Lacasina.


“ Sepertinya mereka sedang berada di kamar Shou, aku bisa merasakannya.” Jawab Riss sambil menutup kedua matanya.


“ Kalau begitu ayo kita ke sana!” Ujar Lisa langsung bergegas pergi ke kamarnya Shou.


Setelah sampai di kamarnya Shou, mereka melihat Shou sedang terbaring di kasurnya. Seperti sedang mengalami demam.


“ Kenapa Shou bisa seperti ini?” Tanya Lisa sambil mendekati nya.


“ Shou!” Ucap Lacasina sambil mendekati nya juga.


“ Ini semua gara-gara kelakuan mereka!” Ujar Lorrie.


“ Eh, tidak aku hanya...., Sebenarnya ini semua rencana Bu Guru Elein dan juga Chelly.” Ucap Rosse terlihat bersalah namun tidak mengakui nya.


“ Tetapi kau juga ikutan juga kan?” Tanya Lorrie. Rosse pun tidak bisa mengelak lagi. “ Jika aku tidak datang, mungkin kondisi Shou akan semakin parah.” Lanjutnya. Rosse, Bu Guru Elein dan juga Chelly pun terlihat semakin menyesal.

__ADS_1


“ Maaf, ini semua salahku. Aku yang merencanakan semua ini, aku juga yang mengajak Chelly dan Rosse untuk ikut.” Ujar Bu Guru Elein terlihat menyesal.


“ Lalu sebenarnya apa yang kalian lakukan pada Shou, dan juga apa tujuannya?” Tanya Lisa sangat serius.


“ Eh, kalau soal itu...” Ucap Rosse bingung. Lalu Lisa melirik ke arah Chelly, Chelly memalingkan wajahnya pura-pura tidak tahu apa-apa. Kemudian Lisa melirik ke arah Bu Guru Elein, sorot matanya sangat tajam hingga Rosse dan Chelly pun merinding. Kemudian Bu Guru Elein menghela nafasnya.


“ Sebenarnya aku ingin menganalisa ingatannya.” Jawab Bu Guru Elein sambil menundukkan kepalanya.


“ Apa maksudmu?” Tanya Lisa lagi.


“ Sebenarnya aku berniat menggunakan sihir yang membuat ku bisa melihat semua kenangan nya, mengetahui jalan pikirannya, dan segala sesuatu yang dia tahu.” Jawab Bu Guru Elein.


“ Ternyata bu guru memiliki niat seperti itu, aku sungguh kecewa.” Ujar Chelly.


“ Dasar pencuri!” Ucap Lisa sambil mengepalkan kedua tangannya.


“ Lisa!” Ucap Lacasina sambil memegang tangan nya Lisa untuk menenangkan nya.


“ Yah, memang benar aku seorang pencuri. Meskipun aku menggunakan ingatan nya di jalan kebaikan, tetap saja aku mencuri ingatan nya.” Ujar Bu Guru Elein.

__ADS_1


“ Dasar guru tak tahu diri!” Ucap Lisa sambil berusaha memukul Bu Guru Elein. Tetapi untungnya Lorrie dan Lacasina menghentikan nya.


“ Tenanglah Lisa!” Ucap Lorrie sambil menahan Lisa yang berusaha memukul Bu Guru Elein.


“ Mana bisa aku membiarkan pencuri ini, dia telah mencuri ingatan nya Shou!” Ujar Lisa sambil berusaha melepaskan diri dari Lacasina dan Lorrie.


“ Aku tidak berhasil mencuri ingatan nya.” Ucap Bu Guru Elein.


“ Omong kosong, mana mungkin pencuri mengakui perbuatannya!” Ujar Lisa sambil terus berusaha untuk memukulnya. “ Lepaskan aku!” Lanjutnya semakin agresif.


“ Tenang Lisa, tolong dengarkan dulu penjelasan nya. Tadi dia sudah mengaku bahwa dia berniat mencuri ingatan nya Shou, tetapi belum tentu dia berhasil melakukannya.” Ujar Lacasina.


“ Kenapa kau malah membantunya?” Tanya Lisa. “ Dia sudah mencuri ingatan nya Shou!” Lanjutnya. Kemudian Lacasina melepaskan Lisa.


“ eh, Lacasina. Kenapa kau melepaskan nya?” Tanya Lorrie yang kerepotan menahan Lisa sendirian.


“ Aku juga sebenarnya sangat kesal!” Ujar Lacasina pelan. Kemudian tiba-tiba Lisa terdiam


“ Saat ini aku sangat marah, benci, rasanya aku ingin menghancurkan segalanya. Namun aku ingin mendengarkan dulu penjelasan nya terlebih dahulu, aku tidak ingin ada kesalahan pahaman yang membuat kita menempuh jalan yang salah.” Jelas Lisa.

__ADS_1


__ADS_2