Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-40 Rekan Yang Dapat Diandalkan


__ADS_3

Lorrie dan Lacasina berjalan sempoyongan di sepanjang jalan, berulang kali mereka hampir terjatuh atau pun menabrak sesuatu. Begitu pula dengan Rosse, dia bahkan berbicara panjang lebar yang entah ke mana penjelasannya. Sebenarnya Shou bisa saja menggunakan sihir untuk menormalkan kondisi mereka, tapi dia membiarkannya saja karena tidak sedang dalam situasi bahaya.


Masih ada sedikit penyesalan di benak Shou yang menghancurkan arena bertarung satu bulan lalu, setiap langkahnya kini semakin berat seiring dekatnya dengan pintu masuk guild.


Saat Shou membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan, banyak sorot mata yang memerhatikan. Suasana jadi hening seketika, resepsionis yang saat ini tepat di hadapan Shou terlihat gemetaran.


“Namaku Shou, ingin mengambil lencana peringkat.” ucap Shou langsung ke dalam intinya, dia tak mau berlama-lama di sana melihat semua orang yang kelihatan terganggu dengan keberadaannya.


Resepsionis tadi segera mengambil lencana peringkat milik Shou, tapi karena saking paniknya dia menjatuhkan lencana tersebut dan langsung meminta maaf.


“Bukan masalah, lencananya juga tidak rusak.”


“Sekali lagi aku mohon maaf, aku benar-benar bersalah, tolong maafkan aku!”

__ADS_1


“Sudah kubilang aku tidak apa-apa, ini ada sedikit hadiah untukmu.” Shou menaruh sebuah kristal biru di atas meja, kemudian langsung bergegas pergi bersama ketiga rekan partynya.


Saat hendak keluar dari guild, Shou tak sengaja berpapasan dengan Richard dan kelompoknya. Berbeda dengan orang lain di dalam guild tersebut, mereka sama sekali tak memperlihatkan ekspresi takut kepada Shou.


Richard mengajak Shou untuk mengobrol lebih lama di dalam guild, dirinya terpaksa menurut setelah ketiga rekan party Richard memeganginya dan memaksa Shou untuk duduk di sebuah kursi yang kosong.


Missel berbisik pada Shou, “Berbincanglah dengan kami untuk mengurangi dampak rumor yang beredar saat ini.” jelasnya.


Shou membalas bisikan Missel dengan telepati, “Rumor tentang apa? Ah iya, aku sudah menghancurkan arena pertarungan waktu itu, wajar saja.”


Shou menghela nafas, dia tak pernah menyangka memiliki teman di dunia ini yang rela membantu di saat susah.


Richard dan rekan-rekannya mengajak Shou berbicara tentang banyak hal, bahkan saat satu topik belum selesai mereka telah menyiapkan topik lain di dalam benak mereka. Secara perlahan, situasi di dalam guild mencair, setiap orang mulai mengabaikan keberadaan Shou.

__ADS_1


Seharian penuh Shou berbincang panjang lebar dengan kelompoknya Richard, bahkan Lorrie dan kedua rekannya sudah sadar sepenuhnya dari pengaruh alkohol.


Lacasina kapok dan berjanji tidak akan meminum minuman keras lagi, dia masih ingat dengan sakit kepala yang tiba-tiba muncul saat baru terbangun tadi pagi.


Shou beranjak dari kursinya saat matahari sudah mau terbenam, “Terima kasih semuanya, aku tak akan pernah melupakan jasa kalian hari ini.” ucapnya sambil menunduk hormat.


“Kami hanya mengobrol denganmu, jangan berlebihan seperti itu!” ujar Kai.


“Kali ini aku juga setuju dengan Kai, tidak boleh sungkan dengan kami.” lanjut Ray.


“Sepertinya situasi di dalam guild sudah agak terkontrol, tinggal membiarkan rumor di luar menghilang secara perlahan. Tenang saja, aku akan terus membantumu menyelesaikan masalah ini agar selesai lebih awal.” jelas Missel.


“Hei, hei, hei, dari mana kepercayaan dirimu mengatakan itu semua!?” Ray tak terima.

__ADS_1


“Maksudmu kita semua ‘kan Missel?” Richard membantu meluruskan.


Perpisahan hari itu pun diakhiri dengan gelak tawa, stres yang dipikul oleh Shou kian berkurang.


__ADS_2