
" Sepertinya Shou memang sudah suka sama aku, hehe… Buktinya juga ini dia pegang-pegang tanganku dari tadi. " Gumam Dewi Laxmi dalam hati.
" Ada apa dewi, apakah ada sesuatu di wajahku, soalnya dari tadi kamu senyum-senyum gitu." Ujar Shou.
" Tidak, bukan apa-apa. " Gumam Dewi Laxmi sambil terus tersenyum.
" Oh iya, aku pura-pura saja melihat noda di wajahnya Shou, nanti aku akan berpura-pura untuk menghapus nya dan pada akhirnya…." Gumam Dewi Laxmi dalam hati.
" Yosh, aku akan berusaha! " Lanjut nya.
Kemudian dia melirik ke arah Shou.
" Shou, itu… anu…." Gumam Dewi Laxmi canggung.
" Ada apa?" Tanya Shou.
" Ada noda di wajahmu." Jawab Dewi Laxmi.
" Benarkah?" Ucap Shou sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.
" Apakah sudah hilang?" Tanya Shou.
" Tidak, masih belum. " Gumam Dewi Laxmi makin canggung.
Kemudian Shou mengusap-ngusap lagi wajahnya.
" Apakah sekarang sudah beres?" Tanya Shou lagi.
" Masih belum." Jawab Dewi Laxmi.
Shou terlihat agak kesal.
__ADS_1
" Sebenarnya ada noda apa di wajahku ini?" Gumam Shou sambil kembali mengusap-ngusap wajahnya.
" Shou lihat kesini!" Gumam Dewi Laxmi.
Kemudian Shou pun melirik ke arahnya.
Lalu Shou terkejut, kedua telapak tangan dewi Laxmi kini telah menempel di pipinya.
" Sini biar aku hapus!" Gumamnya.
Muka Shou pun memerah, dia tidak tahu apa yang harus ia katakan.
Dewi Laxmi mengusap-ngusap pipi dan dahi nya Shou selama beberapa detik, kemudian dia melepaskan nya.
" Sudah selesai!" Gumamnya.
" Ternyata ini bisa membuat ku jantungan, sepertinya jika aku terus melakukan nya bisa-bisa jantungku copot, meskipun terlihat seperti hal sepele tetapi ternyata melakukan ini butuh nyawa lebih dari satu. Untung saja tadi Shou tidak jadi menggunakan sihir mirror, aku langsung menyadarinya dan langsung bertindak."
" Terimakasih! " Ucap Shou setelah dewi Laxmi melepaskan kedua telapak tangannya dari pipi Shou.
Kemudian mereka berjalan kembali, namun tidak bergandengan tangan.
Sebenarnya dewi Laxmi hendak memegang tangan Shou, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena sepertinya tadi emosinya sudah terkuras, jika dia memaksakan diri bisa-bisa dia tidak sadarkan diri.
Kali ini dia hanya fokus mempersiapkan diri untuk rencana selanjutnya.
" Wah, ini seperti lab kimia. Apa saja yang kamu buat disini?" Tanya Shou kegirangan.
" Tidak banyak, hanya beberapa obat-obatan." Jawab Dewi Laxmi.
__ADS_1
" Obat apa saja?" Tanya Shou lagi.
" Yah..., salah satunya ekstrak white clover dan juga obat pendeteksi kebohongan." Jawab Dewi Laxmi.
" Bagaimana cara kerjanya?" Tanya Shou.
" Yang mana?" Tanya Dewi Laxmi balik.
" Yang pendeteksi kebohongan."
" Oh, kalau yang itu kamu tinggal meminumnya." Gumam Dewi Laxmi.
" Lalu, setelah itu bagaimana? " Tanya Shou lagi.
" Kamu tinggal mencobanya saja!" Gumamnya sambil menyerahkan sebuah pil kepada Shou.
" Pil apa ini?" Tanya Shou.
" Pendeteksi kebohongan, ayo coba minum!" Ujarnya.
" Tapi...."
" Coba saja, obat ini tidak berbahaya. Dan juga efeknya akan segera hilang setelah dua puluh menit. "
Shou pun akhirnya menuruti keinginan dewi Laxmi.
" Baiklah kalau begitu, apakah ada air?"
" Tentu saja, sebentar aku ambilkan dulu!"
Setelah itu dewi Laxmi pergi untuk mengambil air, beberapa saat kemudian dia kembali.
__ADS_1
" Ini!" Ucapnya seraya memberikan segelas air pada Shou.
" Ternyata disini ada gelas juga." Ucapnya sambil mengambil air tersebut dari Shou.