
“ Ular-ular nya berdatangan lagi, mereka semakin banyak. Lebih baik Kita mundur!” Ucap Thev.
“ Diamlah, aku akan menghabisi Mereka semua!” Ujar Balx tak mendengar ucapan Thev.
“ Kalau begini terus, kita akan kalah karena kelelahan!” Ucap Thev.
“ Diamlah, aku tak peduli. Jika kau tak ingin kelelahan, maka diamlah dan lihat saja aku yang menghabisi mereka semua!” Ujar Balx egois.
“ Dasar bodoh, kau ini memang keras kepala!” Ujar Chentya.
“ Kau juga selalu menyebalkan, setelah ini berakhir aku tidak akan mau menjalankan misi denganmu lagi!” ucap Balx sambil terus menerus menebas ular-ular itu.
“ Tenang saja, aku juga tidak akan mau se tim lagi denganmu. Aku akan berhenti menjadi pasukan khusus dan kembali menjadi petualang.” Ucap Chentya.
“ Hei, Kalian jangan bertengkar. Ular-ular itu semakin banyak, Kita harus bekerja sama!” Ucap Thev.
__ADS_1
“ Jika kau ingin membantuku, habisi saja semua ular-ular itu. Dengan begitu, Kita akan lebih cepat menyelesaikan ini.” Ucap Balx sambil terus menebas ular-ular itu.
“ Sial, Mereka terus berdatangan. Jumlah nya kali ini mencapai lima ratus ekor dan terus bertambah, ditambah lagi mereka yang tidak mau bekerja sama membuatku sangat kesal. Lebih baik aku menghemat tenaga ku daripada ikut-ikutan Mereka, jika Kita semua kelelahan maka itu akan menjadi akhir bagi Kita.” Ucap Thev dalam hati. Dia kembali mundur dan mendekat ke arah Riss.
“ Mereka tidak bisa bekerja sama, selama ini mereka memang selalu begitu tapi tidak sampai seperti ini. Kalau kita semua kelelahan, kita akan dihabisi dengan mudah oleh ular-ular itu, maka aku akan beristirahat terlebih dahulu.” Ujar Thev.
“ Baiklah, aku mengerti.” Ucap Riss.
“ Lebih baik kau juga beristirahat, untuk sekarang mereka tidak terlalu butuh sihir pertahanan mu. Kita tidak boleh menyia-nyiakan Mana, karena Kita tidak tahu sampai kapan ini berlangsung.” Ucap Thev.
“ Syukurlah, masih ada yang mau mendengar ucapanku.” Ucap dalam hati. Riss dan Thev pun beristirahat, mereka pun sempat makan untuk memulihkan energi.
“ Sudah setengah jam dan ular-ular itu masih terus berdatangan.” Ucap Thev.
“ Iya, mayat-mayat ular itu sudah menumpuk.” Ucap Riss.
__ADS_1
“ Tetapi sepertinya mereka masih belum kelelahan, stamina mereka berdua memang hebat!” Ujar Thev.
“ Ya, aku juga berpikir demikian. Tapi jika ular-ular ini tak ada habisnya, bagaimana Kita akan mencari tanaman obat itu?” Tanya Riss. Thev pun menghela nafasnya
“ Sepertinya memang agak sulit, karena mereka sudah ada sejak dulu dan terus berkembang biak. Jumlahnya pasti sangat banyak.” Ujar Thev. “ sejak tadi mereka sudah membunuh sekitar enam ribu ekor ular raksasa itu, dan pasti jumlahnya masih sangat banyak.” Lanjut Thev.
“ aku sangat khawatir dengan keadaan Shou saat ini, Meskipun aku sudah tahu Shou dirawat oleh dokter-dokter terbaik tapi tetap saja aku sangat khawatir, terutama ketika Guru King menjelaskan tentang sihir terlarang itu.’’ Ucap Riss.
“ Ya, aku juga sebenarnya sangat khawatir. Tapi jika Kita kalah disini, maka semua yang Kita lakukan ini akan sia-sia.” Ucap Thev.
“ Ya, kau benar. Sebenarnya saat ini aku juga ingin membunuh ular-ular itu seperti mereka. Tetapi jika Kita semua kelelahan, maka bisa dipastikan Kita Akan kalah dan keinginan ku untuk mencari tanaman obat itu untuk Shou Akan sia-sia.” Jelas Riss.
‘’ Ya, aku harap Kita Akan sempat memberikan tanaman obat itu pada Shou.” Ucap Thev.
Pertarungan pun terus berlanjut hingga berjam-jam.
__ADS_1