
"Hahaha,beruang kecil ini terlalu mudah dikalahkan.Kurang seru." Ucap seorang laki-laki yang membawa pedang besar.
"Sebaiknya kamu harus lebih berhati-hati lagi,jika Zoe tidak menyelamatkanmu tadi,mungkin saat ini perutmu sudah terbelah."
"Tapi itu kan sudah tugasnya menjadi guardian.Benarkan Zoe?" Tanya si lelaki tersebut.
"Tidak,aku setuju dengan putri Lina.Meski aku ini adalah guardian,tetap saja kamu harus lebih berhati-hati karena aku tidak bisa setiap saat menyelamatkanmu." Ucap seorang laki-laki yang tengah mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.
Benda tersebut terlihat seperti cincin biasa,dengan permata berwarna merah diatasnya.Laki-laki bernama Zoe tersebut menyentuhkan cincin tersebut ke arah beruang yang baru saja mereka kalahkan.
Seketika,beruang tersebut menyusut dan tertarik kedalam cincin tersebut.
"Tempat ini sangat kacau,banyak sekali mayat serigala biru yang bergelimpangan disini.Kira-kira mereka habis bertarung dengan apa ya?" Ujar si lelaki yang membawa pedang besar.
"Ran,apa kamu tidak merasa janggal?" Tanya putri Lina.
"Janggal apanya?"Tanya Ranzie balik.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu Zoe?" Putri Lina melempar pertanyaannya kepada Zoe yang IQ nya lebih baik daripada Ranzie.
"Serigala biru seharusnya tak semudah itu dikalahkan oleh monster lain.Selain Naga dan Beruang Hybrid ini,tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan serigala biru."
"Itu berarti yang mengalahkan serigala-serigala itu antara beruang hybrid ini atau naga." Jawab Ranzie sekenanya.
"Itu tidak mungkin." Kemudian Zoe mendekat ke arah mayat serigala-serigala tersebut. "Bekas luka ini,ini adalah luka goresan pedang,tetapi ini sangat tipis."
"Apa maksudmu sangat tipis?" Tanya Ranzie.
"Goresan yang diberikan pada serigala-serigala ini.Padahal kulit serigala ini cukup kuat,tak mungkin bisa ditembus dengan pedang biasa.Seharusnya hanya pedang yang biasa digunakan untuk kebutuhan militer atau pedang yang telah diberkati oleh sihir yang bisa menembusnya."
"Mungkin saja mereka telah beraliansi dengan klan Dwarf." Ujar Ranzie
"Apa kamu pikir kaum Dwarf akan semudah itu berjabat tangan dengan para manusia busuk yang telah membuang mereka,setelah para Dwarf berhasil menciptakan senjata penghancur massal yang dengan susah payah mereka ciptakan selama 3 generasi." Jelas putri Lina
"Tapi itu peristiwa seribu tahun yang lalu,mungkin saja sekarang kaum Dwarf telah memaafkan para manusia." Ujar Ranzie
__ADS_1
"Tetapi mereka tak punya alasan untuk beraliansi lagi,kecuali..."
"Kecuali?"
"Kecuali perang besar raya akan segera terjadi lagi."
Ranzie dan Zoe tampak terkejut.
"Itu berarti..."
"Iya,mimpi buruk yang pernah terjadi seribu tahun lalu akan terulang kembali."
"Tapi bukannya semua Klan yang terlibat telah menulis perjanjian suci yang tak boleh dilanggar."
"Disebut perjanjian suci karena supaya orang-orang tidak lagi berperang.Sebenarnya itu hanyalah kesepatakan yang dibuat oleh semua Klan dan diukir dengan sihir tabu."
"Lalu kenapa mereka ingin melakukan peperangan lagi,bukannya sekarang sumber daya alamnya lebih melimpah dibanding seribu tahun lalu,yang harus berebut demi sesuap makanan."
__ADS_1
"Akupun tak tahu,tetapi sebaiknya bangsa Dark Elf bersiap-siap juga untuk mengantisipasi hal ini.Seribu tahun lalu bangsa kita terinjak-injak karena tak ingin ikut serta dalam peperangan.Bukannya damai,tetapi kitalah yang menjadi sasaran pertama bangsa lain."