Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Hampir selesai


__ADS_3

" Hoammm!" Gumam Shou mengantuk.


" Lebih baik kamu tidur saja terlebih dahulu, aku akan membantumu menyelesaikan rancanganmu itu." Dewi Laxmi menaruh segelas cangkir teh di meja.


" Tak apa-apa, aku ingin menyelesaikannya hari ini supaya besok kita sudah bisa kembali ke kekaisaran. " Ucap Shou sambil terus menulis kerangka rancangannya.


" Kamu memang hebat shou." Gumam Dewi Laxmi pelan, namun shou masih bisa mendengarkannya.


" Aku tidak hebat, hanya saja aku berbeda dari yang lain." Shou menunduk.


" Kenapa kamu berpikir begitu? " Tanya Dewi Laxmi.


" Kamu pasti sudah sering melihatku dijahili di sekolah bukan, sebelum aku pindah ke dunia penuh sihir ini."


" Eh, iya. Maaf, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk mu waktu itu." Dewi Laxmi terlihat merasa bersalah.


" Tidak, itu bukan kesalahanmu melainkan kesalahanku. Seharusnya aku tidak perlu memperlihatkan kemampuanku ini di sekolah, karena itu membuat semuanya menjadi iri dan juga mereka...." Shou tidak bisa melanjutkan perkataan nya, karena air matanya sudah menetes akibat mengingat masa lalu nya yang kelam itu.


Dewi Laxmi spontan memeluk Shou, dia tahu betapa beratnya kehidupan Shou sewaktu di dunia awalnya karena ia selalu menyaksikannya hampir di setiap waktu.

__ADS_1


" Kamu tidak salah, merekalah yang salah karena selalu iri padamu yang bisa melakukan segalanya."


" Aku tidaklah seperti itu, yang ku ketahui hanyalah ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari oleh siapapun, jika aku bisa melakukan apapun mungkin mereka sudah menjadi.... temanku."


Dewi Laxmi pun tidak bisa berkata apapun lagi, dia sudah kehabisan kata-kata dan yang bisa ia lakukan hanyalah memeluk nya seerat mungkin.


" Dewi..." Ucap Shou tertahan.


Dewi Laxmi tidak menyaut.


" Ini sangat sesak, bisa-bisa aku kehabisan nafas."


Mendengar itu dewi Laxmi pun spontan melepaskan pelukannya.


" Tidak apa-apa, sekarang aku merasa lebih baik. Sekarang aku merasa ngantuk, kita lanjutkan ini besok saja."


Keesokan harinya Shou memulai pekerjaannya lagi, dia sudah hampir menyelesaikan rancangannya dan keempat dewi agung itu sudah menyiapkan alat-alat yang di butuhkan oleh Shou.


" Akhirnya kita bisa kembali ke kekaisaran, aku sudah tidak sabar untuk pergi ke bar!" Ucap Lorrie semangat.

__ADS_1


" Padahal kamu tidak melakukan apa-apa disini." Gumam Rosse.


" Kamu juga tidak jauh berbeda, yang kau lakukan hanyalah membaca buku-buku dari tempat asalnya Shou, terutama ketika membaca buku bergambar yang disebut manga, meskipun sudah di panggil beberapa kali kamu hanya fokus pada buku itu."


''Diam!" Rosse kelihatan malu dan canggung, terutama saat Lorrie mengatakan kata manga.


" Memangnya kenapa, aku benar bukan?" Lorrie bertingkah seolah-olah dia tidak melakukan sesuatu yang salah.


" Sepertinya kau ingin mati." Gumam Rosse. Dia mengeluarkan bola api dari tangan kanan nya dan melemparkannya ke arah Lorrie, namun untungnya Lorrie bisa menghadang api itu dengan Shield of winds nya.


" Untung saja, aku akan hangus jika terkena api itu. "


" Sepertinya itu baru permulaan." Ucap Lacasina.


" Eh?" Lorrie melirik ke arah Rosse, ternyata dia sudah menyiapkan bola api yang berukuran sepuluh kali lipat daripada yang tadi.


Lorrie menelan ludahnya, kali ini jika ia tak menghindar ia benar-benar akan jadi daging panggang.


" Aku masih belum menikah!" Lorrie bergegas kabur menggunakan sihir fly nya.

__ADS_1


Meskipun sudah diatas langit, bola api masih terus menyambar melewati Lorrie.


" Ternyata dia lebih mengerikan daripada kedua orang itu."


__ADS_2