
Sementara Shou dan yang lainnya sedang makan malam di ruang makan, Rosse dan Riss memakan makanannya di kamar.
Sepertinya mereka berdua sama-sama memiliki masalah yang rumit.
" Riss, apa menurutmu orang tua akan memaafkan segala kesalahan anaknya?" Tanya Rosse.
" Aku tak tahu, karena aku tidak memiliki orang tua." Jawab Riss.
" Maaf Riss aku tidak bermaksud untuk…."
" Tak apa-apa, lagipula kamu pernah berbuat kesalahan apa pada orang tua mu, sehingga kamu berbicara seperti itu?" Tanya Riss.
Rosse menghela nafas, ia tidak menyangka Riss akan menyadarinya secepat itu.
" Sebenarnya….." Rosse menjelaskan semuanya pada Riss, namun Riss tetap saja tidak bisa membantu.
" Lebih baik nanti kamu tanyakan saja pada Shou, ia tadi memaksamu untuk pulang kan, dan ketika kamu bilang bahwa kamu tidak ingin pulang karena hubunganmu yang tidak baik dengan mereka, Shou terlihat marah."
" Sepertinya begitu, nanti akan coba kutanyakan padanya."
" Ayo, kita makan sup nya sebelum dingin!"
Kemudian mereka pun melanjutkan makan malam mereka sambil bercakap-cakap.
Setelah selesai makan malam, Shou pergi ke perpustakaan rahasia, ia ingin mempelajari cara membuat dimensi buatan.
__ADS_1
Shou membaca buku-buku kuno itu satu persatu, namun setelah beberapa jam informasi yang ia cari tidak ada didalam buku mana pun yang telah ia baca.
" Oh iya, bukannya buku-buku ini dibuat oleh Dewi Laxmi, seharusnya ia tahu tentang hal ini."
Kemudian ia menggunakan sihir telepati untuk berbicara pada Dewi Laxmi.
" Ada apa Shou?" Tanyanya.
" Dewi, apakah kamu sedang tidak ada kegiatan?"
" Aku hanya sedang minum teh, memangnya ada apa Shou?"
" Sebenarnya aku ingin membuat dimensi buatan, apakah dewi tahu cara nya?"
" Maaf Shou, sepertinya aku tidak pernah mendengar ada sihir yang seperti itu."
" Sama-sama Shou!"
Kemudian Shou memutus jaringan telepatinya.
" Ternyata dewi Laxmi pun tidak tahu cara nya, lalu bagaimana caraku untuk membuatnya ya, haduh!"
Lalu ia terpikir dengan seseorang yang baru ia temui hari ini.
Kemudian ia menggunakan sihir teleportnya untuk mengunjungi orang tersebut.
__ADS_1
" Hai, maaf mengunjungimu malam-malam seperti ini tanpa memberitahu terlebih dahulu. "
" Namamu Shou kan, kamu ini benar-benar hebat. Bisa langsung mengetahui tempat persembunyianku yang sudah ku tutup dengan sihir beberapa lapis. Sihir pendeteksiku tidak memberikan tanda bahwa seseorang masuk kedalam wilayahku, bagaimana cara mu melakukan nya?"
" Tentu saja dengan sihir teleport. " Jawab Shou.
" Seharusnya kamu tidak bisa sampai disini menggunakan sihir teleport, karena tempat ini merupakan area anti sihir, dan juga ini berada di dimensi berbeda yang ku buat, seharusnya kamu tidak bisa menggunakan sihir teleport untuk sampai disini karena sebelumnya kamu tidak pernah menginjakkan kaki mu di tempat ini."
" Untuk soal itu aku menggunakan sihir pendeteksi ku untuk mendeteksi lokasimu dan aku menggunakan sihir teleport untuk menemuimu, tadi kau bilang ini adalah dimensi buatanmu kan, ku mohon ajarkan aku cara membuatnya!"
" Tidak mau!"
" Kumohon!"
" Tidak mau!"
" Kumohon!"
Mereka berdua terus-terusan berkata seperti itu, pada akhirnya salah seorang dari mereka mengalah.
" Baiklah, tetapi ada syaratnya!"
" Apa syaratnya guru?" Tanya Shou penuh semangat.
" Kau harus membantu seorang putri di kerajaan Fio menyelesaikan masalahnya, ia sebenarnya adalah seorang gadis biasa yang ingin tahu seberapa luasnya dunia. Pada suatu hari ia pergi ke hutan sendirian karena ayahnya sang raja tidak mengijinkannya untuk pergi ke hutan tersebut, karena di hutan tersebut di huni oleh seorang raja iblis yang sangat kuat, bisa dibilang dia adalah raja nya raja iblis."
__ADS_1
" Lalu bagaimana nasib putri itu selanjutnya?"