Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Menemui Rekan Lama


__ADS_3

QKurang dari setengah jam, mereka akhirnya sampai ditempat tujuan.


“Jadi ini, gua yang kau maksud Shou?” Tanya Ranzie. “Kelihatannya seperti gua biasa saja.” Lanjutnya.


“Memang seperti itu, karena jika gua ini terlihat mencurigakan, mana mungkin aku masuk kedalamnya.”


Shou melirik ke arah Erisa


“Ada apa kak?” Tanya nya heran.


“Tak apa-apa, ayo kita pergi!”


“Bagaimana dengan kereta kuda ini Shou, apa kita akan membawanya juga?” Tanya Ranzie.


“Terserah sih, kalau kusirnya mau ikut ya pasti kita harus membawanya.”


“Bagaimana?” Ranzie melirik ke arah sang kusir.


“Sepertinya aku akan kembali ke desa saja dan melaporkan apa yang terjadi. Ngomong-ngomong berapa lama kalian akan tinggal disana?”


“Mungkin kurang lebih 1 minggu, aku ingin menyiapkan beberapa senjata baru dan peralatan lainnya.”


“Apa kau ini seorang professor Shou?” Ranzie terkagum.


“Master memang hebat!” Hikari memeluk Shou cukup erat.


“Bisa dikatakan iya, juga tidak.” Shou menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Maksud kakak gimana, aku tak paham.”

__ADS_1


Shou mengelus-ngelus rambut Erisa, “Nanti juga kamu paham.”


Mereka pun melangkah kedalan gua tersebut, yang lainnya tak merasakan perbedaan sama sekali saat masuk kedalamnya. Hanya Shou yang merasakan, bahwa sihirnya telah kembali.


Dalam sekejap mata mereka berpindah ketempat yang berbeda, semuanya terlihat panik kecuali Hikari.


Erisa dengan Spontan memegang baju Shou


“Kita dimana Shou?” Tanya Ranzie.


“Kita sekarang berada di dimensi asalku.” Shou melihat keatas langit, bulan purnama tampak dengan jelas, dihiasi gemerlap bintang membuat suasana nya begitu tenang dan nyaman. Namun ia teringat apa yang harus ia lakukan.


Sekali lagi mereka berpindah tempat dalam sekejap mata, mereka sampai di sebuah pedesaan.


“Sepertinya Sherri sudah tidur, kita akan langsung pergi ke kekaisaran saja.”


Mereka berteleportasi lagi dan tiba di istana kekaisaran, gerbang.


“Bukankah kamu itu, Shou!”


Shou pun mengangguk


Dengan segera mereka berdua mengisyaratkan kepada para penjaga yang berada diatas untuk membukakan gerbang nya.


“Kenapa kau tidak langsung masuk ke dalamnya saja Shou?” Bisik Ranzie.


“Ini sebagai formalitas saja, kalau kita asal langsung teleportasi ke dalam, nantinya mereka akan terkejut.” Jelas nya.


Ranzie pun mengangguk paham, Hikari tampak bangga pada masternya, sementara itu Erisa takjub dan memerhatikan sekelilingnya.

__ADS_1


Ketika masuk ke dalam gerbang, mereka disambut oleh puluhan prajurit yang berjejer rapi.


“Kau sangat hebat Shou, mereka sangat menghormatimu.” Ujar Ranzie sambil melirik kiri dan kanan.


Hikari pun menimpalinya, “Tentu saja, masterku memang yang terbaik diantara yang terbaik.” Tangan nya melingkar di lengan Shou dan memegangnya cukup erat.


Di depan pintu istana, tampak beberapa orang sedang berdiri memakai pakaian tidur.


“Siapa itu Shou, sepertinya mereka bukan prajurit.” Bisik Ranzie.


“Nanti saja, sekalian kalian berkenalan.” Jawab Shou singkat.


Sesampainya, Shou disambut dengan hangat.


“Shou, bagaimana kabarmu, apakah kau baik-baik saja, kudengar kau terjebak di suatu tempat.” Sapa Thev.


“Sepertinya begitu, tapi sekarang aku kembali dan membawa rekan dari sana.”


“Ah, padahal ku ingin pergi kesana dan membuatmu berhutang budi padaku.” Balx menghela nafas, beberapa saat kemudian perempuan yang tak lain adalah Chentya memukul kepalanya cukup keras.


“Hei, apa salahku?” Teriak Balx sambil memegangi kepalanya yang sakit, namun Chentya malah menghiraukannya seolah-olah dia tak melakukan apa-apa.


“Sepertinya disini cukup dingin, bagaimana kita masuk kedalam dulu?”


Mereka pun setuju dan masuk kedalam.


Erisa, Ranzie dan juga Hikari takjub dengan kemegahan dan kerapian dekorasi istana tersebut.


“Sepertinya kau menemukan teman baru yang sangat baik, Shou.” Ujar kaisar.

__ADS_1


“Yah, aku hanya beruntung.” Shou menggaruk kepalanya yang tak gatal.


__ADS_2