
" Menurut ku, shou pasti bisa membuat mu selalu berada disampingnya." Ujar seseorang yang berada di belakang dewi Laxmi.
Dewi Laxmi pun terkejut, dia langsung menoleh kebelakang.
" Siapa kamu?"kristaa menoleh dia terkejut dengan apa yang ia lihat.
" Raffsha, kenapa kamu mengikuti ku?"
Dewi Laxmi pun memalingkan wajahnya lalu menunduk.
" Aku hanya ingin membuat mu merasa lebih baikan."
" Apa maksudmu, aku tidak sedang kenapa-napa, aku baik-baik saja." Ucapnya sambil terus menunduk tanpa menolehkan wajahnya.
" Seharusnya kamu tahu tentang skill ku Filling reader, aku bisa membaca perasaan mu."
Mendengar itu dewi Laxmi pun marah
" Apa-apaan kamu ini, kenapa kamu menggunakan skill itu kepada ku, apakah kamu tidak tahu yang namanya privasi, jika ini di dunia asalnya shou mungkin kamu bisa-bisa di penjara bertahun-tahun karena melanggar privasi."
" Untuk itu aku minta maaf, aku tidak bisa mengendalikan skill ku ini, semua perasaan yang di rasakan orang-orang dalam jangkauan skill ini akan langsung masuk ke dalam pikiranku begitu saja."
__ADS_1
" Aku tidak ingin perasaan ku ini dibaca oleh orang lain begitu saja, skill mu itu benar-benar mengerikan."
Mendengar itu dewi Raffsha merasakan lonjakan di jantungnya, dia benar-benar terkejut dan sakit hati.
" Mungkin kamu memang benar, skill ku ini benar-benar mengerikan. Seharusnya aku tidak dekat-dekat dengan kalian karena privasi kalian akan terbongkar begitu saja jika kalian berada dalam jangkauan skill ku."
Melihat dewi Raffsha yang tertekan, dewi Laxmi pun merasa bersalah.
" Maaf, aku tidak bermaksud untuk berkata seperti itu, hanya saja…."
" Aku tahu, aku sudah tahu tentang apa yang ingin kamu katakan karena hati mu telah mengatakannya padaku terlebih dahulu."
Mendengar itu dewi Laxmi pun menunduk kembali, dia benar-benar merasa bersalah namun tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Dalam sekejap mata, dewi Raffsha menghilang dengan sihir teleportasi.
" Apa yang harus ku lakukan supaya dia bisa mengembalikan skill nya?"
Lalu dewi Laxmi teringat satu orang
" Shou, dia pasti bisa melakukan nya."
__ADS_1
Lalu beberapa saat kemudian Dewi Laxmi mengeluarkan sebuah bola kristal yang tiba-tiba muncul dari telapak tangannya, setelah itu dia membacakan suatu mantra.
" Wahai kristal ajaib, perlihatkanlah tujuanku!"
Tak lama kemudian, bola kristal tersebut bereaksi dan pada akhirnya memperlihatkan shou yang sedang menggunakan sihir elemental world.
" Sepertinya aku juga telah melanggar hak privasi."
Dewi Laxmi pun tersenyum, dia terus memperhatikan shou yang tengah berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan semuanya kembali.
" Ah, ini terlalu lama. Aku harus melakulan sesuatu supaya lebih efisien, oh iya mungkin aku bisa melakukan itu!"
Lalu Shou merapalkan mantra nya, setelah itu dia tiba-tiba berubah menjadi banyak.
" Dengan begini, aku bisa menyelesaikan nya dengan lebih cepat."
Lalu semua Shou yang berjumlah ribuan itu menghilang seketika.
" Haduh, aku tidak tahu mana shou yang asli. Jumlah mereka terlalu banyak, bola kristal ini tidak bisa menampung semuanya, jika mereka bersama aku masih bisa melihat semuanya, tapi jika mereka berpisah-pisah seperti ini…"
Lalu beberapa saat kemudian bola kristal tersebut menghilang kembali.
__ADS_1
" Percuma saja, aku tidak akan bisa menemukan yang aslinya lebih baik aku membantu yang lain untuk menyelesaikan sisanya, untuk soal itu nanti saja ku bicarakan dengan nya setelah selesai."
Setelah itu dewi Laxmi pun menghilang dari tempat tersebut.