
“ Tentu saja, aku tidak pernah ingin mandi dengan laki-laki. Tapi sepertinya tadi ketika berlari ke sini aku berkeringat, aku tidak ingin berlama-lama memakai pakaian yang penuh keringat ini karena bisa menyebabkan gatal. Jadi aku akan ikut mandi bersama kalian, bukan karena aku ingin melihat tubuhnya, tapi karena aku tidak ingin tubuhku gatal-gatal karena memakai pakaian yang berkeringat.” Ucap Rosse.
“ Eh?” Ucap Shou. Dia pun menelan ludahnya
“ Yosh, kalau begitu operasi kamar mandi dimulai!” Ucap Bu Guru Elein. Dia pun menarik Shou ke dekat bak mandi, Shou pun hanya bisa pasrah karena tidak bisa melakukan apapun untuk melarikan diri.
“ Sekarang buka pakaian nya!” Ucap Bu Guru Elein. Setelah mendengar itu dengan sekuat tenaga Shou berusaha melepaskan diri. Namun itu percuma, karena cengkraman gurunya itu lebih kuat dari dirinya saat ini.
“ Apakah kita tidak keterlaluan?” Tanya Rosse merasa kasihan.
“ Apa yang kamu pikirkan, yang kita lakukan hanya membantunya untuk melepaskan pakaian nya. Jika dia ingin mandi dia harus melepaskan pakaian nya bukan?” Jelas Bu Guru Elein.
“ Tolong lepaskan aku, aku tidak ingin mandi. Sekarang aku sedang alergi air!” Ucap Shou sambil berusaha melepaskan diri. “ Hacchuh, Haccuh, Haccuh!” Ucapnya pura-pura bersin. “ Lihat, tadi aku bersin. Jadi lepaskan aku!” Ucap Shou sambil terus berusaha melepaskan diri.
“ Tenang saja, aku bisa membuat bersin mu itu hilang hanya dengan mandi.” Ucap Bu Guru Elein sambil tersenyum padanya. Shou pun terlihat semakin ketakutan, dia berpikir gurunya itu seperti monster yang mengincar dirinya.
__ADS_1
“ Haduh, dia sangat keras kepala. Chelly pegang kakinya!” Ucap Bu Guru Elein.
“ Siap!” Ujar Chelly. Kemudian dia melakukan apa yang diperintahkan gurunya itu
“ Rosse, tolong pegang tangannya. Aku akan melepaskan kancingnya terlebih dahulu.” Ucap Bu Guru Elein.
“ Heh?” Ucap Rosse terkejut.
“ Ayo cepat, sebelum efek obatnya hilang!” Ucap Bu Guru Elein. Rosse pun jadi kebingungan
“ Rosse,tolong aku!” Ucap Shou.
“ Rosse apa maksud nya ini, kau bilang ingin membantu ku tapi kau malah memegangi ku!” Ujar Shou.
“ Eh, bukannya kamu ingin dibantuku memegangi tanganmu supaya Bu Guru bisa melepaskan bajumu dengan kebih mudah.” Ujar Rosse pura-pura polos.
__ADS_1
“ Yosh, saatnya beraksi. Kita lihat bagaimana bentuk tubuhnya, apakah kekar, ataukah sangat lembut, aku sudah tak sabar ingin melihat nya!” Ucap Bu Guru Elein sambil membuka kancing baju Shou satu persatu.
“ Tolong, siapapun tolong aku!” Teriak Shou.
“ Sssttt, tolong diam. Sekarang aku akan melepaskan nya dengan lebih lembut!” Ujar Bu Guru Elein.
“ Tidak!!!” Teriak Shou semakin keras. Namun Bu Guru Elein tetap membuka kancing bajunya Shou, setelah itu dia melepaskan bajunya.
“ Sekarang tinggal celananya, shou kelihatan nya semakin agresif. Jangan sampai dia melepaskan diri!” Ujar Bu Guru Elein.
“ Siap!” Ujar Chelly semangat.
“ Baiklah.” Ujar Rosse agak gugup.
“ Lepaskan aku, Yuzan bantu aku!” Teriak Shou.
__ADS_1
“ Sssttt, tolong jangan berisik. Karena aku juga sudah mengaktifkan sihir peredam suara di depan pintu, jadi suara mu tidak akan kedengaran. Meskipun terdengar, suaranya tidak akan Jelas dan sangat pelan. Jadi orang yang mendengar nya hanya akan menganggapnya firasat saja.” Jelas Bu Guru Elein. Setelah itu secara perlahan dia membuka celananya shou, namun Shou terus menerus memberontak hingga akhirnya Bu Guru Elein melepaskan celananya Shou sekaligus.
“ Tidak!!!!” Teriak Shou.