
“ Tuan, bagaimana kalau tuan mampir dulu ke Bar milikku?” Tanya seorang pria dewasa berjanggut pendek. “ Tempat nya sedikit agak jauh dari sini, jadi aku yakin bar ku tidak ikut terbakar.” Lanjutnya.
“ Shou!” Teriak Lisa dari kejauhan.
“ Haduh, dia malah nyebut namaku lagi!” Ucap Shou dalan hati.
“ Syukurlah kau tidak apa-apa.” Ujar Lisa ketika sudah di depan Shou.
“ Kenapa kalian memakai topeng?” Tanya Rosse.
“ Kami hanya ingin bergaya!” Jawab Riss sambil berpose.
“ Iya iya, kalau begitu lebih baik kita pulang sekarang!” Ujar Shou ingin segera pergi dari tempat itu.
“ Tuan, lebih baik tuan beserta orang-orang ini pergi ke Bar ku saja. Hari ini saya ingin merayakan lenyapnya kutukan dan sekaligus berterimakasih pada tuan.” Ujar pria tadi.
“ Wah, bar miliknya itu adalah yang terbaik di kota ini. Ayo kita pergi ke sana Shou!” Ujar Lorrie semangat.
“ Yaampun Lorrie, jangan sebut namaku!” Teriak Shou dalam hati.
“ Shou, aku juga ingin pergi ke bar!” Ujar Riss.
“ Aduh, kenapa sih tidak ada yang mengerti alasanku memakai topeng?” Tanya Shou sendiri dalam hati.
“ Baiklah kalau begitu!” Ujar Shou. “ jika berlama-lama disini nantinya mereka malah terus menyebu namaku.” Ujarnya dalam hati.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pergi ke bar nya pria berjanggut tadi.
“ Paman, anggur putihnya segelas!” Teriak Lorrie.
“ Siap!” Teriak pria berjanggut tadi.
“ Sepertinya kau pernah kesini.” Ujar Rosse.
“ Tentu saja, mana mungkin aku melewatkan bar terbaik kota ini.” Ujar Lorrie.
“ Shou, kenapa kau masih memakai topeng?” Tanya Lisa.
“ Eh, aku hanya ingin memakainya. Aku sangat lelah, aku pulang duluan ya?” Ujar Shou ingin segera pergi dari tempat tersebut.
“ Bukan itu maksudku.” Ujar Shou.
“ Lalu apa?” Tanya Rosse.
“ Aku hanya......” Ucap Shou. Tetapi dia tidak meneruskan nya.
“ Hanya apa?” Tanya Rosse lagi dengan nada yang lebih tinggi.
“ Aku hanya ingin pergi dari sini, sampai jumpa besok!” Ujar Shou kelihatan agak marah. Dia pun segera meninggalkan tempat tersebut.
“ Rosse, kau terlalu berlebihan!” Ujar Lorrie.
__ADS_1
“ Berlebihan apanya, aku hanya ingin dia tidak keinginan paman itu untuk memberikan tanda terimakasih padanya.” Ucap Rosse.
“ Tapi akhirnya dia malah pergi.” Ujar Lorrie sambil melihat ke luar jendela.
“ Dia benar-benar menyebalkan!” Ujar Rosse. Meskipun begitu, dia menyesal telah membuat Shou marah padanya.
“ Eh, Kemana pahlawan topeng itu pergi?” Tanya pria berjanggut tadi sambil menyimpan segelas anggur putih di atas meja.
“ Dia kelelahan, saat ini dia mungkin sudah pulang ke Villa.” Jawab Lorrie.
“ Apakah kalian tinggal bersamanya?” Tanya paman tersebut.
“ Iya, kami juga akan masuk ke akademi sihir bersama.” Jawab Lorrie.
“ Wah, sepertinya dia sangat kuat. Tetapi kenapa dia ingin masuk akademi sihir?” Tanya paman tersebut.
“ Ayah, kenapa rumah kita terbakar?” Tanya seorang perempuan yang baru masuk ke dalam bar.
“ Lusy, ternyata kau sudah datang.” Ujar paman tersebut. Dia pun mendekati perempuan tersebut
“ Sudah ku bilang jangan datang kemari malam-malam, kenapa kau tidak mendengarkan ku.” Ucap paman tersebut sambil menarik telinganya.
“ Aduh aduh, ayah sakit!” Ucap perempuan tersebut. Lalu paman tersebut melepaskan nya
“ Kenapa kau ini sangat keras kepala, aku sampai harus mengawasimu semalaman karena kau selalu ingin keluar malam-malam." Ujar paman tersebut.
__ADS_1