
Siang hari menjalankan tugas dari guild, setiap malam mengembangkan sihir dan berburu monster tingkat tinggi. Kekuatan Shou saat ini sudah berada di luar nalar, bahkan sebuah kota besar seperti Kloravia saja bisa ia lenyapkan kurang dari 10 detik.
Kemampuan anggota partynya pun sudah sangat meningkat, walau tidak bisa dibandingkan dengan Shou akan tetapi mereka sudah layak mendapatkan lencana platinum dan menjadi bagian dari petualang terkuat.
“Pohon beringin ini katanya sangat angker dan ditakuti oleh setiap monster di hutan, tapi kulihat-lihat seperti biasa saja. Hanya ada hawa dingin di sekitar, selain itu pohon ini tak melakukan perlawanan apa pun.” ujar Lorrie meremehkan.
“Sebaiknya lihat ke belakang jika tidak ingin dimakan.” Shou memberi saran setelah melihat pohon beringin tersebut mengendap-endap dan bersiap memangsa Lorrie.
Lorrie langsung tersontak, dia langsung menggunakan teknik tingkat tinggi untuk menjaga jarak dari pohon beringin tersebut.
“Hampir saja.” Lorrie menghela nafas lega, dia duduk berselonjor di samping Rosse.
Melihat ada sedikit kesempatan, Lorrie langsung memanfaatkannya untuk mengintip sesuatu di balik rok pendek Rosse. Sayangnya gadis itu sangat sensitif dan langsung menghantam wajah Lorrie dengan tongkat, kemudian membakarnya hidup-hidup dengan sihir api tingkat tinggi.
__ADS_1
Api menjalar dengan begitu cepat, membuat pohon beringin angker itu ketakutan hingga mencabut akarnya sendiri dari dalam tanah untuk melarikan diri.
“Mau ke mana kamu?” ucap Lacasina sambil menciptakan benteng tinggi, memutus jalur pelarian pohon beringin.
“Rosse, sudah cukup bermain-mainnya. Segera bereskan pohon beringin ini dan tarik kembali semua apimu sebelum lebih banyak pohon yang terbakar.” ujar Shou, dia masih berniat memantau perkembangan rekan-rekannya.
“Baiklah.” Rosse memejamkan matanya dan merapalkan mantra, api yang tadi sudah merambat ke berbagai tempat akhirnya hilang.
“Lumayan, dia sudah bisa mengekstrak elemen api menjadi mana dalam ruang lingkup yang luas. Asalkan berada di tempat yang dikelilingi oleh api, mungkin dia tak akan terkalahkan selama musuhnya tidak memiliki kemampuan yang sama atau lawan alaminya.” jelas Shou.
“Diam!” Rosse sudah menyiapkan sebuah bola api raksasa, tinggal melemparkannya saja dan akan membuat ratusan hektar tanah menjadi gosong.
“Cancelling.” Shou menghentikan serangan bola api raksasa Rosse sebelum benar-benar merusak, dia juga kini telah menghabisi monster pohon beringin dengan satu tebasan.
__ADS_1
“Kenapa kalian terus berkelahi, kita sedang dalam misi sekarang. Utamakan yang harus diutamakan, jangan seperti anak kecil!” Lacasina menegur Rosse dan Lorrie secara bersamaan.
Shou membiarkan kedua pembuat masalah itu diceramahi oleh Lacasina habis-habisan, dia sendiri ingin melihat monster pohon beringin itu untuk diteliti.
Saat Shou hendak membelah pohon beringin itu menjadi ribuan bagian, dia merasakan sebuah hawa kehadiran yang cukup aneh dari dalam pohon beringin tersebut.
Pohon beringin terbelah menjadi dua, muncul sebuah kuncup bunga yang akhirnya mekar. Di dalam bunga tersebut terlihat seorang gadis berambut merah, perlahan ia bangun dan mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat.
“Kalian yang membangunkanku?” tanya gadis tersebut.
Rosse dan yang lain langsung waspada, sementara itu Shou pergi menjauh dalam sekejap untuk mengawasi.
“Sepertinya dia adalah iblis kelas atas, kekuatannya pun jauh lebih kuat dari semua iblis yang pernah kutemui.” Shou duduk di sebuah tangkai pohon sambil menikmati apel, berjarak ribuan kilo meter dari iblis yang diawasinya.
__ADS_1
Rekan party Shou dan iblis itu bertarung habis-habisan, menciptakan momentum luar biasa hingga ratusan kilo meter.