Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-24 Kembali Lagi


__ADS_3

Semua yang melawan bu guru Elizabeth akhirnya tumbang, termasuk Raizen dan Luis Victoria.


“Shou, aku pikir kamu harapan terakhir kami.” ujar Ririn sambil memegang tangannya. Dia pikir bahwa Shou akan tersentuh jika ia memasang wajah memelas seperti itu.


Violet juga berperilaku sama, keduanya benar-benar memasang harapan penuh pada Shou.


“Mana mungkin orang seperti dia mampu mempelajarinya, lagi pula dia juga sepertinya bukan berasal dari keluarga bangsawan kelas atas.” ejek Raizen, padahal sendirinya pun sudah tak lagi menjadi bagian dari keluarga bangsawan.


“Jangan remehkan dia, kau tidak tahu seberapa hebat Shou dalam mempelajari sihir.” ucap Ririn yang tak terima Shou di rendahkan.


“Kalau begitu coba buktikan, kehebatan rakyat jelata ini dalam mempelajari sihir.” ledek Raizen sekali lagi.


Shou tersenyum tipis, “Para bangsawan memang menyebalkan.” ucapnya pelan.


“Kalau kau memang mampu coba buktikan, aku akan menjadi anjing peliharaanmu jika kau bisa mempelajari sihir reverse time and space ini.”

__ADS_1


Shou melepaskan genggaman tangan Ririn dan Violet, dia lagi-lagi tersenyum tipis sambil menatap Raizen.


“Aku sudah tidak membutuhkan akademi ini lagi, murid-muridnya terlalu menyebalkan. Ririn, Violet, terima kasih atas bantuan kalian selama ini. Tapi aku tidak tahan dengan perilaku rasisme yang dilakukan seperti bocah ingusan di sana, semoga kita masih bisa berteman di luar akademi.”


“Apakah kau benar-benar ingin keluar dari akademi ini?” tanya bu guru Elizabeth memastikan.


Shou mengangguk, “ Sepertinya menjadi petualang lebih menyenangkan. Aku bisa mendapatkan berbagai macam pengalaman dan mengembangkan kemampuanku, sampai jumpa.”


Secara perlahan, tubuh Shou berubah menjadi serpihan cahaya. Dia tersenyum kepada Violet dan juga Ririn sebelum benar-benar menghilang, kemudian memetikkan jarinya sekali hingga ruangan tersebut kembali seperti sedia kala.


“Reverse time and space, dia benar-benar mampu melakukannya.” Luis Victoria benar-benar terkagum, dia tersenyum cukup lebar melihat semua itu.


“Hup, akhirnya aku kembali lagi ke desa ini. Aku ingin tahu kabar Lisa saat ini, tapi yang terpenting ....”


Kriukkk kriukkk

__ADS_1


“Perutku sudah tak tahan lagi, padahal ini masih pagi dan aku sudah sarapan roti. Mungkin ini karena jumlah mana yang kugunakan cukup besar, yah pokoknya aku isi saja dulu di rumahnya.”


Shou menghirup aroma segar di desa sambil menikmati pemandangan. Karena pagi ini cuacanya cukup cerah, hangatnya begitu nikmat.


Sesampai di rumah Lisa, Shou mengetuk pintu dan memanggil namanya. Suara hentakan kaki terdengar cukup keras, seorang gadis berambut pirang membuka pintu dengan tergesa-gesa.


“Shou, ternyata benar itu kamu.” ujar Violet.


Kriukkkkkkk


Violet mendengar suara itu dengan sangat jelas, dia mempersilakan Shou masuk dan langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.


Aduh, datang-datang aku malah menumpang makan. Sebaiknya aku periksa keadaan ibunya saja.


“Halo, apa kabar tante Fliesa?” sapa Shou.

__ADS_1


Perempuan paruh baya yang tengah terbatuk-batuk itu melirik ke arah Shou, “Rupanya itu kamu. Seperti yang kamu lihat, aku masih sama seperti sebelumnya.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Apprasial Eye!” warna mata Shou berubah menjadi emas, mimiknya tak begitu bagus setelah beberapa saat sebelum warna matanya kembali seperti semula.


__ADS_2