Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-8 Guild Petualang


__ADS_3

Paman Gin keluar dari kereta kudanya untuk ikut bersuara. Karena ia tidak bisa mengatakan bahwa Shou tertinggal dari rombongannya, dia mengaku sebagai paman angkatnya.


“Orang tuanya tidak memiliki banyak uang untuk menyekolahkan Shou di akademi sihir, jadi dia berkeinginan untuk menjadi seorang petualang sambil mengumpulkan bekalnya.” ungkap paman Gin.


Mulut Missel membentuk huruf O, dia sedikit iba kepada Shou dan berniat untuk membiayainya di akademi sihir.


“Apakah kamu mau bersekolah di akademi sihir Shou? Aku akan membiayai sekolahmu jika kau mau.” tawar Missel.


Shou nampak berpikir beberapa kali, tawaran Missel memang menggiurkan. Tapi dia tak mau sampai hal itu malah memberatkan gadis penyihir itu.


Pada akhirnya Shou meng-iyakan penawaran tersebut dan berterimakasih banyak kepada Missel.


Aduh, apakah uang aku cukup ya? Missel merasa ragu sendiri setelah Shou menerima tawarannya.


“Paman, apakah kami boleh ikut menumpang sampai ke ibukota Kloravia? Agar kami bisa sekalian menjaga rombongan bila terjadi hal serupa di jalan.” ucap pria berzirah lengkap.

__ADS_1


“Tentu, silakan-silakan!” Paman Gin dengan ramah mempersilakan keempat petualang tersebut untuk ikut menumpang di rombongannya.


Keempat petualang itu memilih untuk masuk ke dalam kereta yang sama dengan Shou, mereka semua mulai berkenalan dengannya dan saling bercerita.


Setelah berkenalan, Shou jadi tahu bahwa orang dengan zirah lengkap itu bernama Richard, dia adalah ketua party yang memimpin 3 petualang lainnya. Sedangkan pria berzirah ringan itu adalah Ray dan yang berpakaian seperti ninja bernama Kai. Mereka semua adalah anggota party dari party yang dinamai four light freedom.


Rombongan paman Gin akhirnya sampai di ibukota Kloravia, Shou dan yang lainnya turun di depan bangunan yang bertuliskan Guild Petualang.


“Terimakasih banyak paman Gin, hati-hati di jalan!” Shou menunduk hormat.


“Mumpung kita di sini, bagaimana kalau mengecek elemen sihir yang dimiliki Shou?” tanya Missel.


“Iya, aku juga penasaran dengan elemen sihirnya.” ungkap Ray.


“Aku juga agak penasaran.” timpal Kai.

__ADS_1


“Aku pun.” lanjut Richard.


Mereka semua pun masuk ke dalam bangunan tersebut, Shou agak sedikit gugup dan memejamkan matanya sesaat saat memasuki guild tersebut.


Seperti yang diduga, guild petualang itu dipenuhi oleh orang-orang bersenjata. Akan tetapi, Shou tidak menyangka bahwa ada berbagai spesies lain selain manusia yang ada di sana.


“Elf.” Shou memandang seorang perempuan dengan dada besar yang memiliki 2 daun telinga berbentuk lancip. Shou dapat mengetahuinya dari buku mitologi yang pernah ia baca.


“Ara, ara, apakah kamu baru pertama kali melihat elf sepertiku?” tanya perempuan elf itu.


Shou mengangguk, dia terus memandangi telinga gadis tersebut yang begitu lancip. Selain itu ada juga kaum Dwarf yang memiliki tubuh seperti kurcaci namun lebih kekar daripada yang lainnya. Dwarf itu tampak sedang berpesta merayakan kemenangannya bersama orang-orang dari spesies lain yang duduk dalam satu meja.


Perempuan elf tadi meniup telinga Shou hingga dirinya terkejut dan kehilangan keseimbangan. Meskipun dirinya terjatuh, dia tak menjadi sorotan karena suasana di dalam guild tersebut begitu ramai.


Missel dan yang lain menertawakan Shou karena tingkah lakunya, ia kemudian segera berdiri dan menepuk pakaiannya untuk menghapus jejak debu yang menempel saat dirinya terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2