
Setelah sepertiga jam bertarung,Shou berhasil menaklukkan hampir setengahnya dari jumlah serigala yang ada disana.Namun sepertinya dia sudah hampir pada batasnya.Teknik dan gerakannya memang sangat hebat,tetapi itu menguras sangat banyak tenaga dan pikiran.
Namun meskipun begitu dengan sisa tenaganya,dia membuat serigala-serigala itu tak berani lagi melawannya.Shou menghunuskan pedangnya,serigala-serigala itu perlahan-lahan mundur kebelakang.
"Bagus,jangan berani untuk melawanku lagi.Kalau tidak aku akan membunuh kalian semua."
Serigala-serigala itu mundur dengan perlahan,Shou kemudian membuka bajunya dan merobeknya,ia membalut luka gadis kecil itu sambil memperhatikan sekeliling.Setelah selesai ia memangkunya.
Shou menatap tajam ke arah serigala-serigala itu,dia membuat mereka semakin ketakutan dan tidak berani untuk mengambil langkah.
"Sial,aku sekarang lupa jalan untuk kembali ke gua itu.Sekarang aku tidak bisa berpikir banyak,pertarungan tadi sangat merepotkan.Walaupun aku tidak terkena serangan dari mereka sedikitpun,tapi ketika membunuh serigala yang terakhir,kakiku terkilir.Staminaku juga sudah hampir habis,jika mereka menyerang ku lagi sekarang,aku hanyalah sasaran empuk bagi mereka.Maka dari itu PERGILAH!"
Shou maju perlahan-lahan dengan sorot mata yang tajam,ia mengambil resiko untuk menakuti serigala-serigala itu,alhasil serigala-serigala yang ada didepan mereka mundur dengan perlahan,namun serigala yang ada si belakang mereka justru malah mendekatinya,Shou pun berbalik arah.Dia mengacungkan katananya pada puluhan serigala yang ada didepannya,mereka pun berhenti bergerak.Shou berbalik lagi.
Sambil menahan rasa sakit di kakinya,Shou berjalan perlahan untuk mengusir serigala-serigala itu dan menemukan jalan pulang untuk mengobati luka gadis itu.
Beberapa saat kemudian terdengar aungan yang sangat keras dari kejauhan.
"Suara apa itu?"
Puluhan serigala yang berada di sekelilingnya tiba-tiba berlari kocar-kacir meninggalkan Shou dan seorang gadis kecil yang tengah menjadi target mereka.
__ADS_1
"Aku harus bersembunyi!"
Sambil manahan rasa sakit nya itu,Shou berusaha untuk menggapai sebuah pohon untuk bersembunyi.Dengan rasa sakitnya yang tak tertahankan itu,dia berlari sekuat tenaga.Shou menggeram kesakitan,walaupun begitu dia masih membawa gadis kecil itu bersamanya.
Setelah berhasil mencapai salah satu pohon dan bersembunyi di belakangnya,suara hentakan kaki terdengar sangat jelas dan sepertinya ada beberapa pohon yang tumbang.
"Gwarrrh!"
Seekor beruang putih yang sangat besar muncul,tingginya sekitar 7 meter dan cakarnya yang tajam itu bisa memotong pohon besar menjadi dua dalam tiga kali tebasan.Matanya berwarna merah,dan dimuka nya terdapat bekas cakaran,dia bergerak cukup lamban namun ketika berjalan,ia tak berhenti menumbangkan pohon-pohon yang ada didekatnya.
Ia meraung sekali lagi,seperti sedang mencari sesuatu.
Namun sebelum beruang raksasa itu menghancurkan pohon yang menjadi tempat Shou bersembunyi,muncul anak panah yang mengenainya dari belakang.
Ternyata itu bukan anak panah biasa,melainkan anak panah yang terbuat dari cahaya.
Setelah beberapa detik menusuk beruang itu,anak panah tersebut menghilang.Namun bekas luka yang dihasilkan anak panah tersebut tetap ada di punggung beruang tersebut.
"Hei kalian,ayo bunuh beruang ini.Malam ini kita akan berpesta!"
Beruang itu meraung lagi lebih keras dari sebelumnya,dia bergerak dengan cepat dan menghantam sebuah pohon didepannya.
__ADS_1
"Hahaha,sepertinya kamu masih punya banyak tenaga,ini akan semakin menarik!"
Seorang perempuan berpakaian serba hitam itu meloncat ke pohon lainnya dan melancarkan serangan.
Beruang itu pun menghantam pohon yang dijadikannya pijakan lagi.
"Hei kalian,jika kalian hanya diam maka takkan ada makan malam bagi kalian,aku takkan membaginya,"
"Iya,tenang saja.Aku akan mencincangnya dengan pedangku ini." Seorang laki-laki berbaju hitam yang membawa pedang besar dengan kedua tangannya itu menebas bahu kanannya beruang itu hingga lepas.
Beruang itu meraung kesakitan,dengan cepat dia melakukan serangan balik,namun sebelum cakar-cakarnya itu mengenai tubuh pria tersebut,perisai yang dibawa oleh si laki-laki bertubuh besar dan mengenakan pakaian serba hitam membuat cakaran beruang raksasa itu tak berdaya sedikitpun.
Gadis yang tadi melancarkan anak panahnya tepat mengenai kedua mata beruang tersebut.
"Cepat akhiri dia,aku tak mau menunggu lebih lama lagi."
"Tentu saja!" Laki-laki dengan pedang besar itu menebas kepala si beruang.Beruang tersebut pun tersungkur ke tanah.
"Hahaha,sekarang kamu takkan bisa mencakarku lagi." Lelaki itu menginjakkan kakinya tepat diatas kepalanya si beruang.
"Mereka sangat hebat,bisa mengalahkan beruang itu dengan sangat mudah.Namun,apakah aku bisa mempercayakan anak kecil ini pada mereka,jika aku yang membawanya pergi mungkin serigala-serigala itu akan kembali.Aku tak punya pilihan lain,lagipula aku juga sudah tak punya kekuatan lagi untuk pergi."
__ADS_1