Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Wanita yang keras kepala


__ADS_3

“ Tuan, bagaimana kalau tuan mampir dulu ke Bar milikku?” Tanya seorang pria dewasa berjanggut pendek. “ Tempat nya sedikit agak jauh dari sini, jadi aku yakin bar ku tidak ikut terbakar.” Lanjutnya.


“ Shou!” Teriak Lisa dari kejauhan.


“ Haduh, dia malah nyebut namaku lagi!” Ucap Shou dalan hati.


“ Syukurlah kau tidak apa-apa.” Ujar Lisa ketika sudah di depan Shou.


“ Kenapa kalian memakai topeng?” Tanya Rosse.


“ Kami hanya ingin bergaya!” Jawab Riss sambil berpose.


“ Iya iya, kalau begitu lebih baik kita pulang sekarang!” Ujar Shou ingin segera pergi dari tempat itu.


“ Tuan, lebih baik tuan beserta orang-orang ini pergi ke Bar ku saja. Hari ini saya ingin merayakan lenyapnya kutukan dan sekaligus berterimakasih pada tuan.” Ujar pria tadi.


“ Wah, bar miliknya itu adalah yang terbaik di kota ini. Ayo kita pergi ke sana Shou!” Ujar Lorrie semangat.


“ Yaampun Lorrie, jangan sebut namaku!” Teriak Shou dalam hati.


“ Shou, aku juga ingin pergi ke bar!” Ujar Riss.


“ Aduh, kenapa sih tidak ada yang mengerti alasanku memakai topeng?” Tanya Shou sendiri dalam hati.


“ Baiklah kalau begitu!” Ujar Shou. “ jika berlama-lama disini nantinya mereka malah terus menyebu namaku.” Ujarnya dalam hati.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi ke bar nya pria berjanggut tadi.


“ Paman, anggur putihnya segelas!” Teriak Lorrie.


“ Siap!” Teriak pria berjanggut tadi.


“ Sepertinya kau pernah kesini.” Ujar Rosse.


“ Tentu saja, mana mungkin aku melewatkan bar terbaik kota ini.” Ujar Lorrie.


“ Shou, kenapa kau masih memakai topeng?” Tanya Lisa.


“ Eh, aku hanya ingin memakainya. Aku sangat lelah, aku pulang duluan ya?” Ujar Shou ingin segera pergi dari tempat tersebut.


“ Bukan itu maksudku.” Ujar Shou.


“ Lalu apa?” Tanya Rosse.


“ Aku hanya......” Ucap Shou. Tetapi dia tidak meneruskan nya.


“ Hanya apa?” Tanya Rosse lagi dengan nada yang lebih tinggi.


“ Aku hanya ingin pergi dari sini, sampai jumpa besok!” Ujar Shou kelihatan agak marah. Dia pun segera meninggalkan tempat tersebut.


“ Rosse, kau terlalu berlebihan!” Ujar Lorrie.

__ADS_1


“ Berlebihan apanya, aku hanya ingin dia tidak keinginan paman itu untuk memberikan tanda terimakasih padanya.” Ucap Rosse.


“ Tapi akhirnya dia malah pergi.” Ujar Lorrie sambil melihat ke luar jendela.


“ Dia benar-benar menyebalkan!” Ujar Rosse. Meskipun begitu, dia menyesal telah membuat Shou marah padanya.


“ Eh, Kemana pahlawan topeng itu pergi?” Tanya pria berjanggut tadi sambil menyimpan segelas anggur putih di atas meja.


“ Dia kelelahan, saat ini dia mungkin sudah pulang ke Villa.” Jawab Lorrie.


“ Apakah kalian tinggal bersamanya?” Tanya paman tersebut.


“ Iya, kami juga akan masuk ke akademi sihir bersama.” Jawab Lorrie.


“ Wah, sepertinya dia sangat kuat. Tetapi kenapa dia ingin masuk akademi sihir?” Tanya paman tersebut.


“ Ayah, kenapa rumah kita terbakar?” Tanya seorang perempuan yang baru masuk ke dalam bar.


“ Lusy, ternyata kau sudah datang.” Ujar paman tersebut. Dia pun mendekati perempuan tersebut


“ Sudah ku bilang jangan datang kemari malam-malam, kenapa kau tidak mendengarkan ku.” Ucap paman tersebut sambil menarik telinganya.


“ Aduh aduh, ayah sakit!” Ucap perempuan tersebut. Lalu paman tersebut melepaskan nya


“ Kenapa kau ini sangat keras kepala, aku sampai harus mengawasimu semalaman karena kau selalu ingin keluar malam-malam." Ujar paman tersebut.

__ADS_1


__ADS_2