Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Terus Berkecamuk


__ADS_3

" Yang mulia, sepertinya ini akan menjadi gawat. Menurut saya lebih baik yang mulia segera pergi dari sini, sebelum monster-monster aneh itu menguasai istana ini." Ujar Thev.


" Aku tidak akan meninggalkan istana ini, sedangkan para pasukanku sedang bertarung habis-habisan. Aku akan masuk ke medan tempur!"


" Tapi yang mulia, itu sangat berbahaya. Menurut saya yang mulia lebih baik mengikuti saran Thev. " Ucap Balx.


" Jika yang mulia gugur dalam peperangan ini maka itu akan berdampak sangat besar bagi pasukan, mental mereka pasti akan terganggu." Ujar Chentya.


" Tapi apa guna nya aku melarikan diri, jika istana ini dan semua yang berada di dalamnya di renggut oleh para monster itu. Lebih baik aku berjuang mati-matian untuk mempertahankan istana ini, meskipun aku akan kalah atau mati sekalipun, aku tidak akan menanggung penyesalan sedikitpun karena aku sudah berusaha semaksimal mungkin."


Mendengar itu Ketiga ajudan utama nya meneteskan air mata.


" Aku akan selalu mengikutimu kemana pun kau berada, yang mulia. " Ucap Thev sambil bertekuk lutut.


" Aku juga akan selalu setia padamu." Ujar Chentya.


" Setinggi apapun benteng yang menghalangi, aku akan membelah nya menjadi dua dan membukakan jalannya untukmu." Ujar Balx.


Kaisar pun meneteskan air mata nya juga, dia pun langsung menghapusnya.

__ADS_1


" Kalau begitu aku akan segera bersiap, kalian pergi duluan saja, lenyapkan para monster sialan itu!"


" Siap!"


Lalu Thev, Chentya, dan juga Balx pergi untuk menghabisi para monster itu, Sedangkan kaisar segera bersiap-siap dengan pakaian perangnya.


Sementara itu seorang laki-laki dengan jubah hitam sedang asyik melihat monitornya.


" Nah, inilah yang ku harapkan selama ini. pemandangan ini sangatlah indah, namun sepertinya sekarang akan lebih seru." Ucapnya sambil mengangkat gelas nya yang berisi anggur.


" Ahhh…, Anggur ini enak sekali. Pas sekali aku meminumnya sambil melihat pertempuran yang menyenangkan ini."


" Tuan, mereka berdua sudah menghancurkan barikade pertama."


" Kerahkan pasukan elite the schernite untuk menghadapi mereka, dan juga perintahkan pada yang lainnya supaya tidak mengganggu karena mereka hanya akan menghalangi."


" Siap tuan."


Lalu laki-laki tersebut pun undur diri.

__ADS_1


" Ini sangat menyenangkan, benar-benar menyenangkan. Jadi seorang petinggi itu ternyata benar-benar nikmat, aku hanya perlu menyuruh mereka melakukan apa yang ku mau dan mereka pun akan menurutinya."


Lelaki berjubah hitam itu pun tertawa dengan lepas, dia terlihat sangat senang dengan kondisinya saat ini.


Lalu dia kembali melihat monitor nya


" Wah, ternyata pasukan kekaisaran ini hebat juga. Mereka sudah menjatuhkan ratusan ribu pesawat tempur armada ke-8 dalam waktu yang singkat ini. Senjata-senjata itu sepertinya dibuat oleh dia, tak salah lagi karena dia sudah bekerja cukup lama disana. Hmmm, sepertinya armada ke-8 sedang mengalami kesusahan, sebaiknya aku kirimkan armada ke-12 untuk membantu mereka."


Lalu dia mengetik beberapa huruf asing di sebuah keyboard yang tiba-tiba muncul di depannya.



' pemimpin armada: Armada ke-12 segera pergi ke titik A512 '


Lalu tak lama kemudian di atas langit kekaisaran, muncul lebih banyak lagi lubang hitam dengan membawa pesawat tempur dengan jumlah yang lebih banyak.


" Yang mulia, sepertinya bala bantuan musuh telah datang." Ucap Thev.


" Perintahkan semua pasukan untuk membasmi mereka semua!" Ujar kaisar dengan gagah. Kali ini dia memakai sepasang zirah berwarna emas mengkilap sambil membawa sebuah pedang dan perisai.

__ADS_1


Kaisar pun mengacungkan pedang nya ke atas dan melancarkan sebuah serangan sihir ke arah musuh.


__ADS_2