Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Cerita yang memalukan


__ADS_3

Tak terasa sudah lebih dari setengah jam Shou dan dewi Shelly membicarakan sosok hebat itu, mereka sangat menikmati perbincangan tersebut.


" Shou, apakah kamu punya cerita lain?" Tanya Dewi Shelly.


" Tentu saja, hampir semua tokoh-tokoh penting di berbagai peradaban aku hafal biografinya."


" Kalau begitu ceritakan lagi!" Ucap dewi Shelly semangat.


" Nanti aku akan ceritakan tentang albert einstein, sekarang kita harus menyelesaikan permasalahan ini dulu."


" Permasalahan yang mana?"


" Tentu saja masalah Olster itu, aku ingin membuatnya supaya kalian bisa tinggal disini kapanpu kalian mau."


Mata dewi Shelly pun terbinar-binar, dia hendak memeluk shou dan mengeluarkan air mata kebahagian di pundaknya, namun sayang nya dewi Laxmi telah tiba disana.


" Shou, Shelly, apa yang kalian lakukan disini?" Tanya dewi Laxmi.


" Aku menceritakan kisah inspiratif untuknya." Jawab Shou.


" Siapa yang kamu ceritakan?" Tanya dewi Laxmi lagi.


" Salah satu penemu terhebat, Thomas Alva Edison."


" Oh, dia. Aku juga tahu, dia itu yang mematenkan ribuan karyanya itu kan?"


" Iya benar, tapi darimana kamu tahu tentang itu?" Tanya Shou.


" Aku pernah melihatmu sedang membaca biografinya."

__ADS_1


" Eh…?"


Shou terlihat malu, karena waktu itu dia sedang membacanya di toilet sekolah.


" Tolong jangan ungkit lagi tentang itu!"


" Eh, kenapa?" Tanya dewi Laxmi terheran.


" Waktu itu kamu membaca nya disebuah ruangan yang sangat kecil, saking kecilnya jika orang lain ada disana pasti akan sangat pengap."


" Tolong jangan diteruskan lagi!" Gumam shou sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Shou terlihat sangat malu, namun Dewi Shelly malah ikut penasaran.


" Apa saja yang ada di ruangan itu?" Tanya Dewi Shelly.


" Hmmm…, tidak banyak. Hanya saja disana ada sebuah kertas lembut yang disebut tisu dan juga kursi aneh yang didalam nya terdapat air, di kursinya juga ada beberapa tombol, tapi aku tidak tahu fungsinya."


Dewi Shelly dan Dewi Laxmi pun terlihat keheranan.


" Emangnya kenapa…" Sebelum dewi Laxmi meneruskan perkataan nya shou menyela.


" Ku mohon!"


Akhirnya Dewi Laxmi pun mengikuti keinginannya Shou.


" Baiklah, aku tidak akan mengungkit tentang hal itu lagi."


Shou pun akhirnya bisa bernafas dengan lega.

__ADS_1


" Hei, nanti ceritakan padaku apa saja yang shou lakukan di ruangan kecil itu!" Bisik Dewi Shelly.


" Tentu saja, aku juga akan menceritakannya kepada Raffsha dan Ruzmi, sepertinya mereka juga akan tertarik dengan hal ini." Ujar Dewi Laxmi pelan.


" Hei, aku bisa mendengarkan percakapan kalian." Ucap Shou dengan muka kesal.


Dewi Shelly dan Laxmi pun terkejut.


" Benarkah?" Tanya Dewi Shelly agak kaku.


" Aku menggunakan Sihir pendengaran jarak jauh, jika kalian berbicara dengan suara sekecil itu dalam jarak satu kilometer aku bisa mendengarkan nya dengan jelas.


Dewi Shelly dan Laxmi pun berkeringat.


Dewi Shelly melirik ke arah Dewi Laxmi, namun dewu Shelly malah memalingkan wajah nya dan bersiul, sedangkan Shou sedang menatapnya dengan sorot mata yang tajam.


Dewi Shelly menelan ludahnya.


" Tadi itu cuma becanda kan, Laxmi?" Ucapnya sambil tertawa dengan kaku.


Dewi Laxmi pun menoleh.


" Iya, kau benar. Mana mungkin kita akan membocorkan cerita itu kepada yang lainnya, kan?" Gumamnya dengan tangan yang agak gemetaran.


" Benarkah?" Tanya Shou dengan sorot mata yang masih tajam seperti tadi.


" Iya, kau benar. Kami tidak akan menceritakannya kepada yang lain." Ujar Dewi Shelly.


" Iya, dia benar. Kami tidak akan menceritakan hal ini kepada yang lain, dan juga aku tidak akan menceritakan nya lebih lanjut pada Shelly."

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu, aku pegang kata-kata kalian." Ucap Shou diiringi senyum yang manis dan tatapan yang menyejukkan.


Dewi Laxmi dan Shelly pun menghela nafas lega.


__ADS_2