Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Desa Dark Elf


__ADS_3

Setelah selesai mengikat Shou layaknya tahanan , mereka akhirnya pergi dari tempat tersebut dengan berjalan kaki.


Shou yang masih belum terbiasa dengan tempat tersebut melihat sekelilingnya.


“Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri, ingat bahwa gadis kecil ini masih bersama kami.” Ucap Zoe sambil terus menarik tali yang mengikat badan Shou.


“Iya, tenang saja. Oh iya, tadi kakiku terkilir. Apa kalian yang mengobatinya, aku sudah tidak merasakan sakit lagi.” Shou menatap Zoe lekat-lekat.


“Orang yang membawa pedang besar itu yang telah melakukannya.” Jawab Zoe singkat.


“Hei, aku ini punya nama!” Ucap Ranzie tak terima. Ia mendekat kearah Shou. “Namaku Ranzie. Ingatlah, itu adalah nama orang yang telah menyelamatkanmu.” Lanjutnya.


“Terimakasih telah menyembuhkan kakiku, aku akan selalu mengingatnya.”


“Hei Ran, jangan memberi informasi lebih padanya. Mungkin dia adalah mata-mata, yang sengaja datang ke hutan ini untuk bertemu kita.” Jelas Putri Lina.


“Eh..., baiklah kalau begitu.”


Shou menatap putri Lina,


“Kalau berkenan, aku juga ingin mengetahui namamu. Juga laki-laki yang menuntunku ini.” Ujar Shou padanya.

__ADS_1


Putri Lina berbalik, “asalkan kau memberikan informasi yang kami inginkan, aku akan memberikan informasi yang kamu inginkan juga.”


Mendengar itu, Shou terlihat sangat senang. Kini ia bisa menggali informasi tentang dunianya saat ini, dan kebenaran yang ada didalamnya.


“Baiklah, aku setuju!”


“Kalau begitu, apa kamu bisa menjelaskan tentang pedang ini? Darimana asalnya dan bagaimana cara membuatnya. Lalu apa kalian dengan kaum Dwarf telah beraliansi kembali?” Tanya putri Lina. Zoe dan Ranzie memperhatikannya.


Shou menghela nafas terlebih dahulu,


“Sebaiknya kujelaskan ini terlebih dahulu, sebenarnya aku bukan manusia dari dunia ini.”


Ketiga Dark Elf itupun tampaknya sangat terkejut. Mereka bertanya-tanya, apa yang dimaksud oleh Shou.


“Bukan begitu, makanya dengarkan dulu penjelasanku.”


“Itu tak perlu, biar tetua saja yang menentukannya. Apakah kau berbohong atau tidak, itu akan menentukan nasibmu.”


Shou hendak berbicara lagi, namun ia tak tahu kosa kata apa yang harus ia keluarkan dalam situasi seperti ini. Di dunia ini dia hanyalah seorang pria biasa, tak bisa mengeluarkan sihir sama sekali untuk melepaskan diri.


Sepanjang jalan ia hanya tertegun, dua Dark Elf lainnya pun tak banyak bicara di tengah perjalanan itu. Mungkin mereka juga tersinggung dengan perkataan Shou yang terlihat membodohi mereka, walaupun sebenarnya dia mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Siapkan dirimu, kami akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang kami butuhkan. Jika kamu berbohong sedikit saja, kami takkan segan-segan.” Putri Lina menatap Shou tajam.


Mereka kemudian masuk kedalam pemukiman kecil yang ternyata adalah desa Dark Elf. Rumah-rumahnya menyatu dengan pohon, anak-anak kecil berlarian kesana-kemari dengan begitu gembira. Ketika Putri Lina beserta yang lainnya kembali, para penduduk desa tersebut menyambutnya dengan begitu hangat, anak-anak kecil yang tadi berlarian pun menyambut mereka dengan begitu senang.


“Putri Lina, anda tetap terlihat cantik hari ini. Jika aku besar nanti, aku akan menikahimu!” Ucap salah seorang anak kecil yang umurnya masih belum genap 7 tahun. Putri Lina pun hanya membalasnya dengan tersenyum dan berjalan menuju kediaman kepala desa.


“Selamat datang Lina, apa yang kau bawa hari ini?” Tanya seorang kakek-kakek berambut putih dengan jenggot panjang yang membawa sebuah tongkat kayu ketika Lina masuk kedalam sebuah tenda.


“Kali ini kami berhasil mendapatkan beruang hybrid dewasa. Malam ini mungkin kita bisa sedikit berpesta.” Ucapnya.


“Sedikit? Itu bukan sedikit jika kita mendapatkan mangsa sebaik itu,malam ini kita akan pesta besar. Suruh Nasy dan Ruby untuk mengurus sisanya!” Tetua Dark Elf itu terlihat sangat senang.


“Sebelum itu, aku juga membawa sesuatu yang lain.”


“Apa itu?” Tanya Tetua penasaran.


“Bawa dia masuk!” Ucap Putri Lina cukup keras. Kemudian Zoe masuk kedalam tenda tersebut sambil membawa Shou dalam keadaan terikat.


“Lepaskan dia!”


Kemudian Zoe pun menuruti perintahnya tersebut.

__ADS_1


“Apa maksudmu, bukannya dia itu manusia? Sebenarnya kalian habis berburu dari mana, jangan cari gara-gara dengan mereka, bisa saja desa kita dilenyapkannya lagi seperti seribu tahun lalu.”


__ADS_2