Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Merasa tak berguna


__ADS_3

“Apakah kamu yakin disini tempatnya?” Tanya seorang pria yang tak lain adalah ketua guild.


“Tapi disini hanya ada dinding tanah, tak seperti yang dilaporkan olehnya.” Jelas vivi.


“Mungkin saja Shou menggunakan sihirnya untuk menghalangi jalannya. Supaya hal yang paling tak diinginkan terjadi. Gumam seorang pria yang tak lain adalah Richard.


“Itu tak mungkin, jika menurut laporan dia tak bisa menggunakan sihirnya setelah melewati mulut gua, mustahil bagi nya untuk membuat dinding tanah ini, lagipula Shou menyuruhnya untuk meminta bantuan kan, berarti sangat mustahil bagi nya untuk membangun dinding ini.” Papar Kai.


Sherri hanya bisa menunduk dan menggigit bibirnya, air matanya hampir keluar.


Ini semua salahku, jika saja saat itu aku tak menyuruhnya untuk menolong anak itu, mungkin Shou takkan...


Ketika ia meratapi penyesalannya, seseorang menepuk pundaknya cukup keras sehingga ia tersadar dari lamunan nya.


“Jangan salahkan dirimu, Shou sendiri yang telah memutuskan pilihannya. Lagipula dia tidak lemah, percayalah padanya.” Missel memeluk Sherri hangat, dan Sherri pun melepas apa yang sangat ingin ia keluarkan. Ia menangis tersedu-sedu, membuat yang lain tak ingin tinggal diam. Mereka pun berusaha mencari cara.

__ADS_1


“Menurutku, ada kemungkinan bahwa seseorang selain Shou yang telah membuat dinding tanah ini, entah siapa, tapi mungkin ia memiliki kebencian pada Shou.” Jelas seorang petualang berambut perak.


“Itu mungkin terjadi, menurut laporan mulut gua itu dipenuhi dengan kabut, dan Shou tidak dapat menggunakan sihirnya. Jadi bisa saja, ia menjebaknya dengan cara itu.


“Kalau begitu, kita tinggal hancurkan saja dinding ini!” Seorang petualang mengayunkan kapaknya yang diselimuti sihir ke arah dinding tersebut, tapi anehnya, dinding tersebut tak tergores sedikitpun.


“Yaampun, dinding ini sangat keras.”


“Bagaimana dengan sihir ledakan?” Tanya seorang lelaki yang membawa tongkat sihir.


Setelah berjam-jam berdiskusi dan mencoba berbagai cara untuk menghancurkan dinding tersebut, mereka akhirnya kelelahan. Bahkan sihir ledakan yang dilakukan oleh beberapa penyihir bersamaan, tak mampu merobohkan dinding tersebut sama sekali, dan hanya menghasilkan getaran yang cukup keras.


“Hari sudah mulai sore, selanjutnya lebih baik kita menyerahkannya pada pihak kekaisaran.” Ujar ketua guild.


Semuanya tampak kecewa, apalagi Sherri yang terdiam setelah mendengar kata-kata itu. Dia terus menyalahkan dirinya atas permasalahan ini.

__ADS_1


“Jangan khawatir, Shou pasti baik-baik saja. Lagipula kekaisaran akan membantunya, termasuk para dewi yang pasti lebih mengetahui tentang hal ini. Aku yakin mereka pasti bisa menemukan cara untuk membuka jalan itu.” Missel memeluk Sherri supaya lebih tenang, dan Sherri pun berusaha tersenyum menutupi rasa sakitnya yang teramat dalam.


Mereka semua pun kembali dengan tangan kosong, langkah mereka terasa berat karena merasa tak berguna saat dibutuhkan. Meskipun begitu, kebanyakan dari mereka memiliki amanah yang harus dijalankannya, untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Sedangkan Sherri hanya bisa meratapi kenangannya bersama Shou di pagi hari ini, lalu ia teringat saat dimana ia ditawari sebuah cincin yang terbuat dari permata.


Mungkin ini bisa jadi petunjuk, pikirnya. Namun karena hari sudah sore, dan semuanya tampak kelelahan, ia pikir lebih baik memberitahu yang lain nanti. Ia tak ingin membebani orang-orang tersebut dengan berlebih hanya karena informasi yang belum tentu berguna nya tersebut. Kemudian ia mendekati ketua guild dan bertanya, “Apakah kita akan kembali kesini lagi besok?”


Dengan jelas ketua guild menjawab, “Tidak, kita akan menyerahkan hal ini sepenuhnya pada pihak kekaisaran, karena kami masih memiliki banyak tugas yang diberikan oleh Shou.”


Vivi kemudian meneruskan, “Walaupun terasa berat, kami sudah diberi kepercayaan oleh Shou untuk mengelola usaha yang dibuatnya, kami tidak boleh menyia-nyiakannya. Bukan hanya demi kepentingan kami sendiri maupun untuknya. Tapi supaya bisa menolong orang lain yang membutuhkan.”


Sherri pun terdiam, dia tak punya hal semacam itu. Dia tak memiliki apapun selain kenangan yang diberikan oleh Shou.


Seakan-akan Vivi mengetahui isi hati Sherri, ia berkata “meskipun kamu tidak memiliki sesuatu semacam itu, kalau kamu hanya meratapi dan berharap, belum tentu keajaiban akan mendatangimu. Berusahalah, supaya saat dia kembali lagi, dia akan merasa bangga padamu. Dan aku tahu sesuatu.”


Dengan pelan Vivi membisikkan sesuatu yang membuat Sherri melupakan semua rasa khawatirnya.

__ADS_1


__ADS_2