
" Paman, bibi, maaf kami tidak bisa berlama-lama disini, kami harus segera pergi." Ucap Shou.
" Eh, padahal bibi baru saja ingin menyiapkan ale terbaik buatan bibi, apakah kalian ingin membekalnya saja?"
Shou dan yang lainnya agak terkejut, mereka tak menyangka orang tua nya Lorrie dengan mudah nya memberikan minuman keras pada anak di bawah umur.
" Tidak usah bibi, lagipula kami tidak suka minum yang begituan."
" Eh, padahal enak loh. Apa kalian mau mencoba nya, sedikit… saja."
" Meskipun begitu maaf bibi, kami tidak bisa menerima tawaran dari bibi."
" Tak usah di paksa-paksa sampai begitu juga ibu, aku tahu ibu ingin membuat mereka menjadi pelanggan tetap disini dengan memberikan ale terbaik kita, tapi mereka tidak ada keinginan sedikit pun untuk mencicipi ale kita. "
" Meskipun begitu, bisa saja mereka berubah pikiran."
" Tak usah pikirkan lagi tentang jumlah pelanggan kita saat ini, karena minggu depan kedai kita akan menjadi kedai terbesar di kota ini." Ucap Lorrie penuh percaya diri.
" Bagaimana kamu bisa seyakin itu, kita tidak punya uang untuk melakukan nya."
" Kata siapa…"
Lorrie kemudian mengeluarkan 1 koin emas dari kantung besar yang dibawa nya.
" Itu bukannya koin emas, darimana kamu mendapatkan nya?" Tanya ibunya Lorrie tak percaya.
" Itu adalah sedikit oleh-oleh dari kaisar, karena dia sudah banyak berkontribusi bagi kekaisaran."
__ADS_1
Semua yang ada di kedai tersebut menyorotkan mata nya ke arah Lorrie.
" Apakah itu benar Lorrie? "
" Hebat juga kau! "
" Kamu memang anaknya ibu!" Kemudian ibunya Lorrie memeluk anak semata wayang nya.
" Dia juga memang adalah anakku!"
" Memang nya selama ini kalian menganggapku anak siapa?" Tanya Lorrie.
" Kalau begitu paman, bibi, Lorrie dan semua pelanggan kami pergi dulu!"
" Oke Shou, sampai jumpa!"
" Sampai jumpa nak Shou, juga teman-teman nya yang imut dan cantik itu, mampirlah kesini lagi lain kali."
Kemudian Shou beserta rekan-rekannya selain Lorrie menghilang seketika dari tempat tersebut.
" Eh, mereka kemana?" Tanya ibu nya Lorrie.
Para pelanggan di kedai tersebut pun ikut terkejut.
" Yang tadi itu sihir teleport, yang digunakan oleh Shou." Jelas Lorrie memecah keheningan.
" Memangnya ada sihir seperti itu?" Tanya ibunya Lorrie.
__ADS_1
Sepertinya ayahnya Lorrie dan para pelanggan disana masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, Kemudian Lorrie menyimpan kantong besar nya itu ke atas meja.
" Karena besok kita akan merenovasi kedainya, jadi semua yang kalian pesan malam ini gratis!" Ucapnya dengan senyum lebar.
Semuanya pun bersorak gembira.
" Tapi Lorrie, apakah nanti harga makanan dan minuman di kedai ini akan naik atau tidak, karena kami tidak punya banyak uang lebih."
" Tentu saja akan naik!" Ucap Lorrie.
Semuanya pun terdiam lagi seketika.
" Bukannya itu terlalu jahat Lorrie, meskipun sedikit tetapi mereka juga adalah pelanggan kita, jika mereka tiba-tiba berhenti berkunjung kesini rasanya…."
" Oh, aku belum menjelaskan semuanya ya. Harga makanan dan minuman disini nanti nya memang akan naik kecuali untuk kalian dan para pelanggan yang dulu pernah kesini." Lorrie pun tersenyum lagi.
" Hidup Lorrie! "
" Hidup Lorrie! "
Semua pelanggan bersorak pada nya karena memberikan keistimewaan pada mereka.
" Yaampun, kamu ini memang bisa membuat ibu jantungan." Ia kemudian mencubit pipi lembut anaknya itu.
Sementara itu Shou beserta yang lainnya sudah sampai di sebuah rumah yang kelihatan dari luar nya biasa-biasa saja, tidak terlalu sederhana dan juga mewah, seperti kebanyakan rumah yang ada disana.
" Ayah, ibu, aku datang!" Ucap Lacasina sambil mengetuk-ngetuk pintu.
__ADS_1
Karena tidak ada yang menyaut, dia membuka pintu nya yang ternyata tidak dikunci.
" Permisi! "