
Setelah memasuki gua dengan hati\-hati, Mereka pun bertemu dengan seekor ular raksasa yang tak kasat mata itu. Selain Thev, semuanya memakai kacamata thermal supaya bisa melihat ular raksasa tersebut.
“ Hyaaahhhh!” Ucap balx sambil berlari dengan cepat ke arah ular raksasa tersebut. Dia pun langsung menebas ular itu dengan kedua kapaknya. Tidak seperti dulu, Kali ini dia dapat mengalahkan seekor ular raksasa dengan sekali serangan.
“ Rasakan pembalasan dari ku, Kali ini Kalian lah yang Akan ku buru!” Ucao balx Setelah berhasil menebas seekor ular raksasa.
“ Mereka datang, jumlahnya sepuluh ekor. Bersiaplah!” ucap Thev. Mereka pun bersiaga untuk menghadapi sepuluh ekor ular raksasa itu.
“ Hyaaahhhh!” ucap balx terlebih dahulu maju kedepan untuk menghabisi ular-ular itu.
“ Dasar bodoh!” Ucap Chentya sambil menyusulnya.
“ Riss, kau fokus saja menyembuhkan Mereka berdua. Aku akan mengamati tempat ini, dengan kemampuan menyatu dengan Alam ini.” Ucap Thev.
__ADS_1
“ Baiklah!” ucap Riss sigap. Dia bersiaga untuk menyembuhkan Balx dan Chentya apabila terkena serangan. Namun Balx dan Chentya dapat mengalahkan mereka semua dengan begitu mudah, hingga mereka tak terkena serangan sedikitpun.
“ Guru King memang hebat, Setelah berlatih dengannya aku menjadi sangat kuat!” Ujar Balx bangga.
“ Tapi kau jangan menyerang seenaknya begitu, siapa tahu ada ular yang lebih kuat dan banyak menanti di depan Kita.” Ujar Chentya agak kesal.
“ Kalau Mereka muncul, aku Akan menebas Mereka semua!” Ujar Balx dengan sombong.
“ Dasar bodoh, jangan berbuat seenaknya begitu. Kita adalah Tim, jangan berbuat seenaknya sendiri!” Ucap Chentya marah. Dia memalingkan wajahnya karena begitu kesal.
“ Memangnya apa salahnya jika aku maju sendirian ke depan. Aku kan bisa menangani Mereka semua tanpa bantuan dia sedikitpun.” Ujar Balx dalam hati.
“ Dasar balx bodoh, sejak dulu dia selalu berbuat ceroboh dan aku lah yang harus membantunya. Kalau dia begini terus, aku tidak akan mau se tim lagi dengannya Meskipun itu berarti aku harus pergi dari kekaisaran, karena jika ada Shou semuanya akan baik-baik saja dan aku akan kembali menjadi seorang petualang.” Ujar Chentya dalam hati.
__ADS_1
“ Arrrgh, jika dia terus mengomeliku seperti itu lebih baik aku tidak usah satu tim dengannya. Aku Akan menolak misi dari yang mulia jika misi itu dijalankan bersama dia!” Ujar Balx dalam hati.
“ Bersiaplah, Mereka akan datang. Kali ini jumlahnya sangat banyak, lebih dari seratus ekor. Kali ini bekerja sama lah!” Ucap Thev.
“ Mana mungkin aku akan bekerja sama dengannya. Aku Akan menghabisi ular-ular itu dan mengambil tanaman obat nya!” Ucap Balx dalam hati sambil berlari menghampiri ular-ular itu.
“ Dasar tak berguna, Meskipun sudah dibilang untuk jangan seenaknya tetapi dia malah melakukan hal ceroboh seperti itu lagi!” Ucap Chentya dalam hati.
“ Riss, apakah ada sihir yang memperkuat pertahanan Mereka?” Tanya Thev.
“ Oh iya, aku akan memperkuat daya tahan Mereka!” Ucap Riss.
“ bagus, aku juga akan membantu mereka!” Ucap Thev sambil menyusul Balx dan Chentya.
__ADS_1
“ Hyaaahhhh!” Ucap Balx sambil terus menerus menebas ular-ular itu. Chentya pun menghabisi ular-ular itu dengan pedangnya, Thev pun ikut membantu Mereka menghabisi ular-ular itu.