
“ Semuanya terlihat lebih dekat dari yang ku bayangkan, untuk sampai di planet ini saja aku hanya membutuhkan waktu satu menit, meskipun begitu ternyata planet ini indah juga. Semilir angin disini sangat menyegarkan, lebih segar dari yang ku hirup selama ini. Rumput-rumput disini juga terasa sangat lembut, tetapi sepanjang mata memandang aku hanya melihat hamparan rumput ini, aku tidak melihat satu pun penghuni di planet ini, dan juga darimana sumber cahaya planet ini, kelihatan nya seperti siang hari namun tak terasa panas sedikit pun, tidak ada matahari dan juga awan di langit, tempat ini sangat cocok untuk tidur siang. Sebaiknya aku berkeliling lagi, siapa tahu aku bisa menemukan penghuni planet ini.”
Kemudian dia pun mengelilingi planet tersebut dengan terbang, sesekali dia melihat sebuah kolam dan dia pun menyelam ke dalam nya, namun tak ada satu pun makhluk hidup yang terlihat disana.
“ Air disini sangat jernih, saking jernihnya aku bisa melihat di dalam air dengan leluasa tanpa merasakan perih sedikit pun, tetapi kenapa di planet ini tidak ada satu pun makhluk hidup yang terlihat selain rerumputan itu, sebenarnya ini itu planet apa, kolam dan rumput, hanya ada dua itu di planet ini, tidak ada yang lain lagi.”
Lalu dia mencoba untuk berkeliling lagi, dia masih penasaran dengan planet tersebut, namun setelah beberapa lama berkeliling dia tidak menemukan hal lain selain rumput hijau dan kolam.
“ Percuma saja, planet ini tidak memiliki hal lain untuk di perlihatkan, lebih baik aku berkeliling di planet lain lagi.”
Lalu dia pun meninggalkan planet tersebut, dan pergi ke sebuah planet yang lebih besar.
“ Wah, planet ini terlihat seperti tempat para robot.” Ucap nya takjub.
__ADS_1
Di planet tersebut di penuhi oleh bangunan-bangunan yang di penuhi dari besi dan dia pun melihat beberapa mesin yang sedang beroperasi, dia pun segera melihat dan memperhatikan nya.
Sementara itu, di alam dewa para dewa dan dewi sudah mulai kelelahan.
“ Kita baru satu hari menjalankan ritual ini, tapi kita sepertinya sudah sangat kelelahan. Aku tidak yakin kita bisa melanjutkan nya hingga akhir.” Ujar Dewa Zeno.
“ Untuk itu aku juga setuju, tapi apapun yang terjadi kita harus menyelesaikan ritual ini.” Jelas Dewa Vict.
“ Tapi bagaimana cara melakukannya, hampir semua dewa dan dewi ikut serta dalam ritual ini tapi baru satu hari saja kita sudah sangat kelelahan, kita juga sudah melakukan cara seefektif mungkin dengan melakukan ritual ini secara bergiliran untuk menghindari kelelahan tetapi tetap saja Mana yang di butuhkan terlalu besar.”
“ Bagaimana kalau kita meminta bantuan keempat Dewi agung.” Saran Dewa Vict.
Semuanya pun terkejut
__ADS_1
“ Apakah kau yakin, selama ini mereka tidak pernah datang kemari lagi. Hanya beberapa Dewa dan Dewi tingkat 5 saja yang pernah bertemu dengan mereka.”
“ Iya, bahkan aku juga yang sudah mencapai tingkat 5 seratus tahun yang lalu saja belum pernah bertemu dengan mereka.”
“ Kamu memang benar, tetapi apa lagi yang harus kita lakukan selain menunggu keajaiban itu datang?”
Semuanya pun terdiam lagi, kemudian muncul seorang dewi dan duduk.
“ Mereka pasti membantu kita, setidaknya salah satu dari mereka pasti akan membantu kita.”
“ Apa maksudmu Dewi lasty?” Tanya Dewa Zeno.
Dengan tenang dewi lasty menuangkan teh ke dalam cangkir dan meneguknya.
__ADS_1
“ Aku juga hampir tidak percaya tentang hal ini, tetapi Shou sebenarnya adalah seseorang yang di panggil Dewi Raffsha dari dimensi lain.”