
“ kalau begitu Kita pakai saja kacamata thermal!” Saran balx.
“ Tidak, jika begitu latihan ini Akan sia-sia. Kita harus mencari Cara lain untuk menemukan nya!” Ujar Thev.
“ Lalu bagaimana caranya?” Tanya balx. Tak lama kemudian Mereka sudah mendarat di dasar jurang.
“ Entahlah, apapun itu Kita harus memikirkan nya. Kita tidak boleh selalu bergantung kepada alat-alat nya Shou, Kita juga punya akal dan pikiran,Kita harus bisa menanganinya sendiri.” Ujar Thev.
“ Ketika aku kecil aku diajarkan sedikit tentang bagaimana kita menyatu dengan Alam.” Ucap Riss.
“ Menyatu dengan Alam?” ucap balx tak paham. “ untuk apa Kita menyatu dengan Alam?” Tanya nya.
“ Katanya jika Kita bisa menyatu dengan alam, Kita bisa mendengarkan alam. Mereka bisa memberitahu jika ada hal buruk atau sesuatu yang akan datang, bahkan Mereka bisa memberitahu lokasi orang lain jika Kita sudah benar-benar menyatu dengannya.” Jelas Riss.
“ Dengan itu Kita pasti bisa menemukannya!” Ucap thev.
__ADS_1
“ Tapi sepertinya itu bukan hal yang mudah.” Ujar Chentya.
“ Iya, namun apa salahnya jika Kita mencoba.” Ucap Thev.
“ Lalu, bagaimana caranya?” Tanya balx.
“ Emm, aku juga tidak terlalu paham karena waktu itu aku masih kecil dan hanya diajarkan satu kali.” Ucap Riss.
“ Tak apa-apa, katakan saja yang kau tahu tentang itu.” Ucap thev.
“ Katanya Kita harus lebih dekat dengan Alam, kita harus mengakui keberadaan nya, merasakan kehidupan nya, lalu mendengarkan Alam itu bicara. Kita harus merasa lebih dekat dengannya, merasa bahwa alam itu adalah bagian dari tubuh kita, Kita harus mengenalnya dan merasakannya hingga benar-benar merasakannya.” Jelas Riss sambil mencoba mempraktikannya.
“ Aku gak ngerti. Daripada membuang-buang waktu, lebih baik kita mencarinya saja!” Ucap balx. Dia langsung berlari sambil membawa kedua kapaknya menyisir jurang tersebut.
“ Dasar bodoh!” Ucap Chentya.
__ADS_1
“ Kalau begitu Kita mencobanya saja, Biarkan saja balx yang menggunakan caranya sendiri.” Ujar Thev.
“ ya sudahlah, dia punya Cara sendiri mengatasi masalah nya sendiri.” Ucap Chentya. Lalu mereka mencoba untuk memahami yang di katakan Riss.
“ bayangkan,bahwa Alam sekitar ini adalah bagian dari ku.” Ucap Thev dalam hati. Dia mencoba untuk merasakan alam yang menyatu dengannya, dia terus merasakan nya dengan tenang dan fokus. Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang mendekat ke arahnya.
“ Dari arah Sana!” ujar Thev dalam hati. Dia bersiaga dengan apa yang akan ada di depan Mata. Dengan secepat kilat. Entah apa itu karena tak bisa terlihat sama sekali, seperti angin yang berhembus kencang yang membuat Thev terpental beberapa meter.
“ Thev kau tidak apa-apa?” Tanya Chentya.
“ Ya, tidak apa-apa.” Jawab Thev.
“ sebenarnya tadi itu apa?” Tanya Riss.
“ Guru King melesat ke arahku dengan sangat cepat. Meskipun aku tidak bisa melihat nya, aku bisa merasakan nya.” Jawab Thev.
__ADS_1
“ Kalian juga tetap siaga, dia Akan segera datang!” Ucap Thev. Tak lama kemudian Hal yang serupa menimpa Riss dan Chentya, Mereka pun terpental beberapa meter.
“ Kali ini aku harus bisa menghindari nya!” ujar Thev dalam hati. Dia mencoba kembali untuk menyatu dengan alam. Dia berusaha untuk merasakan Alam yang sedang berbicara padanya, dia terus menerus menutupkan matanya dan terus berkonsentrasi untuk mendengarkan suara dari Alam.