Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Riss kembali


__ADS_3

Setelah Shou tiba di sebuah tempat yang sangat gelap, ia mendengar tangisan dari seseorang yang ia kenal.


Lalu Shou pun mengaktifkan sihir Light of Dark nya, dan seketika tempat yang sangat gelap itu berubah menjadi terang, dan terlihat seorang gadis yang ia kenal sedang menangis di sudut ruangan.


" Riss!" Sapa Shou.


Gadis itu pun melirik ke arah Shou, kemudian ia langsung memalingkan wajahnya.


" Ada apa Riss?" Tanya Shou.


Gadis itu hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan nya sama sekali.


Shou pun mendekatinya.


" Kumohon, tinggalkan aku sendirian disini Shou!" Gumamnya pelan.


" Ayolah, harusnya kamu menyapaku yang baru saja kembali dari arsy, kenapa kamu seperti ini, apa soal kaisar?"


" Bukan, aku bukanlah yang membunuh kaisar, aku tidak ada sangkut paut nya dengan itu." Riss kelihatan agak ketakutan.


" Lagipula siapa yang menuduhmu membunuh kaisar, aku hanya bertanya kau pergi dari istana karena merasa bertanggung jawab bukan?" Tanya Shou.


Riss tidak menjawab pertanyaannya lagi.


" Kamu tidak usah khawatir tentang hal itu, kaisar masih belum mati." Jelas Shou.

__ADS_1


Riss pun terkejut.


" Apa kamu berhasil menghidupkan nya kembali?" Tanya Riss tak percaya. Dia agak mulai terlihat lebih tenang.


" Tidak juga, dari sebelumnya dia memang masih belum mati."


" Eh, apa maksud mu Shou? " Riss masih belum paham.


" Hoam…., aku sangat mengantuk!"


" Kalau begitu tidur saja di pangkuan ku Shou, aku tidak keberatan."


" Tidak usah, aku sambil bersender pada batu besar ini saja." Ucap Shou yang kemudian duduk dan bersandar pada sebuah batu besar.


" Tidak usah Shou, lebih baik di pangkuan ku saja, ini lebih baik daripada bersandar pada batu itu." Ucap Riss agak malu.


Kemudian Shou pun berbaring diatas pangkuan Riss, dan kemudian menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi pada kaisar 3 hari yang lalu, mendengar semua itu membuat Riss sangat lega dan senang. Saking senangnya, air mata kebahagiannya mengalir sampai di pipinya dan Shou pun dengan segera menghapusnya.


" Kenapa detak jantungku berasa berdetak lebih kencang, sebenarnya perasaan tak nyaman apa ini? " Gumam Riss dalam hati.


" Shou…, apakah kau tahu?" Sebelum Riss melanjutkan perkataan nya, ia melihat Shou sudah terlelap di pangkuannya, Riss pun mengelus-ngelus rambutnya yang lembut itu.


" Dia sangat manis ketika tidur."


Tanpa Riss sadari, ia juga mulai mengantuk dan akhirnya terlelap.

__ADS_1


" Hmm…., sebenarnya kemana Shou ini?" Tanya Lacasina gelisah.


" Iya, ini sudah sangat petang, sebentar lagi hari mulai gelap." Ujar Rosse.


" Kami kembali!" Ucap Lorrie yang tiba-tiba muncul bersama dewi Ruzmi.


" Tadi itu sangat menyenangkan Lorrie, tak ku sangka dengan waktu dua ribu tahun manusia bisa menciptakan berbagai makanan dan minuman yang luar biasa!" Ucap Dewi Ruzmi sangat bergairah.


" Tentu saja, manusia itu memang sangat hebat kan?"


" Iya, kau benar. Aku tidak akan lagi menyebut mereka sebagai cecunguk."


" Ngomong-ngomong, Rosse, Lacasina, kalian sedang apa disini?" Tanya Lorrie.


" Kami sedang menunggu Shou." Jawab Rosse.


" Eh, dia masih belum datang?" Lorrie terkejut.


" Bukannya dia hanya harus membawa Riss kemari, dan ia tahu lokasi nya, kenapa begitu lama?"


" Mungkin dia masih membujuknya, karena meskipun Riss adalah seorang iblis, dia juga memiliki hati yang sama dengan kita." Ujar Rosse.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba Shou dan Riss muncul.


" Aku kembali!" Ucap Shou. Riss pun berdiri di belakang Shou, sepertinya ia masih malu.

__ADS_1


" Riss, apa kabar?" Sapa Rosse.


Riss tidak menjawabnya, ia malah semakin bersembunyi di belakang Shou.


__ADS_2