
Selesai memilih beberapa permata lainnya, Shou mengajak Sherri untuk menyusuri gua tersebut lebih dalam lagi.
"Shou, entah kenapa aku jadi takut." Sherri memegangi baju Shou dengan erat.
"Tenang saja, aku juga sudah menggunakan sihir barrier jadi tidak akan ada monster yang bisa mendekati kita."
Setelah beberapa menit menyusuri gua tersebut, bukannya menemukan lokasi yang strategis untuk menambang bijih plastik mereka malah menemukan sebuah jalan keluar dari gua tersebut. Namun tampaknya disana dipenuhi dengan kabut dan sihir Light Of The Dark nya Shou pun tidak bisa mempengaruhi kabut tersebut.
"Shou, aku takut. Sebaiknya kita pulang saja!" Sherri menarik lengan baju Shou cukup kuat.
"Baiklah kalau begitu, lagipula tempat itu kelihatan sangat berbahaya."
Namun beberapa saat setelah itu terdengar teriakan seorang gadis kecil, dia meminta tolong seakan-akan dia sedang dikejar oleh sesuatu.
"Tolong, mama papa tolong selamatkan aku!"
"Shou, bagaimana ini?" Sherri kelihatannya sangat cemas dengan teriakan gadis tersebut.
"Tapi disana sepertinya sangat berbahaya,kita juga masih belum tahu bahwa itu memang benar-benar manusia atau hanya jebakan untuk memancing kita kesana."
Sesaat kemudian terdengar suara lolongan dari beberapa serigala.
__ADS_1
"Lalu apakah kamu akan membiarkan anak kecil itu dimakan oleh serigala-serigala itu, Shou bukankah kamu itu sangat kuat. Seharusnya kamu dapat mengalahkan monster-monster itu dengan mudah!"
Shou pun menghela nafasnya.
Walaupun ini sangat mencurigakan,tetapi aku tak bisa membiarkannya begitu saja.Lagipula memang seharusnya aku bisa mengalahkan serigala-serigala itu dengan mudah.
"Kamu tunggu saja disini ya,aku akan segera menyelamatkannya."
Sherri pun mengangguk
Kemudian Shou bergerak dengan kecepatan petirnya, namun setelah melewati mulut gua tersebut dia tiba-tiba berhenti.
"Sial, sepertinya tempat ini merupakan tempat ini adalah area anti sihir, meskipun aku mempunyai sihir yang sangat kuat tetapi itu takkan berguna di tempat seperti ini. Sekarang apa yang harus kulakukan, membiarkannya begitu saja dan pergi atau aku harus menolongnya dengan mempertaruhkan nyawaku?"
Shou kemudian kembali masuk ke dalam gua dan bergerak dengan cepat ke arah Sherri.
"Shou, kenapa kamu tidak menolongnya?"
"Diam sebentar!"
Kemudian Shou memangku Sherri dan bergerak dengan cepat menggunakan kecepatan petirnya.
__ADS_1
Setelah sampai di mulut gua satu nya, Shou menurunkan Sherri.
"Shou, apakah kamu tidak akan menyelamatkannya?"Tanya Sherri.
''Aku akan menyelamatkannya sekarang, tapi kamu harus berjanji jangan pernah masuk ke dalam gua ini sampai aku kembali, dan jika aku belum kembali dalam satu jam maka beritahu ketua guild supaya meminta bantuan dari kekaisaran, dan bilang juga padanya bahwa disini merupakan area anti sihir, apakah kamu sudah paham semuanya?"
"Jadi maksudmu...."
''Iya, aku akan bertarung melawan serigala-serigala itu tanpa menggunakan sihir, tetapi tenang saja aku masih mempunyai ini!"
Kemudian Shou mengeluarkan sebuah katana dari sihir penyimpanannya.
"Apakah itu nantinya tidak akan hilang?" Tanya Sherri.
"Tidak, pedang ini tidak mempunyai unsur sihir,ini sebenarnya biasanya hanya kugunakan untuk melatih teknik berpedangku, aku pun tak mengira akan menggunakan nya untuk melawan serigala-serigala itu. Kalau begitu aku segera pergi ya, tolong ingat kata-kata ku tadi."
Shou kemudian mengelus-ngelus rambut Sherri sebentar dan akhirnya pergi ke ujung gua tadi.
Kali ini dia sudah mematangkan niatnya untuk menolong gadis kecil tersebut entah itu jebakan atau bukan, dia hanya ingin memilih jalan yang tak ingin dia sesali nantinya.
"Daripada aku menanggung malu seumur hidup karena tidak bisa menyelamatkan seorang anak kecil, lebih baik aku mati saja."
__ADS_1
Shou bergerak maju dengan sorot mata yang tajam sambil mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya.