
“Master!” Teriak Hikari saat melihat Shou terpental jauh akibat dari serangan sang malaikat hitam.
“Hmm..., sudah kubilang. Setidaknya bertahanlah selama 3 detik. Manusia memang sangatlah lemah.” Sebilah pedang yang berada dalam genggamannya itu pun menghilang lagi. Ia pun berbalik badan, “membosankan.”
“Berani nya kau!” Angin berhembus dengan begitu kencang, diiringi oleh beberapa suara gemuruh petir.
Malaikat hitam itu pun membalikkan badannya lagi, dia tersenyum kecil. Ia pun mengeluarkan pedangnya lagi.
“Sepertinya kita harus menonton dari jarak yang lebih jauh, ayo kita pergi Dragon!” Gadis vampir itu pun menaiki naga hitam dan pergi menjauh dari tempat tersebut.
“Kita juga harus segera pergi dari sini, paman cepat putar balik!” Suruh Ranzie pada sang kusir.
Dengan sigap, sang kusir pun memutar balikkan arah dan memacu kuda nya dengan cepat. Ketika itu Ranzie dengan sengaja melompat keluar untuk menyelamatkan Shou.
Setelah Ranzie pergi agak cukup jauh sambil membopong Shou, pertempuran antara peri dengan malaikat hitam itu pun dimulai.
__ADS_1
Hikari membentuk 2 bilah pedang yang ia ciptakan dari sihir angin nya, lalu dengan segera melesatkan serangannya ke arah malaikat hitam. Sang malaikat hitam pun berupaya menangkis serangan tersebut akan tetapi, serangan hikari itu mengabaikan wujud fisik dari pedang nya sang malaikat hitam dan langsung mengenai tubuhnya.
Meskipun begitu, sang malaikat hitam hanya tersenyum kecil karena serangannya Hikari tak membuat malaikat hitam tergores sedikit pun.
“Lemah!”
Sang malaikat hitam pun melakukan serangan balasan, ia menebaskan pedangnya sekali dan hanya mengenai angin, tetapi hal itu berhasil membuat Hikari terluka. Sama hal nya dengan serangan Hikari yang mengabaikan benda yang menghalangi target, tebasan sang malaikat hitam mengabaikan jarak yang harus di tempuh sebelum mengenai targetnya. Jadi, asalkan ia mengarahkan nya ke arah target nya, maka serangan nya akan langsung sampai disana. Meskipun jaraknya sangat jauh sekalipun.
Hikari membentuk busur dari sihir nya, dan 3 anak panah muncul sekaligus saat ia menarik busurnya. Ia mengarahkannya ke langit, dan beberapa saat kemudian ribuan anak panah jatuh dari langit menghujani sang malaikat hitam.
Ia mengeluarkan berbagai sihir angin untuk menyerang sang malaikat hitam, namun semua nya tidak berhasil.
“Sepertinya kemampuan mu hanya sampai disini saja, sudah saatnya untuk membunuhmu!”
Sang malaikat hitam pun mengacungkan pedangnya.
__ADS_1
Sesaat sebelum ia melancarkan serangan penghabisannya, seseorang melaju dengan sangat cepat dan menusuk sang malaikat hitam dari depan. Cairan berwarna merah keluar dari perut sang malaikat hitam.
Malaikat hitam itu tampak senang, ia melihat ke arah orang yang berhasil melukainya ini.
“Ternyata manusia bisa sekuat ini, baru kali ini ada manusia yang membuatku seperti ini.” Ia memegangi ujung pedang yang telah menusuknya.
Gadis vampir serta naga hitam itu pun kembali.
“Fio, cukup sampai disini saja main-main nya. Ayo kita pergi!” Gadis vampir itu mendekati sang malaikat hitam.
“Semoga kita bertemu lagi di lain waktu, dadah!” Malaikat hitam itu pergi menaiki naga hitam dan melambaikan tangannya pada Shou.
Naga hitam itu pun terbang kembali dan meninggalkan tempat tersebut.
Tak lama kemudian Shou pun terjatuh dan mulai kehilangan kesadarannya.
__ADS_1